the revenant

The Revenant

Posted on Updated on

As long as you can still grab a breath, you fight. You breathe… keep breathing.

The revenant

Salah satu nominator Oscar 2016 yang membuat penasaran untuk disaksikan adalah film The Revenant ini. Tak hanya filmnya,akting Leonardo Di Caprio juga menjadi nominasi di ajang bergengsi tiap tahun tersebut.

Penasaran dengan filmnya karena menurut orang bagus dan memang pantas menjadi nominator Oscar. Setelah saya menyaksikannya,ternyata film dengan durasi dua jam lebih ini membuat saya  berkomentar,cenderung biasa saja. Film yang menurut saya terkesan sendu dan suram ini membuat saya yang menyaksikan juga agak berat,dalam arti muram sepanjang film.

Saya hanya melihat sosok Hugh Glass tersenyum disaat ia ikut menjulurkan lidahnya ditemani seorang indian dari suku pawnee. Selebihnya Alejandro G. Iñárritu sukses membuat film ini dengan adegan brutal,kelam dan dingin.

Film yang diadaptasi dari sebuah buku berjudul The Revenant: A Novel of Revenge karya Michael Punke memang hanya tentang pembalasan dibalut petualangan epik nan tangguh dari tokoh Hugh Glass.

Revenge is in god’s hands not mine.

Di masa 1820an sebuah ekspedisi perburuan kulit hewan yang dipimpin oleh Kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson) diburu oleh kawanan Indian suku Ree. Glass dianggap penting oleh kapten Andrew karena ia tahu seluk beluk hutan dan dapat berbahasa indian karena memang telah lama mendiami kawasan tersebut. Dalam ekspedisinya Glass mengajak serta anak lelakinya yang berdarah indian,Hawk (Forrest Goodluck).

Akibat diserang suku indian ree,mereka harus berpindah tempat agar tidak kembali terlacak. Namun upaya penyelamatan terhenti karena Glass diserang oleh seekor beruang besar. Glass terluka parah. Tak mampu melanjutkan perjalanan,untuk berdiri tegakpun ia tak mampu. Begitu sayangnya kapten Andrew pada Glass,maka ditunjuklah beberapa rekannya untuk menemani Glass,dalam hutan. Salah satunya adalah Fitzgerald (Tom Hardy).

Fitzgerald menurut saya bagai ‘malaikat maut’ yang ingin segera menghabisi Glass. Nampaknya ia selalu tak setuju dengan Glass,Fitz pun merasa “gerah” bila Glass masih hidup. Maka motif sebenarnya ia bersedia menemani Glass selain karena uang adalah,ia ingin cepat-cepat menyudahi nyawa Glass.

Di suatu kesempatan Fitz melakukan aksinya,namun bukan Glass yang mati ditangannya. Hawk anak laki laki Glass akhirnya terbunuh di tangan Fitzgerald. Aksi buruk Fitzgerald lainnya adalah meninggalkan Glass sendirian dalam keadaan tak berdaya.

My son. I’m right here. You hear me?

Maka dalam kepiluan kehilangan anak satu satunya,ia harus bangkit dalam kesendirian. Glass berupaya belajar untuk berdiri dan berjalan. Tak ada yang menyangka Glass ternyata masih hidup. Tujuan Glass saat ini selain melarikan diri dari kejaran kaum indian kini ia harus menemukan Fitzgerald dan menuntaskan apa yang sudah dilakukan terhadap dirinya.

Berlatar era 1800an,selain film ini menampilkan adegan tragis,yang menarik adalah visualisasi hamparan hutan dengan lapisan salju tebal serta warna warna alam memenuhi cerita film ini. Sama halnya dengan karya film sebelumnya,Birdman, Iñárritu pun mengandalkan teknik kamera yang stimultan dengan sedikit jeda seakan kisah Glass hidup didepan mata. Sayangnya memang beberapa adegan digambarkan sunyi tanpa dialog,entah ini menguntungkan karena dapat menampilkan sisi lain dari sebuah film atau malah membosankan.

Untungnya akting Leonardo begitu brilian. Aktingnya  terdahulu dalam Blood Diamond,ia fasih menggunakan bahasa setempat,Sierra Leone. Kini Leo pandai mengucapkan bahasa indian. Rasanya kali ini Leo pantas menyabet piala Oscar untuk aktingnya. Tak main main ia dalam perannya. Selain harus berakting kelam dengan selubung pakaian tebal ia juga berakting seperti manusia jaman purba.

As long as you can still grab a breath, you fight. You breathe. Keep breathing. When there is a storm. And you stand in front of a tree. If you look at its branches, you swear it will fall. But if you watch the trunk, you will see its stability.

Leonardo

Saya pribadi menjagokan Leonardo meyabet piala Oscar sebagai aktor terbaik tahun ini.