spotlight

Spotlight

Posted on Updated on

We need to focus on the institution, not the individual priests. Practice and policy;

show me the church manipulated the system so that these guys wouldn’t have to face charges, show me they put those same priests back into parishes time and time again.

Show me this was systemic, that it came from the top, down.”

Spotlight

Spotlight. Awal mulanya mau dan penasaran menyaksikan film ini karena ada aktor Mark Ruffalo bermain disana dan karena dinominasikan di Oscar 2016 baik film dan pemainnya salah satunya,Mark. Saya menyaksikan film ini sebelum perhelatan Oscar diumumkan. Setelah melihat Spotlight juara sebagai Best Picture,cukup kaget juga karena saya yang menonton filmnya sama sekali tak menyangka kalau Spotlight menjadi juara.

Seusai menyaksikan filmnya saya merasa film ini tidak terlalu istimewa, walau ceritanya diadaptasi dari kisah nyata. Sepanjang jalan cerita,bergulir serius tak ada unsur santai mungkin bagi sebagian orang bisa jadi membosankan. Tapi penyelidikan yang mereka lakukan boleh disimak karena di jaman saat itu mereka berbekal kertas dan alat tulis lain dalam mencatat wawancara dengan nara sumbernya.

Sebuah surat kabar ternama The Boston Globe memiliki sebuah tim bernama Spotlight. Spotlight biasanya mengemukakan berita-berita brilian yang tidak terekspos oleh media secara mendalam. Berita tersebut dibuat secara intens dan tidak hanya dalam sepekan atau dalam kutun waktu singkat. Mereka bekerja berbulan-bulan demi menelaah lebih jauh sebuah kasus. Ya,berita yang mereka angkat bisa jadi menjadi sebuah kasus yang dapat mengemuka kembali.

Seperti yang mereka kerjakan saat ini tentang skandal pelecehan di sebuah Gereja Katolik terhadap anak – anak. Kasus yang mereka angkat ini sebenarnyapun berkat Marty Baron (Liev Schreiber) seorang editorial yang baru. Sarannya agar membuka kasus tersebut membuat tim Spotlight tak henti mencari sumber berita.

Dan memang dalam film ini nyaris tak diberikan kesempatan bercerita tentang kehidupan pribadi masing – masing tokoh. Isinya adalah kegiatan mereka sehari hari dalam mencari tahu kasus tersebut. Gambaran kegigihan tim Spotlight yang tak kenal lelah dan hampir tak mengenal waktu dalam mencari nara sumber.

“Sometimes it’s easy to forget that we spend most of our time stumbling around the dark. Suddenly, a light gets turned on and there’s a fair share of blame to go around.

I can’t speak to what happened before I arrived, but all of you have done some very good reporting here. Reporting that I believe is going to have an immediate and considerable impact on our readers. For me, this kind of story is why we do this.”

Spotlight2

Salut dengan kerja keras mereka begitupun hasil yang dicapai dalam hitungan masa saat itu. Saya sebenarnya menjagokan Mark sebagai pemenang Oscar tahun ini. Karena aktingnya yang kuat berperan sebagai Mark Rezendes namun nasib berkata lain. Tapi juga bukan berarti aktor dan aktris lain buruk. Sacha Pfeiffer sebagai satu satunya wanita dalam tim tersebut yang diperankan dengan baik pula oleh Rachel McAdams juga mendukung pemain lainnya. Lalu  Michael Keaton sebagai Walter Robinson , atasan dari tim Spotlight yang sesuai dengan gayanya yang serius.

Kemungkinan terbesar menurut saya,Spotlight juara karena ada pesan dalam film tersebut. Keselamatan anak – anak adalah hal penting dan tetap masih berlanjut sampai kapanpun. Jangan biarkan masa depan anak – anak kelam akibat ulah orang – orang yang tak bertanggung jawab. Seperti yang diucapkan oleh Marty sistem yang harus dan perlu dibenahi bukan saja pelakunya yang diincar kemudian dihukum. Bravo 👏

 

“We’re going after the system”