steve jobs

Steve Jobs

Posted on Updated on

Steve Jobs

Sebelumnya saya pernah menyaksikan film tentang Steve Jobs yang berjudul Jobs  diperankan oleh Ashton Kucher. Dari film tersebut bisa disimpulkan Jobs adalah seorang yang menyebalkan kalau tidak ingin disebut br#*%k. Terlepas bahwa dia seorang inventor. Jobs memang seorang yang cerdas,disaat orang lain masih berkutat dengan sistem komputer tak bersuara Jobs tetap ngotot bahwa sistemnya dapat berinteraksi dengan usernya.

“I don’t want people to dislike me. I’m indifferent to whether they dislike me”

Kali ini film dengan judul sedikit berbeda namun isinya tetap sama,menampilkan tindak tanduk satu orang yakni Steve Jobs. Dari gambaran profil Steve yaahh…kurang lebih sama dengan film sebelumnya. Sedangkan jalan ceritanya mengambil bagian saat Steve melakukan peluncuran produk produk kebanggaannya beserta intrik – intrik diantara orang orang sekelilingnya.

“Musicians play their instruments. I play the orchestra.”

Di film ini Steve selalu ditemani oleh asistennya yang setia Joanna Hoffman (Kate Winslet). Dalam setiap kesempatan hubungan kerja mereka semakin terjalin bahkan tanpa Joanna,Steve merasa ada yang kurang.

Steve Jobs2

Begitupun halnya hubungan dengan rekan rekan kerjanya,Steve yang memang sosok visionary,seakan dapat melihat jauh kedepan apa yang akan menjadi trending dan disukai oleh masyarakat terutama kaum muda. Dengan caranya ia berusaha mendorong dan menekan rekan kerjanya untuk terus berinovasi dan mengejawantahkan segala keinginan di kepalanya. Ide idenya yang cemerlang rasanya memang sulit dimengerti oleh orang awam.
Kekasihnyapun seakan tak mengerti dan tak peduli dengan segala penemuan yang dimiliki Steve. Yang diingunkan Chrisann (Katherine Waterstone),kekasih Steve hanya memperjuangkan nasib putrinya Lisa  agar dapat diakui dan mendapatkan tunjangan hidup. Tapi seperti diketahui,Steve tetaplah Steve yang selalu memiliki alasan dan merasa hal pribadinya termasuk pengakuan soal putrinya bukanlah suatu yang penting.

Butuh waktu bertahun tahun Steve akhirnya menyadari kekeliruannya. Itupun sebenarnya karena ada rasa terdorong oleh segala ocehan  Joanna. Ya saya rasa hanya Joanna yang dapat mengerti sepak terjang Steve dari urusan bisnis hingga pribadi. Saya salut dengan orang orang yang seperti itu,bisa betah berlama lama bekerja berhubungan baik dengan orang yang hampir tak sepaham dan selalu keras terhadap lainnya.

Film ini menurut saya tak lebih baik dibanding film sebelumnya. Secara pribadi saya lebih menyukai versi Jobs dibanding Steve Jobs. Mungkin karena di Jobs cerita bergulir sejak pertama Steve merintis usahanya. Sedangkan di Steve Jobs hanya menitikberatkan saat peluncuran produknya. Lalu pengambilan gambar dari tempat satu ke bagian lain terlihat membosankan belum lagi dialog dialog yang panjang dan saling berargumen.
Untuk peran Stevepun yang dimainkan oleh Michael Frassbender menurut saya kurang sesuai tapi bagi Kate Winslet,saya rasa kali ini ia juaranya memerankan tokoh Joanna..:D

Keseluruhan,hmmm…sebaiknya jangan berharap banyak dalm menyaksikan film ini. Saya  awalnya hanya ingin tahu ceritanya dari sisi berbeda eh ternyata sekedar membandingkan saja,filmnya kurang greget.

Saya hanya suka dibagian akhir saat Steve berbaikan dengan putrinya kemudian ia menawarkan akan membuat sejenis pemutar musik,yang dikemudian hari ternyata Steve meluncurkan apa yang kita kenal sebagai,IPod.

“A hundred songs. A thousand songs. Five hundred songs. Somewhere between five hundred and a thousand songs. Right in your pocket.

Because I can’t stand looking at that ridiculous Walkman anymore. You’re carrying around a brick playing a cassette tape. We’re not savages.

I’m gonna put a thousand songs in your pocket”

Iklan