review

Pengalaman Saya Sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Posted on Updated on

Pengalaman pertama sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya saat berkonsultasi dan berobat di sebuah Rumah Sakit Pusat di wilayah Jakarta Selatan,sebagai peserta BPJS.

BPJS kesehatan

Saya seorang ibu rumah tangga yang telah memiliki seorang putri yang kini berusia 3 tahun. Di tahun ke empat pernikahan saya dan suami kali ini,kami dipercayakan kembali untuk memiliki momongan. Syukurnya,di tempat bekerja suami telah dibuatkan kartu BPJS untuk paket sekeluarga. Maka saya tak khawatir apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

Sampai pada suatu waktu,kehamilan saya yang masih beberapa minggu ini mengalami sedikit gangguan. Karena secara pengalaman pada anak pertama tidak mengalami hal tersebut dan juga tentunya ada rasa khawatir terhadap kehamilan kali ini.

Pregnancy 1

Sempat berkonsultasi dengan seorang bidan di salah satu satuan kesehatan dimana ini merupakan tingkat pertama dari jenjang yang mesti dilalui terlebih dahulu sebelum ke dokter spesialis. Namun karena saya merasa kurang puas dengan hasil dan pengobatannya. Maka saya memutuskan untuk berobat ke jenjang berikutnya yakni dokter spesialis Kandungan yang berada di Rumah Sakit.

Untuk dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis tersebut kita diharuskan meminta surat rujukan dari balai kesehatan/klinik/puskesmas tingkat pertama,dimana tempat kita ditunjuk. Lalu,syarat berikutnya adalah siapkan Kartu Keluarga asli,KTP asli dan kartu BPJS asli sertakan juga salinan dari masing-masing berkas kurang lebih sebanyak 3Β  (tiga) lembar. Karena begitulah peraturannya.

Dengan berbekal berkas-berkas tersebut,datanglah ke Rumah Sakit yang dituju. Pengalaman saya di hari pertama,suami datang pagi-pagi untuk mendaftar dan ambil nomor antrean,lalu saya menyusul beberapa jam kemudian. Kenapa harus pagi-pagi?karena yang berobat di Rumah Sakit tersebut tidak hanya satu,dua orang tapi,buanyaak sekali. Dalam sehari bisa 400-500an pasien mengantre dengan berbagai keluhan dan tujuan.

O ya,sebelum melakukan hal-hal tersebut sebaiknya siapakan mental dan fisik. Karena belum tentu kita mengantre pagi-pagi setelah itu mendapatkan nomor antrean lalu di antrean dokter spesialisnya akan dipanggil cepat juga. Tidak.
Jangan berpikir semua yang mengantre di bagian pendaftaran tidak sama tujuannya. Ada benarnya juga. Tapi saat kita ke ruangan poliklinik tempat praktek dokternya maka tahulah,tak ada bedanya. Pasien sama banyak dan kata wajibnya adalah:antre yang tak berujung. Jadi harus super sabar.

Jadi sekali lagi penting untuk membuat nyaman si pasien,karena saya melihat sendiri terutama pasien lansia dan anak-anak yang terlalu lama untuk segera diobati. Kalau perlu bawalah bantal,saya sendiri demi membunuh waktu memilih bawa majalah,buku bacaan dan mp3, dan jangan lupa cemilan,menu makan dan minuman yang cukup kalau untuk anak-anak tentu akan lebih banyak perbekalannya. Karena antrean di panggil bukan berdasarkan nomor tapi dipanggil atas nama pasien,jadi kita tak pernah tahu kapan dipanggilnya bukan?tak sempat untuk makan siang/sarapan misalnya,karena harus ‘ngendon’ di ruang tunggu jika sewaktu-waktu dipanggil. Kecuali bergantian dengan pengantar. O ya,bila perlu bawa charger handphone,sewaktu-waktu itu dibutuhkan. Percaya deh.

Dan begitulah sampainya di poliklinik Kandungan dan Kebidanan pemandangan pasien sedang duduk manis memenuhi kursi tunggu. Waktu berlalu,satu jam,dua jam saya tak dipanggil-panggil. Akhirnya saya dipanggil pukul 14.30 sore,dimana suami antre pendaftaran dari pukul 06.00 pagi,lalu saya datang pukul 10.30 pagi. Oalahh…saya padahal disini merasa bukan sebagai orang sakit,lalu bagaimana perasaan dan kondisi mereka yang benar-benar sakit dan segera butuh pertolongan?saya hanya geleng-geleng kepala.

Berikutnya,jangan berharap dalam satu hari itu kita akan selesai dari konsultasi dokter itu belum ke apotik,belum lagi periksa laboratorium dan lain-lain yang memang diharuskan dokter untuk tindakan selanjutnya. Saya dalam satu hari itu hanya dapat selesai konsultasi dengan dokternya,itupun karena harus tindakan USG (Ultra SonoGraphy),dokternya mengatakan “kenapa datangnya udah siang,bu?” (Maksudnya kalau datang pagi bisa sekalian USG). Sungguh saya cuma bisa membatin.

Tindakan selanjutnya saya diharuskan periksa laboratorium keesokan harinya,karena jam sore hari saya selesai konsultasi,laboratorium sudah tutup. Di laboratorium juga prosedurnya sama,wajib antre dengan mengambil nomor antrean. Oke,berarti esokpun saya harus berangkat pagi-pagi lagi demi sebuah nomor antrean.

Kemudian untuk USG saya dijadwalkan 3 hari kemudian,itupun sama judulnya:wajib antre seperti saat mendaftar pertamakali di loket pendaftaran. Kalau yang ini saya dan suami memutuskan untuk datang agak siang saja yahh..kira-kira pukul 8an saja. Toh dipanggilnya tidak serta merta cepat.

Langkah berikutnya menebus obat,lagi-lagi kita harus ambil nomor antrean,lagi-lagi kita dihadapkan pemandangan pasien ada yang bergerombol berdiri,duduk-duduk resah,mondar mandir,kebingungan di sekitarnya. Syarat penyerahan resep ini adalah berkas resep asli dan di copy (yang diminta hanya 1 lembar),surat rujukan asli dan copy kartu BPJS. Surat rujukan asli akan dikembalikan lagi ke kita saat pengambilan obat nanti.
Bingung mau fotocopy?di dekat apotek tersebut sebenarnyapun ada jasa fotocopy,tapi karena sudah sore apalah jadinya tukang fotocopy pun sudah pulang alias tutup. Maka jadilah kami dan beberapa pasien meminta tolong dengan salah seorang Office Boy di RS tersebut untuk mengcopy di luar RS. Lucunya,setelah copyan ditangan dan kami melapor ke apoteknya,apotekerpun menjawab bahwa obat yang diresepkan “sedang kosong”. Duuhh…ini memang sudah jalannya,saya cuma bisa sabar :). Pelajaran berikutnya adalah sebelum menyiapkan berkas ke meja apotek,tanya dulu kesediaan obatnya. Jadi kita tak perlu buang-buang waktu.
Perjalanan di hari pertama saya kali ini sungguh melelahkan 😦 masih ada tahapan berikutnya.

Keesokan hari saya berangkat pukul 6 pagi,sampai di pintu laboratorium pukul 06.45 sudah banyak pasien yang sebagian besar para lansia sudah memegang nomor masing-masing. Saya mendapatkan nomor 51. Pukul 7.30 lebih sedikit mulai dipanggil per 20 nomor,itu baru untuk penyerahan dokumen laboratorium yang diberikan dari dokter masing-masing ke bagian pendaftaran. Baru setelah itu kita akan dipanggil lagi untuk cek laboratorium di ruang berbeda.

Tes laboratorium pertama saya adalah ambil darah dan urine,selesai pukul 08.30. Lalu saya diminta untuk makan sesudahnya (untungnya saya membawa perbekalan) lalu dua jam kemudian masuk lagi untuk ambil darah lagi. Nah selama dua jam itulah saya menyibukkan membaca dan mendengarkan mp3 saja :)). Karena saya pribadi kurang suka berbagi atau mendengar keluh kesah dengan pasien lain.

Pukul 10.30 saya masuk lagi untuk ambil darah. Setelah itu,tahu dong…jangan berharap bisa selesai dalam hari itu juga. Jadi hasilnyapun tidak bisa didapat hari itu juga. Padahal dulu, saya sudah terbiasa dengan konsultasi dan laboratorium anak pertama di sebuah RS Jakarta Pusat dalam sehari selesai dengan cepat. Yah sudah,hasilnya akan saya ambil pada hari dimana saya jadwal USG saja dari pada bolak balik kaan..

O ya,masalah Rumah Sakit ini juga,ada aturannya dari BPJS. RS yang kita rujuk harus satu wilayah dengan tempat tinggal kita,sesuai KTP lah. Dan belum semua RS yang bisa menjamin semua tindakan dan pengobatan. Jadi misalnya, ada RS yang konsultasi dengan dokternya dijamin,tapi USGnya tidak,atau obatnya tidak. Begitu. Itupulalah yang membuat RS pemerintah menjadi membludak pasien rujukan karena sudah pasti dijamin semua tindakan.

Inilah yang disayangkan,pengguna BPJS Jakarta saja sudah banyak dan mereka butuh pelayanan kesehatan yang memadai tapi memang pada prakteknya belum semua RS bisa menjamin semua. Di jakarta Selatan saja tampilan pasien yang membludak sudah menjadi pemandangan biasa setiap harinya di RS pemerintah,tak dibayangkan bagaimana urusan seperti ini di kota lain atau bahkan di desa .

Melanjutkan cerita,sampai di RS seperti biasa ambil nomor pendaftaran lalu menuju poliklinik Kandungan dan Kebidanan,setelah ukur tensi dan berat badan,tinggal menunggu panggilan USG yang berbeda ruangan tak jauh dari poli Kandungan dan Kebidanan. Menurut jadwal yang saya tanyakan sebelumnya di area informasi,USG dimulai pukul 7 pagi sampai pukul 12 siang. Nyatanya,dokter baru datang dan siap menerima pasien sekitar pukul 10. Hmmm….

Disini saya sempat mendapat perlakuan dan pernyataan tidak menyenangkan dari perawatnya,mungkin karena dia membaca status saya. Tapi kan bukan berarti dia langsung menghakimi saya. Lalu yang tidak menyenangkan lagi adalah perlakuannya terhadap pasien yang saya anggap kurang sopan dan kurang tata krama.
Untuk itu sebaiknya kita sebagai pasien berhak untuk tahu apa yang terjadi sebenarnya pada kondisi kita. Maka gunakan sebaik mungkin waktu yang kita punya saat berkonsultasi dengan dokter,banyaklah bertanya bila ada yang belum jelas,’cerewet’lah pada dokter untuk hal-hal yang ingin ditanyakan. Kalau perlu siapkan pertanyaaan-pertanyaan yang mengganjal sebelum masuk ruang dokter.

Setelah USG selesai saya harus kembali ke poli Kandungan dan Kebidanan lagi. Lagi-lagi menunggu panggilan tak berujung. Saya pikir karena saya toh bukan pasien dari awal pendaftaran,karena asal dari tindakan lain (USG) akan dipanggil tidak terlalu lama. Nyatanya,saya tetap saja ‘ngendon’ seharian di poli tersebut. Menurut perawatnya panggilan pasien dicampur antara yang baru maupun yang lama,dan masing -masing pintu dokter ‘katanya’ menangani kasus-kasus yang berbeda seperti ada kista,kanker atau lainnya. Jadilah lagi-lagi saya hanya memandang pintu masing-masing dokter yang berjumlah 6 itu dan berharap segera dipanggil. Intinya harus super sabar πŸ™‚

Di balik cerita ini sebenarnya saya cukup puas dengan penanganan pada dokter Kandungannya,dokter menanyakan mengenai kondisi saya dengan runut lalu ia tahu benar langkah-langkah selanjutnya.
Yang membuat geleng-geleng kepala yaa..itu sistem antrean yang luaamaa sekali. Pasien kan keluhannya beda-beda,belum lagi tempat tinggal yang tak sedikit dari mereka jauh dari RS tersebut. Ini yang mesti dibenahi,sistem antrean dan penyediaan layanan yang belum semua RS bisa menjamin.

Padahal kalau menilik dari iurannya dan bisa menjamin semua tindakan kesehatan itu sangat menguntungkan bagi mereka yang membutuhkan. Memang sudah saatnya Indonesia dimudahkan akses kesehatan. Semoga kedepannya RS lain turut berpartisipasi dalam program BPJS ini.

Akhirnya saya diminta datang lagi sebulan kemudian untuk USG kembali,agar mengetahui kondisi janin. Dan tanggal 24 Nopember 2014 kemarin saya kembali menjalani USG. Kali ini saya terbilang santai. Saya dan suami berangkat dari rumah sekitar jam 10 pagi. Sampai di ruang USGpun seperti biasa masing menunggu panggilan yang tak pasti.

Sekitar jam 13.30 saya akhirnyaa…dipanggil juga. Yah..begitulah mau datang jam berapapun rasanya saya harus melewati sekitar dua sampai tiga jam. Untungnya saya berbekal bacaan πŸ™‚
Setelah dari USG menunggu lagi di poli kandungan dan kebidanan,dimana saya dan yang lain merupakan ‘rombongan’ terakhir. Karena ruang tunggu di poli tersebut sudah tak ada pasien lagi πŸ˜€

Tapi disini tak perlu menunggu lama. Setelah dipaparkan dan dijelaskan hasil USG. Syukurlah dari paparan tersebut hasilnya normal :). Segala penantian menunggu diantrean dan di ruang tunggu terbayar. Merasa bersyukur dan lega. Karena bayi dalam kandungan saya baik-baik saja.

Begitulah sedikit pengalaman saya berobat menggunakan kartu BPJS,semoga bermanfaat dan ada nilai positifnya :).
Disana sini memang masih banyak kekurangannya,tapi lagi-lagi kita patut bersyukur telah dimudahkan dalam hal kesehatan tinggal kita saja yang memilih dengan baik perlu tidaknya atau butuh tidaknya BPJS. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan, menjaga pola hidup dan senantiasa berdoa memohon keselamatan dan kesehatan dariNYA.

Iklan

You Will Meet A Tall Dark Stranger,Ice Castles,The Book Of Eli,Lost In Translation,Once Apr 19, ’11 10:54 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
You Will Meet A Tall Dark Stranger
Membuat keputusan lalu menjalaninya apapun itu dengan resiko yang tak dapat kita duga dan itu ternyata membuat kita menyesal.

Gambaran manusia pada umumnya. Ada benarnya. Dan di film ini saya setuju, Walaupun rasanya ada yang kurang nyaman dengan jalan ceritanya,tapi apa ya…:))

Disutradarai Woody Allen,dimainkan salah satunya oleh Anthony Hopkins.
Lihat gambaran Alfie (Anthony Hopkins) di film ini kok jadi jatuh kasihan yaa…di usia paruh baya seperti itu masih mencari-cari tapi akhirnya mengetahui dikhianati…hiks..

Ice Castles
Satu lagi drama motivasi. Seorang ice skater yang mengalami kecelakaan hingga akhirnya ia tak mampu lagi untuk melihat.

Dibantu oleh keluarga (ayah dan bibinya) yang menyayanginya juga sang kekasih akhirnya i amampu bangkit dari ‘kegelapan’.
Dimainkan oleh ice skater asli πŸ™‚

The Book Of Eli
Baru kesampaian nonton film ini. Ternyata saya bisa bilang Oo…panjang hahaha…
Asal muasal The Bible King James ya..bukan begitu? (lho..)
Saya rasanya agak sensitif dengan film ini.

Tapi tetep saya seneng dengan akting Denzel Washington :))

Lost In Translation
AKhirnya jugaa.. baru bisa nonton film ini. Yang katanya bagus dan terkenal.
Ternyata saya suka aktingnya Bill Murray,lucu-lucu tapi agak ironis hehe…dan scarlett Johansson yang terlihat manis.

Film yang penuh makna.

Once
Disinilah ternyata lagu Falling Slowly dinyanyikan duet oleh Glen Hansard & Marketa Irglova. Dan baru ngeh kalau lagu ini sudah familiar di telinga saya (tsahhh…) hehehe….

Sang pria yang terlihat cuek dan sang wanita yang merasa “inilah,inilah lelaki tersebut” :).

How often do you find the right person?
Miluju Tebe = I love you in czech

Tags:

Toy Story 3,Gnomeo And Juliet,The Adjustment Bureau,Peacock,Last night Apr 19, ’11 10:48 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
Toy Story 3
Ternyata film animasi ini gak hanya cocok di tonton oleh anak-anak tapi juga orang dewasa ya…

Kebersamaan,kejujuran,persahabatan,itulah yang diangkat dari film sekuel ke 3 ini.
Warna-warna dan kisah mereka membuat mata segar.

Gnomeo And Juliet
Kalau animasi yang ini,kurang mengena ya…biasa. Tapi bolehnya untuk ide gnomeonya,karena setelah nonton film ini jadi buka om Google dan mencari tentang patung-patung tersebut πŸ˜€

The Adjustment Bureau
Disini Emily Blunt terlihat matang dan cantik. Dipasangkan dengan Matt Damon juga keliatan pas,walaupun masing-masing sudah berkeluarga.

Saya lagi-lagi selalu suka dengan tema,ide cerita yang beda.
Film ini mirip “Serendipity” tapi campur tangan The Adjustment tersebut. Ah…sekali lagi…kalau memang jodoh memang tak kan kemana :))

Peacock
Saya lihat film ini karena awalnya membaca sebuah blog dengan sisipan kutipan dari film ini.
Ternyata tidak mengecewakan.

Seorang pria dengan kepribadian ganda. Yang pastinya tanpa ia sadari. Dimainkan dengan meyakinkan oleh Cillian Murphy. Sebagai pria sekliagus seorang wanita.

Film Psikologis yang lain…

Last Night
Cerita semalam,pasangan yang berpisah dalam semalam. Disaat sebelumnya sang istri seperti sudah mengetahui gelagat sang suami yang berbuat affair tanpa sepengetahuannya.

Tapi ternyata sang istri pun bertemu dengan kisahnya yang lampau. Berpisah lalu…
Dimainkan oleh Keira Knightley, Sam Worthington dan Eva Mendes.

Tags:

The Romantics,Buried,Blue Valentine,No Strings Attached,Morning Glory Apr 19, ’11 10:38 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
The Romantics
Ada Katie Holmes…yayy…sudah lama sejak permainannya di serial Dawson’s Creek dulu (lama amat) hihihi…
Bahkan disini ia terlibat memproduseri filmnya.

Ceritanya siih…biasa…cinta segitiga yang muncul disaat hari pernikahan tiba. Keraguan pada sang mempelai lelaki apakah harus memilih cinta masalalunya atau masa kini.

Tapi di tengah-tengah cerita,agak membosankan. Karena seperti mengulur-ulur waktu saja untuk sampai ke akhir cerita.

Buried
Satu lagi yang main solo,Ryan Reynolds. Bermain dengan waktu,berusaha untuk keluar dari peti mati di padang pasir. Dan yang lainnya hanya suara-suara ditelepon selular saja.

Dulu,rasanya zaman belum ada ponsel kita bisa tenang ya…sekarang ketinggalan ponsel saja rasanya rela untuk balik badan dan mengambilnya lagi.
Karena betapa pentingnya data yang tersimpan di ponsel. Betapa berharganya nomer-nomer di ponsel itu. Kita tergantung pada ponsel. Betulkah??

Blue Valentine
FIlm dewasa lagiii….jadi tontonlah dengan bijak. Beberapa adegan vulgar.

Kisah sepasang muda memiliki seorang putri yang merasa sudah hambar dalam pernikahannya.
Merasa tak memiliki lagi letup-letup percintaan yang dulu sempat mampir. Alur film maju mundur. Dan terbilang sunyi.

No Strings Attached
Asthon Kutcher lagi-lagi main di film drama komedi. Ia selalu gak jauh-jauh dari tokoh seperti ini.
Film ini juga ternyata beberapa adegan ada unsur vulgarnya lho…jadi hati-hati hehehe…

Cuma pengen lihat aktingnya Natalie Portman di film drama komedi. Terlihat manis πŸ™‚

Morning Glory
Kalau mau bakat bicara kita disalurkan,rasanya harus bekerja di dunia jurnalistik. Dan itulah yang saya tangkap di film ini.
Selain banyak bicaranya tapi juga bisa dilihat kesibukan mereka dalam menyiapkan sebuah acara pagi hari dalam kemasan yang beda.

Lihat aktingnya Rachel McAdams yang terlihat pas sekali,menggebu-gebu,bahwa jiwanya memang berada disitu. Atau Harrison Ford,senior yang selalu tahu dan pastinya berseberangan dengan juniornya.

Tags:

Hereafter,Never Let Me Go,The King’s Speech,Unstoppable,Winter’s Bone Apr 19, ’11 10:31 AM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
Hereafter
Mau lihat karena sutradaranya Clint Eastwood. Tapi boleh juga sih…latar belakang Tsunami trus ada semacam seorang cenayang (Matt Damon) tapi di akhir kisah tokoh-tokoh utama tersebut saling berhubungan.

Tapi kadang sutradara Clint Eastwood terlihat lamban ya dalam bercerita.

Never Let Me Go
Ada si mungil Carey Mulligan main disini. Diangkat dari novel karya Kazuo Ishiguro.
Kisah 3 remaja yang ternyata mereka disiapkan untuk tetap sehat agar organ-organ tubuh mereka kelak didonorkan pada manusia normal lain yang membutuhkan.

Kasihaann..banget deh nih tokoh. Digambarkan bagaimana mereka sebenarnya pun merasa tak rela. Apalagi ada bumbu cinta diantara mereka. Usaha dilakukan pun tak mampu mengubah itu semua.

Sedih juga lihat mereka di film ini…diambil jantung/ginjalnya lalu tak bernyawa begitu saja di meja operasi. Film sunyi tapi sedikit tidak membosankan. Temanya yang beda jadi tak ingin beranjak untuk tetap lanjut menontonnya.

The King’s Speech
Siapa yang belum nonton film ini??
Juara di Oscar lho…ini…
Bahkan sang raja pun mengalami gagap. Bahkan sang raja pun memilki kelemahan dan sang istri tetap mendukung.

Gak usah banyak review. Yang jelas film ini apik dalam tata gambar. Sedikit lelucon ada di film ini,kisah sejarah juga masuk,aktingnya…gak ragu lagi.
Ternyata Oscar jatuhnya di orang Inggris ya…

Unstoppable
Senang lihat aktingnya Denzel Washington,Rosario Dawson dan Chris Pine. Kelihatan kompak beneran.

Dan film ini memang menegangkan. Sudah lama gak lihat film yang model begini sejak Speed (hah?) hehehe…
Kereta melaju kencang akibat human error,lalu sebuah kereta berusaha untuk menghentikannya. Dahsyat.

Cuma bisa dilihat di film laah…yang model begini. Adegannya bikin mata gak lepas dari tontonan.

Winter’s Bone
Nah,satu lagi film yang agak suram. Kisahnya juga cukup inspiratif. Seorang remaja yang mencari ayahnya tapi merasa di halangi oleh warga sekitar.

Tapi sebenarnya ada maksud tertentu bagi mereka. Kelihatannya saja mereka sangar tapi maksud mereka sebenarnya baik,baik bagi komunitas mereka sendiri.

Tags:

The Fighter,127 Hours,Love And Other Drugs,Nothing But The Truth,The American Apr 19, ’11 10:28 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
The Fighter
Satu-satunya alasan saya ingin menonton film ini karena ingin melihat aktingnya Christian Bale yang beda,dan dinominasikan Oscar dan menang pula.

Aktingnya beda,karena secara logat dan fisik ia mampu dan mau berubah. Salut.

Kalau filmnya siih…film tinju,walau diambil dari kisah nyata. Tapi jujur secara pribadi film tinju…hmmm…gak banget dehh…

127 Hours
Satu lagi saya sukaaa banget dengan musik soundtracknya A.R Rahman feat Dido – If I Rise. Dan saya juga sukaa dengan film ini.

Walaupun James Franco banyak bermain solo di film ini tatpi saya suka kekuatan ceritanya. Inspiratif dan membuat kita yang lihat untuk tidak mudah putus asa.

Diadaptasi dari pengalaman Aron Ralston dalam buku Between a Rock and a Hard Place. Seorang pendaki sendirian tanpa memberitahukan kepada siapapun ia pergi kemana. Lalu sebuah kecelakaan membuatnya harus bertahan hidup dan berusaha.

Usaha yang dilakukan tidak tangung-tanggung,ia berani memutus tangannya sendiri…hh..saya gak berani untuk lihat adegan yang ini..

Tapi setelah nonton film ini rasanya memiliki energi baru karena. Usaha apapun kalau memang sudah tekad kuat pasti akan ada jalannya.

Love And Other Drugs
Lagi-lagi ingin lihat Jake Gyllenhaal nya :D. Mungkin yang pria ingin lihat Anne Hathaway bugil,yup karena beberapa kali Anne terlihat bugil di film ini. Ini memang film dewasa,gak cocok buat adik-adik kita ya…..:D

Ceritanya kurang lebih seorang Medical Representative bertemu dengan seorang wanita pengidap parkinson. Wanita ini memilki semangat terutama semangat bercinta lho hihiihi….

Temanya biasa,tapi aktingnya Anne bisa dibilang semakin baik.

Nothing But The Truth
Di akhir fim baru terjawab siapa sih nara sumber yang di lindungi oleh Rachel Armstrong ( Kate Beckinsale ) seorang jurnalis ini. Hingga ia rela di tahan dan berpisah dari suami dan putranya.

Padahal narasumbernya itu gak seberat yang kita kira lho…
Tapi inti dari film ini betapa seorang jurnalis selayaknya memang seharusnya begitu. Melindungi narasumber sesuai kode etik biarpun ditekan oleh siapapun. Bahkan rela mengorbankan kepentingan pribadinya sendiri. Sayang memang.

Jadi inget kisah HB Jassin….

The American
Ya ampuuunn…George Clooney ditungguin aktingnya,ternyata main di film ini pun sunyi senyap.

Kebanyakan diemnya pokoknya filmnya sepi dehh…menggambarkan karekter yang dimainkan siih…tapi duh kecewa saya.

Tags:

The Tourist,Black Swan,Going The Distance,The Social Network,Babies Apr 19, ’11 10:23 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Other
The Tourist
Dibintangi oleh Angelina Jolie dan Jhonny Deep. Saya merasa kecewa dengan film ini. Akting kedua bintang ini kurang ciamik. Terbilang biasa saja. Malah Jhonny Deep terlihat menurun di film ini.

Lebih kasihan saat Golden Globe 2011 dinominasikan di film comedy. Wong gak ada unsur comedynya lho….
Terkesan dipaksakan.

Ceritanya berawal dari pertemuan Elise (Angelina Jolie) dengan Frank (Jhonny Deep) di kereta api. Ngobrol-ngobrol…lalu adegan kejar-kejaran. Sedikit kejutan di akhir cerita,yang selama ini dicari ternyata berada dekat dengan kita dan mampu beralih peran.

Keseluruhan…film ini kurang berbobot.

Black Swan
Seperti sudah banyak diketahui Natalie Portman bermain dengan baik di fillm ini sebagai Nina,seorang balerina dimana secara psikologis mengalami gangguan.

Natalie berhasil mambawa Oscar di tahun 2011. Terlihat menjiwai perannya,seakan bahwa Natalie ya Nina itu.

Ah…saya suka ide film ini. Film psikologi.

Going The Distance
Naahhh…yang saya suka dari film ini adalah soundtracknya. The Boxer Rebellion: Spitting Fire dan If You Run.
Selain itu lucu-lucuannya Justin Long dan Drew Barrymore.

Hmm…hati-hati beberapa adegan dan dialog ada yang ‘saru’ untuk dilihat dibawah umur.
Tipikal film drama,selain interior film yang apik…pastinya gak jauh-jauh dari obrolan. Di film ini banyak ketemu orang ngoceh terus.

Tapi sih saya tetep lebih seneng lagunya hehehe…

The Social Network
Film serius. Itu yang saya tangkap setelah nonton film ini. Bahkan saya berpikiran bahwa Mark Zuckenberg asli (mungkin) memang benar orang yang serius.
Jesse Eisenberg cukup berhasil membuat saya bosan. Bosan melihat aktingnya yang serius. Serius berpikir,serius mengutarakan pendapat. Menurut saya salah pemain nih hahaha….

Kalau dialognya sih…boleh lah…IT tho…saya suka πŸ™‚

Tapi saya salut dengan David Fincher,si sutradara yang memang serius. Kalau buat film gak tanggung-tanggung,kuat. Seperti Benjamin Button itu dehh…

Musicnya hhmmm….menurut saya biasa,tapi..bisa menang di Oscar lho…??

Babies
Aha..!siapa yang tidak senang dengan bayi. Apalagi bayinya lucu menggemaskan.
Dan film ini mengisahkan 4 bayi di 4 tempat berbeda.

Ada Ponijao dari Namibia,Mari di Tokyo Jepang,Bayar dari Mongolia dan Hattie dari San Fransisco,USA.

Masing-masing bayi memilki keunikan dan kelucuan masing-masing. Walaupun begitu ada beberapa kesamaan dalam hal merengek,marah atau bermain. Kita dapat melihat ke empat bayi ini dibesarkan oleh orang tua yang berbeda kultur.

Tapi saya lebih senang lihat gayanya Bayar. Nakal-nakal gimanaaa gitu hehehe….

Tonton deh. Film dokumenter minim dialog karena objeknya bayi-bayi lucu :))

Tags: