bumi

Bumi – Tere Liye

Posted on Updated on

“Bumi kita memiliki kehidupan yang rumit. Ada sisi lain dari kehidupan selain yang biasa kita lihat sehari-hari.

Dunia lain.”

Bumi

Raib,kini usianya 15 tahun, ia selama ini memiliki rahasia yang ia pendam sendiri tanpa ada orang lain yang mengetahui termasuk orangtuanya. Raib memiliki kelebihan yakni dapat menghilang,hanya dengan menutup mukanya dengan kedua tangannya maka sekejap tak terlihat, hilang.

Raib berteman akrab dengan Seli. Walaupun Seli terlihat biasa saja,belakangan ternyata Selipun memiliki kekuatan diluar kebiasaan manusia. Ia mampu mengeluarkan petir dari tangannya dan dapat memindahkan benda-benda di sekitarnya. Selain Seli ada pula Ali,cowok yang sikapnya menyebalkan bagi Raib dan Seli. Tapi dibalik sikapnya tersebut,Ali sebenarnya memiliki kejeniusan sendiri.

Raib mulai gelisah saat sesosok tinggi kurus mulai datang ke kamarnya melalui cerminnya. Ia menekan Raib agar terus berlatih menghilangkan benda-benda dimuali dari sekitarnya. Tapi Raib tak mau semudah itu di perintah,apalagi sosok tinggi kurus tersebut menurutnya sangat keras dan jahat. Selang waktu,Raib ternyata memang mampu dapat menghilangkan benda-benda di kamarnya namun benda yang hilang tak dapat ia kembalikan lagi walaupun ia berlatih sekeras mungkin.

 
“Apapun yang terlihat,boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apapun yang hilang,tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat tempat yang hilang.”

 

Lalu ada Miss Selena,seorang guru matematika disekolah mereka memberikan sebuah buku PR pada Raib dengan pesannya yang terselubung. Kemudian sebuah kejadian dialami oleh Raib dan Seli yang membuat hidup mereka  berubah menjadi sebuah petualangan seru (bagi Ali :mrgreen:). Bermula akibat jatuhnya tiang listrik yang hampir menimpa Raib dan Seli. Dari peristiwa tersebut rahasia Raib dan Seli selama ini akhirnya diketahui oleh mereka bertiga termasuk Ali.

Singkat cerita mereka terlempar ke sebuah ruma,pemiliknya bernama Ilo di negeri bulan. Ilo pun merasa heran,dengan bahasa yang hanya bisa dimengerti Raib mereka bertiga berusaha mencari jalan pulang. Namun bukan jalan pulang yanga mereka temukan tetapi fakta hidup mereka terutama bagi Raib dan Seli. Dari Av,kakek dari kakek Ilo menceritakan kehidupan yang sebenarnya. Raib ternyata berasal dari klan bulan sedangkan Seli berasal dari klan Matahari. Ali termasuk klan rendah layaknya manusia biasa yang mampu beradaptasi.

Lalu sebuah pemberontakan terjadi di klan bulan,nasib mereka harus berpindah dan beraembunyi sementara,karena secara tidak langsung ini berhubungan dengan kegiatan mereka bertiga. Diketahui bahwa pemberontakan dipimpin oleh Tamus,ialah sosok tinggi kurus yang muncul di cermin Raib selama ini. Raib,Seli dan Ali terperangkap dan pada akhirnya mesti melakukan sesuatu terhadap apa yang telah dilakukan Tamus dan menyelamatkan Miss Selena yang juga tersandera oleh Tamus.

Dari judulnya kelihatannya akan menarik. Petualangan yamg mungkin menjadi serial berikutnya. Sayangnya,buku ini menurut saya tidak sesuai dengan saya,yang mungkin lebih sesuai di kalangan remaja. Jalan cerita antar tokoh terkesan masih ‘tertatih – tatih’. Seakan pembaca masih perlu diajarkan. Dalam bagian cerita rasanya seperti mirip dengan cerita lain yang berbau fantasi.

Tapi yang saya suka adalah tokoh Ali. Menurut saya Ali tidak semenyebalkan itu bagi Raib dan Seli,kalau dari usia mereka yang diceritakan,Ali terkesan wajar hanya Raib dan Seli yang berlebihan menafsirkannya. Belum lagi kecerdasan Ali yang pada akhirnya ada benarnya,tapi kadang karena keegoisan keperempuanan Raib dan seli,Ali seakan dipandang sebelah mata. Mestinya Ali yang menjadi tokoh utama di cerita ini :mrgreen: .

Bacaan yang ringan sekali,dibeberapa halaman saya melompati bagian bagian yang terkesan lama dan seakan tokoh Raib dan Seli menjadi seperti “anak kecil’ yang memang mudah takut dan labil dalam emosi dan sikap. Atau karena memang gaya cerita Tere Liye seperti itu?:D O ya,buku ini berlanjut di judul berikutnya,Bulan.

 

“Ketahuilah,sumber kekuatan terbaik adalah yang sering disebut dengan tekad,kehendak.”

Iklan