theboyinthestrippyja

The Boy In The Striped Pyjamas May 8, ’09 2:58 PM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Movies
Genre: Kids & Family
Friday | 08 Mei ’09 | 14.28 WIB
Akhirnya..kesampaian juga nonton film ini.
Diambil dari judul novel yang sama karya John
Boyne dan sudah pernah aku baca juga..siip..
Kalau suda pernah baca novelnya maka pasti
tahu ada adegan yang serupa pada cerita
novelnya. Seperti kesibukan saat Bruno (Asa
Butterfield) dan keluarganya Ayah (Ralf-David
Thewlis),Ibu (Elsa-Vera Farmiga) dan Kakak
perempuannya (Gretel-Amber Beattie) harus
pindah rumah karena tuntutan tugas sang ayah.
Bruno yang mulai kesepian lalu menemukan
teman bermainnya yaitu Shmuel (Jack Scanlon).
Jalan ceritanya juga berdasarkan pikiran anak-
anak,seperti di novelnya. Ketidak mengertian
seorang anak (Bruno) akan kondisi ayahnya dan
temannya juga ditampilkan.
Karena sudah pernah baca novelnya jadi sekalian
membayangkan pemain-pemainnya yang akan
difilmkan dan jalan ceritanya. Maka yang terlihat
di filmnya ini kok ceritanya seperti tidak
maksimal,kurang meyakinkan yaa…
Pemainnya yang menjadi Bruno dan Shmuel
menurutku tidak pas,mestinya Bruno dimainkan
oleh Jack Scanlon lalu Shmuel dimainkan oleh Asa
Butterfield. Karena anak orang kaya kan biasanya
gemuk tuh,terawat,nah si Jack ini malah terlihat
chubby dibandingkan Asa. Walaupun Asa memilki
mata yang biru bening yaa…
Pemain ibunya-Elsa juga kurang meyakinkan
aktingnya,Ralf sebagai ayah pun kurang
berwibawa (kalau di Harry Potter,sebagai
Prof .Lupin pas tuh dia hehehe..).
Endingnya juga kurang mengharukan,padahal di
novelnya terharu lho bacanya. Tapi aku tetep
selalu suka dengan film-film adaptasi novel
ataupun yang diangkat dari kisah nyata.
Tapi dengan film ini jadi menambah pengetahuan
tentang film-film Nazi yang sama persis dengan
film Anne Frank. Kondisi dan situasi yang sama.
Di film ini di tampilkan saat Bruno dan Shmuel
juga tahanan yang lain panik memasuki kamar
gas tanpa busana lalu pelan-pelan senyap hingga
tak ada teriakan atau rintihan lagi.
Tapi penangkapan ayah,ibu Bruno dan Gretel gak
ditampilkan disini. Mungkin dramatisasinya
memang di lihat dari kesetiakawanannya Bruno
yang polos saja akhirnya. Mengantar mautnya
sendiri.
Tags:

The Boy In The Striped Pyjamas (Anak Lelaki Berpiama Garis-garis) Dec 10, ’08 4:51 PM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Books
Genre: Childrens Books
Author: John Boyne
Wednesday | 10 Desember ’08 | 16.09 wib
Sebenarnya novel ini masuk ke kategori novel
dewasa tapi karena tokohnya (Bruno) seorang
anak kecil berusia 9 tahun,bisa saja masuk ke
kategori Children books.
Bruno dan ayah ibunya juga kakak
perempuannya (Gretel) harus pindah dari rumah
mereka di Berlin ke Auschwitz karena pekerjaan
ayahnya. Ayahnya bekerja sebagai komandan
Nazi,pimpinan Der Fuhrer (sebutan untuk Adolf
Hitler. Yup!kisah ini berlatar belakang Nazi dan
kamp konsentrasi di Auschwitz. Jadi yang
membaca dan sudah tahu tentang The
Nazi,Hitler,Salam Hitler,Baju dan topi
bergaris,kamp konsentrasi pasti mengerti arah
cerita ini. (Jadi inget cerita di novel Anne Frank
yang sama-sama mengharukan)
Anak Lelaki berpiama Garis-garis itu adalah
Shmuel yang menjadi teman Bruno. Shmuel
berada di kamp konsentrasi dipisahkan oleh
pagar kawat tinggi dengan lingkungan tempat
tinggal Bruno.
Di awal cerita setelah pindah, Bruno merasa
kesepian dan tak memiliki teman. Ia hanya
berkeliling rumah ataupun bermain ayunan
buatannya sendiri tapi membuatnya cedera.
Kejadian-kejadian di rumahnya membuatnya
merasa semakin tidak betah. “Yang Mereka Lihat
Dari Jendela” Kejauhan dari kamar Bruno terlihat
kamp-kamp konsentrasi kaum Yahudi. Tentunya
Bruno sendiri tidak mengerti apa yang terjadi
disana.
Saat “Titik yan Menjadi Noda yang Menjadi
Gumpalan yang Menjadi Bayangan yang Menjadi
Bocah Laki-Laki” disitulah Bruno bertemu dengan
teman pertama dan terakhirnya,Shmuel.
Sejak itu ia semakin senang bertemu dengan
Shmuel walaupun hanya berbagi cerita. Hingga
mereka pernah berjumpa di rumah Bruno
“Kesalahan Bruno” yang membuatnya semakin
bertambah kesal sejak ia pertama kali berjumpa
terhadap lelaki bernama Letnan Kotler,dan
merasa menyesal terhadap Shmuel.
Simak juga “Rencana Petualangan Terakhir”
bersama Shmuel saat Bruno harus kembali
pindah ke Berlin. Hingga “Keesokan Harinya” dan
“Akhir Cerita” yang mengharukan.
Semua cerita berdasarkan sisi Bruno,berdasarkan
penglihatan dan pemikiran Bruno. Jadi
seandainya di cerita Bruno terlihat
menggemaskan dalam arti “Ih..Bruno nih..kok
nggak ngerti-ngerti..dan polos banget” ya wajar
karena Bruno hanyalah anak kecil yang belum
mengerti apa-apa.
Persahabatan antara Shmuel dan Bruno bagai
kepompong (hehe..bak judul lagu). Pokoknya ini
cerita asyik deh..tinggal nonton realisasi di
filmnya aja nih.
Tags: