sang pemimpi

Sang Pemimpi (The Movie) Dec 31, ’09 10:37 AM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Movies
Genre: Kids & Family
26 Desember ’09 | Sabtu | 19.00 WIB
Seperti biasa,film ini diawali dari kilas balik Ikal
dewasa (Lukman Sardi) saat ia Ikal kecil (Zufany)
pertama kali berjumpa dengan sepupunya,Arai
kecil (Sandy Pranatha). Kesedihan dan kesunyian
yang digambarkan dengan baik.
Cerita bergulir sejak mereka kecil,di Belitong.
Bermain,belajar di sekolah yang sama dan
berpikir bersama.
Sejak kecil hingga masa SMA Ikal remaja (Vikri
Septiawan) langsung terpesona dengan
kepandaian dan pekerti Arai. Arai remaja
dimainkan oleh Rendy Ahmad. Walaupun
terkadang cenderung iseng dan badung,tapi Arai
ternyata begitu perhatian dan penolong terhadap
sesamanya.
Setelah Ikal kecil kehilangan sahabatnya,Lintang
maka kini Ikal dapat menemukan sahabatnya
kembali pada sosok Arai.
Mereka berdua bertemu dengan sosok Jimbron
(Azwir Fitrianto) yang sangat menyukai Kuda.
Ya…disetiap pembicaraan dan pikirannya
hanyalah terfokus pada hewan yang satu itu.
Persahabatan yang unik dan saling mengisi.
Tokoh Arai digambarkan perhatian terhadap
teman-temannya,kalau orang jawa bilang
“ngemong”.
Bagi yang sudah pernah membaca novel “Sang
Pemimpi” pasti tahu alur ceritanya. Adegan yang
tak luput dalam novel mampu ditampilkan oleh
Riri Riza baik secara kocak ataupun secara
emosional mampu mengurai air mata. Di film ini
bagusnya ditampilkan rentang waktu cerita.
Dan,properti yang digunakan serta gambaran
pada jamannya betul-betul artistik (nemu aja
uang lamanya hehe…).
Secara pribadi,sejak membaca “Sang Pemimpi”
yang difokuskan adalah pada tokoh Arai,yang
digambarkan memilki pribadi yang hangat. Dari
tetralogi Andrea Hirata ini,Sang Pemimpi lah yang
menjadi favoritnya.
Maka,di film ini tidak terlalu kecewa karena Arai
kecil dan remaja dimainkan secara baik dan
mendekati cocok dengan gambaran di novelnya.
Dengan gayanya yang terkadang berandal
namun cool ini hehehe..dan lagi terlihat coklat
manis hihihi…Simak deh saat Arai remaja
berupaya merebut hati pujaan hatinya Zakia
Nurmala (Maudy Ayunda). Aduhai boi…
O ya,Maudy Ayunda ini terlihat sudah remaja dan
manis lho sebelumnya pernah bermain di film
“Untuk Rena”.
Walau begitu secara pribadi (lagi),film ini kurang
berkesan di hati dibandingkan film yang pertama
“Laskar Pelangi”. Berbanding terbalik dengan
novelnya :-).
Dalam film ini selain mengundang senyum tapi
juga sarat pesan penting. Pesan sederhana
adalah sikap tolong menolong antar sesama bila
ada yang kesulitan. Kemudian hormat dan
sayang kepada orangtua
adalah yang terpenting,masih dijunjung tinggi.
Dan tentunya kharisma Arai remaja,dimana
penonton mungkin akan lebih betah untuk
menyaksikan film ini.
Theme song “Gigi-Sang Pemimpi” untuk bagian
intro memang pas pada adegan film. Tapi
kok…makin kesana saat lirik dinyanyikan,menjadi
biasa saja ya…
Mau lihat Nazril Irham tidak bernyanyi? disini
nih..Ariel-biasa disapa ini- memainkan tokoh Arai
dewasa. Seandainya ada naskahnya niih…karena
teringat tapi tak ingat saat adegan pekikan
semangat yang diajarkan pak Balia (Nugie) di
sekolah,yang dikutip dari tokoh-tokoh ternama.
Dan Ikal pun memekikkan semangatnya yang
diambil dari tokoh favoritnya siapa lagi kalau
bukan… Bang H.Rhoma hahaha… dan semua pun
tertawa senang.
Tags:

Iklan

Laskar Pelangi,Sang Pemimpi dan Edensor Feb 11, ’08 11:41 AM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Andrea Hirata
Monday;11 Februari ’08 : 10.32 wib
Laskar Pelangi:
Dibuku ini tokoh utamanya adalah Ikal
(bayangkan Ikal adalah Andrea Hirata sendiri) dan
teman-teman kecilnya saat sekolah.
Diantaranya yaitu: 1.Lintang sang jenius dalam
segala hal,pemikirannya tajam. 2.A Kiong anak
hokian yang diceritakan nantinya adalah sepupu
A Ling,dimana Ikal pernah merasa jatuh hati yang
pertama pada A Ling.
3.Kucai,yang bercita-cita kelak ingin jadi politisi.
4.Syahdan.
5.Samson nama aslinya sebenarnya bukan
Samson tapi karena bentuk tubuhnya yang besar
dan kuat seperti Samson,maka dipanggil oleh
teman-temannya Samson.
6. Ada Trapani,dari kecil bocah ini sudah terlihat
ketampanannya dari yang lain.
7. Harun,yang sepertinya anak ini agak linglung
dalam mata pelajaran hehehe…
8. Mahar,pandai bernyanyi dan menyukai bidang
seni.
9. Sahara,perempuan diantara lelaki.
Mereka ber 10 inilah (termasuk Ikal) Laskar
Pelangi,sebutan dari ibu Muslimah guru mereka .
Di bab “Tuk Bayan Tula” akan muncul Flo,gadis
yang nyleneh (bahasa jawanya) tomboy dan asyik
laahh…yang akhirnya Flo ini pun pindah sekolah
ke tempat Ikal di SD-SMP Muhammaddiyah.
Membaca Laskar Pelangi benar-benar
mengalir,isinya kisah dan tingkah laku anak-anak
yang tidak hidup di jaman sekarang. Anak-anak
yang tinggal di Belitong,tapi mereka bangga
dapat sekolah dan bermain bersama.
Andrea mampu menceritakan tokoh-tokoh teman-
teman masa kecilnya dengan jujur,cerdas, ulet
namun tetap indah agar menarik. Karya sastra
yang membumi tidak mengikuti arus liar dari
karya sastra kini. Kata-katanya mengalir secara
cerdas. Membuat yang membaca bertambah
pengetahuannya.
Simak bab “Sebuah Kejahatan Terencana”,ada
niat iseng Mahar tapi terkesan lucu dan bangga
oleh teman-temannya saat harus mengikuti
karnaval. Juga bab “Be There or Be
Damned” (senang nyebutin kata ini),Anak-anak
seusia SMP tapi dapat membuat suatu
perkumpulan aliran “hitam”,salut n gokil
hahaha….
Di bab “Zaal Batu”,Trapani yang dulu berubah
sekali…Di akhir bab Andrea menyediakan
Glosarium atas kata2 yang ditulisnya yang
mungkin bagi pembaca belum mengerti sekali.
Mestinya Glosarium ini diletakkan sebagai
footnote saja ya…Buku yang cukup menarik.
Sang Pemimpi :
Lebih menarik lagi adalah buku yang kedua ini.
Ikal bertemu,bergumul dengan Arai,sepupunya
yang diasuh oleh orang tua Ikal karena Arai
sebatang kara. Arai “Simpai Kearamat” begitu
sebutannya. Arai yang selalu melindungi dan
menyayangi Ikal. Mereka berdua bersama
Jimbron melakoni masa SMAnya dengan berliku-
liku,seru tapi menyenangkan.
Simak “Tuhan Tahu,Tapi Menunggu” perkataan
Leo Tolstoy ini ada benarnya. Apalagi nanti
setelah membaca buku Andrea setelah ini,barulah
semakin mengerti.
Ikal dan Arai adalah siswa cerdas,pandai kedua
orang tua mereka pun amat bangga-“Baju Safari
Ayahku”. Jimbron yang suka sekali dengan kuda
dan mendalami sekali tentang binatang ini
mengalami euforianya-“Pangeran Mustika Raja
Braja”. Yang lebih lucu lagi “Bioskop” pertama
kalinya mereka nonton film bioskop dan berjenis
film agak porno haahahaha….
Hingga akhir cerita yang sendu dan
mengahrukan saat keduanya berhasil lulus dan
tercapai akan tujuan mereka…hiks…
Novel yang menarik dan ciamik…Andrea ini
merangkai kata-katanya dalam tulisan menjadi
lebih mengalir dan bermakna. Andrea membagi
novel ini dalam bentuk Mozaik,mozaik 1,2,3 dst.
Dirinya beranggapan bahwa hidupnya,liku-liku
pengalamannya adalah potongan-potongan
mozaik yang masih samar dan akan terpasang
kelak (nice thought). Menurutku Sang Pemimpi
ini lebih menarik dari Laskar Pelangi…tapi ada
yang jauh lebih menarik lho…yaitu Edensor….
Edensor :
Ikal masih dengan Arai,menjadi sahabat dari
sepupu yang tak dipisahkan. Dibuku ini Andrea
juga membaginya dalam bentuk Mozaik. Isi
mozaik disesuaikan dengan tema. Di Edensor ini
Andrea menuturkan hingga ia merubah namanya
menjadi Andrea Hirata. Padahal orangtuanya
memberi nama bagus lho artinya….Simak di
“Juru Pendamai”,Pengembara Samia” dan Partner
In Crime”.
Ikal dan Arai kini berkisah di daratan Perancis. Di
kisah sebelumnya “Sang Pemimpi” mereka
berdua lulus dan berhasil mendapat beasiswa di
Universite de Paris,Sorbonne. Diceritakan awal
mula mereka menginjak dataran Eropa melawan
dinginnya udara disana. Merasa disepelekan oleh
“John Wayne” (duh kasiaan). Tapi salut lho
mereka berdua nyaris nggak putus asa dan
berhasil menaklukan ketakutan dan
kekhawatiran. Memang di kisah sebelumnya juga
“Sang Pemimpi” mereka mampu membangun
jiwa agar tak mudah putus asa dan berusaha
menjalani hidup,tapi tidak selalu mengikuti
layaknya air yang mengalir.
Duduk dibangku kuliah di Paris Ikal menceritakan
teman-teman kuliahnya-“The Pathetic Four”.
O..benar ternyata Anggun C. Sasmi,penyanyi
bangsa kita itu terkenal di Paris sana-“Aku dan
Anggun C. Sasmi”.
Ingat perkataan Tuhan tahu tapi menunggu (Leo
Tolstoy). Di Edensor inilah mulai terbuka
maknanya. Lucu juga,apalagi mengingat Arai
mengucapkan kata Amiin nya (saat sholat
berjamaah) yang ‘dilebih-lebihkan’
hehehehe…..juga saat “Kutukan Capo Lam Nyet
Pho” jadi ingat kejar-kejaran dengan gurunya dan
Arai yang cerdik hahahaha…
Nah,yang paling menarik adalah Mozaik 31-40 ini
nih. Keliling Eropa dan Afrika sebagai
backpacker…wuuiiihh…seru,lucu,kasian juga tapi
asyiiikk dong..Yang membaca jadi merasa seperti
backpacker juga hihihi….Walaupun aku merasa
seperti membaca buku “Travelers Tale” yang
keliling Eropa juga dan sebagai backpacker pula.
Simak “Janda-janda Kecoa”,”Enam Belas Tahun
Tuhan Menunggu” …ada rasa kagum dan syahdu
bertemu sesama muslim tapi lagi-lagi Arai…Saat
ke Italia,”Cinta,di Mana-mana Cinta”
iihh..romantisnyaaa…Ikal pun bertemu dengan
Andrea Galliano yang menginspirasi nama nya
sendiri “Galliano”.
Edensor akhirnya muncul di akhir cerita “Lorong
Waktu”. Tinggal menunggu episode kelanjutan
tetralogi Andrea selanjutnya “Maryamah Karpov”.
Tapi yang jelas ketiga episode tersebut mampu
menyihir pembacanya. Bravo!!…Selamat ya
Ikal..eh Andrea….:-)
Tags: