harry potter

Harry Potter And The Deathly Hallows part 2 Aug 5, ’11 10:28 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Action & Adventure
Film yang ditunggu-tunggu akhirnya mampir di Indonesia dan inilah cerita epik terakhir dari kisah “The Boy Who Lived” yang melegenda.

Di bagian kedua ini seperti yang kita ketahui bahwa Lord Voldermort (Ralph Fiennes) berhasil mendapatkan “Elder Wand” dari makam Dumbledore. Sementara setelah Dobby dimakamkan trio Harry Potter,Ron Weasley dan Hermione Granger (Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson) berkejaran dengan waktu untuk mencari sisa Hocrux.

Pencarian hocrux pertama dengan bantuan Griphook mereka menyusup masuk kedalam lemari besi Bellatrix Lestrange di bank Gringotts. Wah adegan di bank Gringotts di awal film ini kita bak ikut naik roller coaster,belum lagi lihat kegugupan Ron dan Hermione yang menyamar (takut ketahuan hehehe…).

Disanalah piala Helga Hufflepuff berada. Siap untuk diambil dan dihancurkan,namun memang tidaklah semudah itu.

Hocrux kedua berada di Hogwarts yaitu tiara milik Rowena Ravenclaw. Hadirnya Harry ternyata didengar oleh Severius Snape,dan Snape memerintahkan kepada siapapun untuk menangkap Harry dan menghukum bagi yang menyembunyikan keberadaan Harry.

Lord Voldermot semakin berani,ia menyerang Hogwarts. Guru dan murid-murid saling berupaya melindungi sekolah mereka.

Harry akhirnya berhasil mendapatkan tiara milik Rowena Ravenclaw yang selama ini disimpan di Ruang Kebutuhan. Sementara Ron dan Hermione berhasil masuk ke dalam Chamber of Secrets dan dengan bantuan taring Basilisk piala Helga Hufflepuff berhasil dihancurkan oleh Hermione.

Saat di ruang kebutuhan Harry diikuti oleh Draco Malfoy dan 2 temannya. Mereka menyerang dan tanpa sengaja membuat ruang kebutuhan terbakar dan ikut menghancurkan tiara milik Rowena Ravenclaw tersebut.

Hocrux berikutnya adalah ular milik Voldermort yaitu Nagini. Dan Harry berhasil menemukan Nagini disaat ia sedang membunuh Snape. Dari situlah kisah Snape yang sebenarnya terungkap.

Korban dari teman dan guru mulai berjatuhan, Harry akan bersiap bertempur melawan Voldermort. Siap untuk mati. Nagini berhasil dilumpuhkan oleh Neville Longbottom,Belatrix akhirnya mati ditangan Molly (ibu Ron).

Yes…begitulah akhir kisah perjalanan panjang Harry Potter secara visual paling tidak cerita garis besarnya hampir mirip dengan bukunya :). Efek dan sinematografinya membuat betah untuk menonton, setiap adegan rasanya tak ingin terlewatkan.

Jadi ingat akan kisah Harry Potter sebelum-sebelumnya,mereka dari kecil sudah bermain di film ini hingga di instalmen terakhir ini dengan begitu banyak perubahan. Terutama secara fisik :))

Tags:

Harry Potter And The Deathly Hallows Part 1 Dec 6, ’10 11:58 AM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Action & Adventure
Senin | 6 Desember ’10 | 11.17 WIB

Memukau walau sedikit sentimentil. Itulah kata pertama setelah menonton film “Harry Potter And The Deathly Hallows Part 1” ini.

Beda dengan arahan David Yates di film sebelumnya. Film ini cukup apik dijadikan tontonan petualangan sejati khas Harry Potter. Tidak tanggung. Ditambah musik Alexander Desplat yang membahana mampu menaik turunkan emosi penoton.

Malah kini film ini semakin kocak,tidak terkesan ‘gloomy’ terus. Ada sedikit unsur kelucuan yang ditawarkan.

Memukau karena antara film dan buku tidak berbeda jauh. Gambaran yang ditampilkan di film paling tidak mewakili rasa penasaran bagaimana dan apa bentuk yang diceritakan. Misalnya saat Hermione merapalkan mantra pelindung. Dramatis saat Harry,Ron dan Hermione berkejaran sebelum akhirnya tertangkap Harry dan Ron dijebloskan dibawah tanah. Sedangkan Hermione menahan sakit oleh ulah Belatrix.

Bahkan masih saja takjub akan kecerdasan dan tas kecil yang dibawa Hermione,lalu tenda yang terlihat begitu kecil tapi menampung kecukupan.

Sentimentil karena Hermione harus menghapus memori orangtuanya. Ingatan Hagrid saat pertama kali berjumpa dengan Harry dan membawanya ke Hogwarts.

Atau Hermione yang begitu sedih ditinggal Ron karena perselisihan mereka. dan tak ketinggalan seperti apa yang ada dibuku,yakni kematian Dobby-peri yang setia yang menyayat.

Kelucuan pertama saat ketujuh orang minum ramuan Polyjuice agar merubah bentuk menjadi Harry. Lalu saat Ron yang juga sedang menyamar “asal menjawab” atas pertanyaan rekan kerjanya di kementrian sihir :)).

Masih jelas dalam ingatan ketiga bocah ini saat pertama kali ditemukan,lalu ikut serta dalam film ini. Bocah yang kini tumbuh remaja matang. Lihatlah Emma Watson (Hermione) yang semakin cantik dalam film ini,Rupert (Ron) pun gagah memiliki bahu yang lebar,juga Daniel yang malah terlihat manis akan lais matanya.

Dan tinggal menunggu Part 2 tahun depan…semoga masih relevan dan tetap memukau,karena dalam bukunya Harry akan duel dengan Voldermort.

Xenophilius Lovegood: The Elder Wand, the most powerful wand ever made.
The Resurrection Stone.
The Cloak of Invisibility. Together, they make the Deathly Hallows. Together, they make one master of death.

Kingsley Shacklebolt: The last words that Albus Dumbledore said to the pair of us.
Remus Lupin: Harry is the best hope we have. Trust him.

Tags:

Harry Potter And The Half Blood Prince (HP6) Jul 21, ’09 4:26 PM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Movies
Genre: Action & Adventure
Selasa | 21 Juli ’09 | 15.54 WIB

Wah,ternyata diluar harapan. Aku maklum sebuah buku lalu divisualisasikan ke dalam sebuaah film akan sulit karena durasi dan cerita yang pasti panjang. Tapi untuk HP 6 ini aku sedikit kecewa. Kurang dramatis dan kurang seru. Sedangkan buku yang ku baca Hp 6 itu seru dan dramatis. Mestinya HP 6 ini juga dipecah menjadi dua ya…:-).

Walaupun begitu tetap ada sisi terbaik dari film ini kok.
Simak Bellatrix Lestrange (Helena Bonham Carter) yang masih terlihat ‘pecicilan’ hehehe…
Pelahap maut jadi terlihat yang super disini karena memang Ordo Phoenix tidak muncul di film ini. Prof. Lupin (David Thewlis) pun hanya sebentar saja munculnya hiks…

Kurang greget dalam jalinan cerita,kurang total dalam akting,kurang menegangkan. Secara pribadi memang kurang suka juga dengan HP 6 ini di sutradarai oleh David Yates. Sebelumnya “HP And The Order Of Phoenix” juga dibuat sederhana,kinipun rasanya divisualisasikan secara apa adanya.

Walaupun dalam film ini terlihat kelam tapi di beberapa cerita ada kelucuan yang di tampilkan. Biasanya bagi yang belum membaca bukunya akan kecewa karena Prof. Dumbledore (Michael Gambon) ternyata tewas ditangan Prof. Severus Snape (Alan Rickman).

Adegan Harry (Daniel Radcliffe) menemani Hermione (Emma Watson) sesaat setelah Ron (Rupert Grin) dan Lavender (Jessie Cave) berduaan,duh jadi ikut merasakan di”cuekin” oleh orang yang di sayangi.
Lalu adegan Prof. Dumbledore dan Harry dalam mencari Horcrux yang juga mengejutkan tapi tetap rasanya adegan-adegan tersebut ada yang kurang apik.

Sebenarnya yang bikin merinding adalah adegan di awal film saat Harry dan Prof. Dumbledore diabadikan oleh wartawan2 sesaat setelah melawan Lord Voldermort (Ralph Fiennes).

Mudah-mudahan film HP 7 berikutnya lebih baik dan moga aja dapat mengobati kekecewaanku terhadap film HP 6 ini.

~ Once again I must ask too much of you, Harry ~

Tags:

Harry Potter dan Relikui Kematian (Harry Potter and The Deathly Hallows) May 6, ’08 4:03 PM

Gambar Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Other
Author: Joanne Kathleen Rowling
Selasa : 06 Mei ’08 : 15.30 wib

Inilah buku terasyik,seru,menegangkan dan menjadi candu,pas deh. Dari awal cerita sampai di akhir cerita benar-benar memikat dan rasanya saat membaca tak ingin berhenti,ingin tahu kelanjutan seterusnya. Disini Rowling benar-benar pintar mengolah cerita. Ia mampu membuat jalan cerita stabil dan sesuai dengan petualangan-petualangan yang dibagun Harry Potter pada masa-masa sebelumnya.

Rowling membuka tabir,dibalik cerita selama ini atas Harry Potter,Lord Voldermort dan lainnya. Dibuku inilah ingatan qta kembali mundur,karena di buku ini beberapa menceritakan atau menyebutkan semua yang berhubungan dengan Harry,dan itu sebagian mengingatkan jalan ceritanya di buku sebelum-sebelumnya. Salut dengan Rowling yang begitu matang dalam pembuatan buku Harry Potter ini. Ia mampu menceritakannya dengan baik.

Simak “Ke Tujuh Potter” dan “Pejuang Yang Jatuh” disini penyelamatan Harry dari keluarga Dursley dibantu dengan order phoenix,begitu seru. Karena di awal cerita sudah ada korban nyawa yang pertama. Petualangan Harry,Hermione dan Weasley di buku ini beragam dari hutan yang satu ke hutan yang lain (“Tempat untuk Bersembunyi”,”Kisah Kreacher”) untuk menghindari serangan Lord Voldermort dan para pelahap maut.

Yang menegangkan dan menyedihkan dimulai dari “Malfoy Mannor” disini mereka bertiga sudah mulai bertempur walau tidak dengan Lord Voldermort. Tapi disinilah pejuang itu jatuh kembali,setelah menyelamatkan mereka bertiga,Dobby akhirnya tewas oleh serangan Bellatrix.

Rowling juga menceritakan kesetiakawanan teman-teman Harry saat bersama-sama di Laskar Dumbledore (“Pasangan Cermin Sihir”). Neville begitu tangguh dan menjadi berani membela yang menjadi keyakinannya.

“Pertempuran Hogwarts” lah awal nya hingga di “Cacat Dalam Rencana” Harry harus beradu dengan Lord Boldermort (akhirnyaa…).

Di buku ini banyak segmen cerita, dari sisi Hermione yang cerdas dan brillian sekali disaat-saat genting berhasil membantu Harry saat kesempatan. Persahabatan Weasley terhadap Harry dan Hermione yang di uji. Pengorbanan pejuang-pejuang yang gugur untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dan tentunya rahasia-rahasia petualangan Harry Potter sendiri.

Tak sabar ingin melihat secara visual dari buku ini,tapi kelihatannya masih lama hadir. Dan sepertinya di buku ini akan di pecah menjadi dua di filmnya. Yang ada,sementara ini ya…memutar kembali kenangan dengan Harry Potter,baik visualnya n bukunya hehehe….siiipp dehhh..

Salut untuk Rowling,Harry Potter n crew dan penerjemah Gramedia (Listiana Srisanti) tentunya,yang menjadikan buku ini mampu dimengerti dengan baik
Tq…:-)

Tags