the journeys

The Journeys 2 : Cerita Dari Tanah Air Beta – Alanda Kariza,Ve Handojo,Windy Ariestanty dll

Posted on Updated on

The Journeys 2

“Paksi naga Liman: Paksi adalah nama lan dari Burung garuda. Naga adalah ,ya,naga. Liman adalah Gajah.

Pasi naga Liman adalah makhluk mitologi yang merupakan gabungan dari ketiga hewan ini.”

(Ve Handojo,Berburu Gajah,Garuda dan Naga ke Trusmin)

Kutipan di atas adalah salah satu kumpulan cerita perjalanan dari 12 penulis. Sebelumnya saya pernah membaca The Journeys 1,Di buku tersebut berisi kisah perjalanan dari penulis yang berbeda di luar Indonesia. Untuk The Journeys 2 kali ini ceritanya semuanya berlatar belakang Indonesia. Indahnya dan eksotisnya Indonesia dapat kita simak di buku ini .

Ve Handojo sendiri bercerita berburu batik. Ia menggemari dan mengkoleksi batik. Tutur katanya dalam bercerita membuat saya langsung suka dengan awal cerita dari buku ini.

Ada Riyanni Djangkaru – Mola Fiesta yang tidak diragukan lagi pengalaman travellingnya,ia  bercerita bertualang dan bermain-main dengan sejenis ikan Mola yang digambarkannya  lucu.

Lalu Rahne Putri – Slow di Solo,perjalanan yang tertunda sebenarnya,tapi ia menikmatinya juga.

Tidak lupa Alanda Kariza – Ragam Budaya dan Cerita di Lombok, turut menuagkan pengalaman bepergiannya ke Lombok. Padahal ia mengaku jarang sekali bepergian seperti ini. Walau gagal dapat pergi bersama idolanya,Nicholas Saputra tapi tulisannya boleh dinikmati.

Ehm..Windy Ariestanty – Pulau Sempu:Mangan Ora Mangan Sing Penting Berlibur. Membaca kisahnya yang pada ‘jaman dulu’ ini sedikitmenggelikan,dalam arti Windy dan teman-temannya masih terlihat lugu. Tapi tetap asyiik kok.

Penyanyi JFlow – Maluku:Beta pasti Pulang ternyata juga ikut menyumbangkan ceritanya lho..Bahkan saya tak menyangka tulisannya begitu enak dibaca,pengalamannya sebagai ‘anak Maluku’ disana lucu juga.

Itu hanya beberapa tulisan yang paling tidak menjadikan faorit bagi saya. Tapi ada juga tulisan yang saya krang begitu menikmati yaitu Travel Junkie Indonesia – Bali:Magical Mystery Tour.

Selebihnya cerita yang lain cukup enak dinikmati paling tidak kita tidak hanya tahu kisah perjalanan di luar Indonesia saja,ada baiknya juga sesekali membaca kisah perjalanan dari negeri sendiri. Adil doong..

The Journeys:Kisah Perjalanan Para Pencerita Jun 28, ’11 3:23 PM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Travel
Author: 12 Penulis
Ada 12 penulis di buku ini yang bercerita,berbagi pengalamannya saat bertraveling. Sesuai dengan latar belakang si penulis. Jadi akan ditemukan bagaimana Dika dan Adhitya Mulya menceritakan kisahnya dengan sedikit nakal dan jenaka. Atau Trinity dengan gaya cueknya,juga @Vabyo yang tak kalah kocaknya dalam bertutur kata dan banyak lagi.

Seperti pada prolog buku ini,Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah Menemukan. Ya…kita seringkali senang dan takjub akan apa yang kita temukan saat traveling ke satu tempat. Ajaib ataupun biasa saja. Dan itu malah membuat kita tidak bosan untuk terus menjelajah.

Dan yang saya suka dari buku traveling adalah ditemukannya pengalaman akan hal yang baru serta gaya penulisan yang tidak membosankan. Kita mana tahu kalau ternyata di Bologna saus yang terkenal adalah saus ‘Ragu’,bukan saus Bolognaise (Gama Harjono-Mengejar Mimpi,Kereta Pagi dan Tapas Andalusia). Aneh kaan…

Penuturan Winna Effendi-Dari Desa Kecil Bernama Air via email saat traveling ke Taiwan. Rasanya memang senang sekaligus bangga bisa mengunjungi suatu tempat dan membaginya dengan orang tersayang 🙂

Lalu saya merasa memiliki “teman” kala membaca kisahnya Farida Susanty-Menyingkap Peta Gelap 😀 yang rasanya masih minim soal traveling. Cerita yang ia tuturkan begitu apa adanya dengan pribadinya yang belia.

Kita dapat senyum sejenak di Parfum Impian-Valiant Budi. Gayanya yang khas kocak membuat negeri Arabia sana tidaklah “panas”. Bahkan kita tak kan tahu apakah sebuah mitos itu benar atau tidak dalam sebuah tempat yang kita kunjungi,bukan? Dan Okke ‘Sepatumerah’-Sompral berbagi pengalaman di ceritanya.

Mungkin pelarian Alexander Thian-Karimunjawa-Surga Indonesia,bisa ditiru. Tak perlu harus jauh menyebrangi benua bahkan di Karimun Jawa ia mampu menghilangkan sedikit kepenatan dihatinya,walaupun dengan rasa takut-takut :D.

Saya kadang juga punya pemikiran untuk bepergian jauh kalaupun harus ada yang menemani ya haruslah teman yang asyik dan enak atau sejalan istilahnya. Tapi siapa sangka Cerita Ferdiriva Hamzah-Amerika Amertua,ini bisa merubah persepsi kita. Jalan-jalan dengan mertua lho…:).
“By thinking in every situation,you can enjoy the travelling itself,not fussing over whom you’re travelling with”.

Trinity-The Truth Behind Free Traveling juga pastinya tak ketinggalan berbagi dibalik perjalanannya selama ini. Membuka “aib” dari beberapa pewarta :D.

Bagaimana Ve Handojo-Melipir Ke Tel Aviv, ya..benar-benar melipir,karena ia ingin menikmati jalan-jalannya yang berbeda,dan memang benar,perjalanannya ke Tel Aviv tidaklah sia-sia. Dari sebuah perjalanan ternyata kita banyak sekali mengambil hal yang baik dan dapat belajar dari apa yang kita temukan.

Sebagai penutup pas lah 2 cerita dari Adhitya Mulya-Afrika Berwarna dan Raditya Dika-Kasih Ibu Sepanjang Belanda.

Bahkan Adhitya menyisipkan tips-tips agar (katanya niih..)yang ingin berbulan madu tidak salah tempat di salahsatu benua Afrika tersebut 😀

Raditya Dika menutup ceritanya dengan manis :). Travelingnya ke Belanda yang di wanti-wanti oleh ibunya dengan segala perhatian ,bertemu dengan “Perek” sampai disangka pemerkosa :D.
Sosok lelaki yang ingin mandiri (karena sudah semakin tua hehe..) tapi justru menurutnya seharusnya semakin tua umur kita,semakin kita dekat dengan orangtua. Perhatian lebih dari orangtua kita adalah gangguan terindah yang pernah bisa kita terima.