buku

The Devil In Black Jeans – AliaZalea

Posted on Updated on

Kali ini saya membaca lagi novelnya Alia Zalea. Walaupun bergenre metropop lama kelamaan ada asyiknya juga ya membaca novel jenis seperti ini. Jadi ingat masa-masa dulu kalau sedang kesemsem dengan lawan jenis. Penulis mengerti betul bagaimana mengaduk-aduk perasaan dua lawan jenis yang sedang kasmaran. Kebimbangan dan kegalauan masing-masing digambarkan dengan ala Alia.

The Devil

Novel yang berjudul The Devil In Black Jeans ini bercerita melibatkan beberapa tokoh yang berada disekeliling tokoh utama.
Blu adalah seorang gadis remaja dan penyanyi yang sedang populer di masanya. Blu memiliki seorang kakak tiri yakni Jo Brawijaya. Jo adalah seorang gitaris yang banyak digandrungi kaum hawa. Mereka berada dalam satu label rekaman.

Suatu hari Jo berniat untuk mencarikan seorang Personal Assistant untuk Blu. Dimana seorang PA tersebut nantinya yang akan mengurus keperluan blu dari soal membalas email fans,update status twitter maupun facebook dan keperluan lainnya apabila sedang ada show. Jadi pekerjaan Jo dalam mengasuh Blu,seperti yang diwasiatkan oleh almarhum ayahnya,akan sedikit berkurang.

Dara,seorang gadis sebelumnya pernah bekerja sebagai PA pada artis lain. Kali ini,kesempatan bekerja sebagai PA datang kembali. Dan Dara senang menyambutnya. Namun halangan datang dari tunangannya yakni Panji. Panji tidak setuju bila Dara kembali bekerja sebagai PA. Sosok Panji memang dianggap suka memaksakan kehendak terhadap Dara.

Walaupun keputusan ini membuat hubungannya dengan Panji merenggang. Dara akhirnya diterima sebagai PA Blu.
Masalah datang dari Jo yang entah kenapa merasa tidak suka dengan Dara,dengan ikut campurnya Dara dalam mengatur pola makan atau kehadirannya yang membuat Jo semakin tidak suka.

Bayangan memang tidak pernah mewakili kejadian yang sebenarnya. (Hal. 292)

Tapi biar bagaimanapun lambat laun kehadiran Dara,kepeduliannya terhadap Blu dan secara tidak langsung juga berpengaruh pada Jo,membuat Jo malah semakin mencintai gadis ini. Tak peduli bahwa Dara sebentar lagi akan menikah dengan Panji. Sedangkan Dara masih berusaha mempertahankan hubungannya dengan Panji dengan mengabaikan perasaan yang sebenarnya terhadap Jo.

“Because I want you. Lebih dari apapun juga sepanjang hidup saya. ” (Hal. 273)

Kisah klasik seperti ini memang menarik,terutama bagi kaum wanita. Perasaan tokoh utama yang dibuat naik turun belum lagi adanya orang ketiga menjadi bumbu favorit agar cerita semakin sedap di baca πŸ™‚ rasanya sayapun turut menyenangi cerita yang dihadirkan penulis.

Iklan

Dirty Little Secret – AliaZalea

Posted on Updated on

Membaca novel ini saya jadi ingat novel-novelnya karya Mira W. Sebagian besar isinya membuat pembaca wanita ikut terbuai,tokoh wanitanya dipuja sang lelaki hal yang banyak didamba semua wanita tentunya.
Hanya saja,novel Alia Zalea kali ini sedikit berbeda,lebih mengikuti jaman lah istilahnya πŸ˜€

DLS

Setelah 8 tahun,Ben Barata menyesali perbuatannya dengan Jana Oetomo di masa lalu. Ben berniat memperbaiki kesalahannya sekaligus ia ingin menjalin kembali hubungannya dengan Jana. Kekasihnya yang ternyata masih dicintai dan tak pernah tergantikan.

Delapan tahun lalu Jana dan Ben membuat suatu kesalahan dalam hubungan singkat mereka. Jana mengandung dan Ben sebagai pria yang belum siap dan belum mau terikat,menolak untuk bertanggung jawab terhadap Jana dan anak yang dikandungnya. Ben bahkan meminta Jana untuk menggugurkan kandungannya,tapi Jana tidak setuju.

Akhirnya hubungan mereka berhenti begitu saja. Jana terlanjur kecewa dengan sikap Ben. Namun Jana bertekad mempertahankan janin yang dikandungnya. Apapun resikonya ia akan membesarkannya. Seorang diri.

Kini Erga dan Raka berusia 7 tahun. Ya,mereka adalah anak laki-laki kembar,anak yang selama ini dibesarkan oleh Jana tanpa diketahui oleh Ben. Karena Jana memang berusaha menyembunyikan hal tersebut dari Ben,akibat sakit hatinya di masa lalu.

Ben pun tak mengetahui hal tersebut. Yang ia tahu Jana memang telah menggugurkan kandungannya. Kini Ben berada di Jakarta dan akhirnya dapat menemukan keberadaan Jana. Jana sendiri masih bersikap dingin,walau dihati merasakan kerinduan akan Ben yang ia sangkal.

Lies; You never really told me and I never thought to ask you why (hal. 110)

Disinilah Ben mengetahui anak-anaknya selama ini,hidup dan tumbuh sehat. Ben terkejut bahwa selama ini ia tak pernah dikabarkan akan kehadiran buah hatinya. Ben semakin menyesal karena selama 8 tahun ini ia telah menyia-nyiakan waktu yang berharga dan selama ini anak-anaknya hanya dibesarkan oleh Jana,tanpa melibatkan dirinya.

I light a candle in the garden of love to blind the angels looking down from above. (Hal. 162)

Sikap Jana kini lebih melunak karena Erga dan Raka. Anak-anaknya terlihat nyaman bersama Ben,mereka terlihat bahagia dan lepas saat bersama Ben. Akhirnya Ben rutin mengunjungi Erga dan Raka. Ben pun sebenarnya tak hanya ingin menghabiskan waktu dengan anak-anaknya. Tapi ia juga berniat menjalin hubungan cintanya dengan Jana. Sebaliknya,Jana masih saja bersikap acuh terhadap Ben. Walaupun dihati Jana,ia masih mencintai Ben.

Let’s run,let’s run away together far away from everyone. To where desert meets the sky. And the mountain meets the sun. Where no one will ever find us. No one at all. No one. (Hal. 266)

Saya baru pertama kalinya membaca novel Alia,kalau dilihat dari cover bukunya sama sekali tidak menunjukkan bahwa ini adalah sebuah novel romantis. Kisah Jana dan Ben yang membuat ‘temehek-mehek’ ini memang menjadi daya tarik bagi ceritanya.

You’re seeing life like a painting and hear it like a lullaby. And all the colors are amazing,I wonder why. (Hal. 293)

Ceritanya jadi mirip kisah yang ada di sinetron. Hal yang baik-baik dan serba kebetulan yang dihadirkan. Tokoh orangtua yang diduga akan menjadi penghalang pun hanya diceritakan sedikit,selebihnya mereka menjadi orangtua yang pasrah dan baik-baik saja.
Saya rasa ini bacaan metropop yang berhasil membuai kaum remaja wanita :p.

Posisi bintang-bintang di langit tidak pernah berubah dan kita selalu bisa melihatnya setiap malam yang cerah pada posisi yang sama. Namun hanya karena kita bisa melihatnya dan tahu posisinya,bukan berarti kita bisa menyentuhnya. Karena setiap kali kita mengangkat tangan,tidak peduli seberapa tingginya,bintang-bintang itu akan selalu di luar jangkauan. Mencoba menangkap bintang adalah aktivitas sia-sia. (Hal. 318)

Hotelicious: Trapped in the Hotel – Anna Swan

Posted on Updated on

Setelah saya membaca novel ini,saya baru mengerti seperti kenapa para security hotel itu kebanyakan rese’-rese’ atau para staf hotel yang senyumnya selalu ngepas,jadi tidak boleh berlebihan hehe…
Iya di novel Anna Swan ini membuat mata sedikit terbuka,karena penulis banyak mengisahkan pengalamannya secara tidak langsung saat bekerja di hotel baik Surabaya dan Bali.

Hotelicious

Selain itu gaya ceritanyapun tidak terkesan menggurui,bahkan kebanyakan cenderung unik dan lucu. Sedikit banyak pengalamannya di hotel membuat pembaca senang mengetahuinya.

Penulis bercerita bahwa ia bisa terjun di dunia perhotelan karena temannya dari Jepang,Takita. Tak begitu ia disapa,membuat Anna berani mencoba peruntungannya bersekolah lalu bercita-cita mendedikasikan ilmunya di hotel.

Yang pertama dilakukan tentu adalah bersekolah perhotelan. Ternyata bayangan Anna bahwa sekolah diperhotelan akan diajarkan hal-hal yang menyenangkan selayaknya kuliah umum,itu tidak sepenuhnya benar. Anna juga diajMasa training akhirnya tiba,Anna memutuskan bertraining di The Grand Beach Resort,hotel dengan fasilitas lengkap dan luas di Nusa Dua,Bali. Uniknya,sebelum wawancara training beralngsung Anna juga menginap di hotel mewah tersebut. Lagi-lagi ini berkat Tak. Tapi dari menginap tersebut ia dapat memberi pandangan sebagai seorang tamu hotel dan hal ini membantunya dalam wawancara kelak.arkan cara-cara membersihkan toilet dan mengepel lantai. Seperti babu bersertifikat :p

 

“Time is a circus,always packing up and moving away” – Ben Hecht (hal. 18)

 

Wawancara akhirnya dapat diselesaikan. Tak lama kemudian kabar bahagia itu datang. Anna diterima training di The Grand Beach Hotel. Senangnya,dan hanya sedikit yang bisa diterima disana. Anna bertemu sesama mahasiswa lain dari berbagai kota.

Worry gives a small thing a big shadow (hal. 50)

“You may delay,but time will not”-Benjamin Franklin (hal. 58)

Petualangan pertama dimulai dengan pencarian indekos. Dalam hal ini Anna juga bercerita kejadian khas anak kost yang lucu dan beberapa kriteria indekos yang ideal.
Lalu Anna mulai bercerita pengalamannya dalam berbicara bahasa inggris dengan berbagai tamu asing yang juga sama tak lancar berbahasa inggris,jadilah percakapan diantara mereka kurang dimengerti walhasil saling menerka apa yang dimaksud.

 

Kamus Jepang ala Anna:
Β€ Tukang cuci : Kusabuni itunoda
Β€ Pencopet : Saku kuraba
Β€ Penjual keramik : Disini adaguchi
Β€ Tawar menawar : Kitakasi murasaja
(Hal. 92)

Mengenai tip yang selalu diberikan tamu juga tak ketinggalan diceritakan. Bagaimana posisi staf hotel bisa menentukan besar kecilnya tip yang didapat.

“It’s much easier to be critical than to be correct”-Benjamin Disraeli (hal. 108)

 

Anna juga mendapat pelajaran dari hasil percobaannya untuk berupaya memanipulasi kehadiran pada pihak hotel agar bisa diijinkan berlibur bersama teman-temannya. Beruntung dari kejadian sebenarnya itu malah membuatnya selamat dari sesuatu yang buruk.

Life is like a confused teacher. First,she gives the test then teaches us the lesson. (Hal. 115)

Nah cerita soal security yang dibilang rese’ itupun menjadi perhatian Anna. Karena ia pun sering menjadi korban kerese’an mereka :D. Tapi karena Anna lebih cerdas,berulang kalipun security itupun dibuat mati kutu dengan ‘balasan’ Anna.

No one tests the depth of a river with both feet. (Hal. 154)

Seringnya soal kurang pengertian dalam bahasa masih menjadi kendala. Seorang teman Australia datang berkunjung dan Anna sebagai temannya ikut menemani. Selama jalan-jalan dan makan-makan itu ada kejadian yang membuat lucu. Dari bahasanya yang belum lancar sang teman berusaha berbicara soal pepes ikan tapi yang keluar dimulutnya malah pipis ikan πŸ˜€

O ya cinta lokasi sesama rekan kerja ternyata dialami oleh Anna. Dengan latar belakang pria yang berbeda dan terkesan biasa saja. Lalu sedikit cerita horor kamar hotel pun bisa jadi pengalaman menarik bagi Anna.

Intinya,cerita Anna di novel ini membuat saya terhibur. Kebanyakan ceritanya memang mengundang senyum. Penulis mampu mengejewantahkan pengalaman yang dialami menjadi sebuah cerita ringan dan cukup berkelas ibarat bertraveling keliling kota.

The Naked Traveler:1 Year-Round-the-World-Trip – Trinity

Posted on Updated on

Setiap cerita tentang traveling adalah suatu pengalaman yang mengasikkan. Apalagi yang diceritakan Trinity dalam bukunya yang terbaru The Naked Traveler:1 Year Round-the-World Trip. Bayangkan. Satu tahun kerjanya jalan-jalan ke berbagai negara lalu menceritakannya kepada pembaca setia dalam dua bagian buku. Hal yang membuat iri tentunya πŸ˜€ karena seperti yang dibilang penulis,dikala muda traveling bisa dilakukan tapi dana belum cukup,giliran sudah tidak muda lagi,dana sudah mencukupi tapi tenaga juga mulai ngos-ngosan.

TNT

Saya suka dengan gaya tulisan Trinity yang apa adanya,ia menuliskannya dengan gamblang mungkin karena pribadinya juga yang easy going. Segala macam cerita dan petualangannya bersama sahabatnya,Yasmin dari susah,sedih,sengsara,senang dan takjub tak luput ia paparkan.

Buku yang terbagi 2 bagian ini dibuat dengan penuh warna menambah nikmat dalam membaca.
Buku pertama bercerita bagaimana penulis mempacking segala macam kebutuhannya selama jalan-jalan hanya dalam satu ransel,praktis dan hemat tenaga.

Cerita diawali dari negeri Eropa,pengalamannya mengunjungi kamp konsentrasi Nazi,lalu bagaimana negara maju yang sangat tepat waktu dan menjadi ‘pelarian’ karena berhubungan dengan visa.

Berikutnya ke Brazil. Sebutan bahwa agama mereka sepak bola dan pantai ada benarnya,disana banyak pantai yang disuka penulis dan hampir semua orang bisa bermain sepakbola. Belum lagi bonusnya disana tak hanya wanitanya cantik dan sexy tapi laki-lakinya juga super ganteng.

Perjalanan penulis yang saya suka adalah saat di Chile. Jalan-jalan hingga ujung dunia,hiking ke taman nasional,penulis menceritakannya dengan indah,sejuk dan terawat semua seperti terbayarkan dengan jauh dan lamanya perjalanan mereka.

Perjalanan favorit selanjutnya tentu Peru karena penulis berhasil ke Machu Pichu,wah ini jalan-jalan yang bikin iri,siapa yang tak ingin kesana,padahal penulis juga susah payah dan ngos-ngosan untuk mencapai tempat ini :D. Keunikan lain di Peru juga tak ketinggalan diceritakan,memang sungguh terbaca indah dan membuat takjub belum lagi di Peru semua informasi mudah didapat dan terjangkau memudahkan bagi turis bila tersesat atau merasa tidak aman.

Nah,perjalanan ke Ekuador juga tak kalah hebat. Terutama di Galapagos. Serba bersih,serba terawat dan disiplin. Pemandangannya yang indah juga hewan-hewan penghuninya yang cuek dengan kehadiran orang-orang,sungguh serasi.

Cerita berlanjut di buku ke dua yakni ke Kolombia,negara yang dianggap tidak aman, belum lagi jaringan obat-obat terlarang yang menguasai. Tapi penulis malah penasaran dengan pusat kartel disana,ngeri-ngeri penasaran rasanya,penulis juga menyempatkan belajar salsa lho.
Ingin merasakan kota yang berbeda maka Cartagena adalah tempat yang juga dikunjungi selanjutnya,dimana dulu pelaku Korupsi Nazaruddin pernah ditangkap di kota ini.
Tapi nyatanya pengalaman seram yang dialami penulis membuatnya tetap merasa betah berada di Kolombia.

“Salah satu ciri hotel mahal:pegawainya cakep-cakep,tapi tamunya jelek-jelek!Hehehe!” (Hal. 30)

 

Kuba,negara dimana transportasi dan rupa kota masih seperti jaman dulu alias vintage,penulis menceritakan pengalamannya menginap di Casa Particular,yaitu tempat menginap yang dimiliki oleh warga Kuba,mirip homestay. Dan pengalamannya kena jebakan scam di Havana.

 

“Aktivitas antar manusia jelas lebih dihargai daripada pertemanan dunia maya” (hal. 69)

JamaikaKunjungan favorit lain adalah Jamaika yaitu saat mengunjungi rumah Bob Marley. Asyiknya mengetahui rumah pribadi,koleksi pribadi Bob Marley dengan turis lain dan menyanyikan lagu Bob,alhasil penulis ikut terharu karena antara bahagia dan syahdu.

Sedangkan di Meksiko yang membuat geleng-geleng kepala. Karena di sini penulis dan sahabatnya Yasmin harus konsisten berbohong demi sebuah perjalanan menggiurkan dan acara makan-makan yang enak. Belum lagi acara cap paspor yang membawa sengsara tidak efektif. Sengsara tapi membuat saya ikut tersenyum.

Di Guatemala Trinity dan Yasmin melakukan perjalanan selama 32 jam lho. Hebat. Perjalanan ajrut-ajrutan,melewati sungai hingga pakai acara deg-degan segala.

Dan selebihnya isi buku membagikan beberapa rekomendasi dari hostel,pantai-pantai indah,tempat wisata alam yang bagus dikunjungi,mengunjungi beberapa keajaiban dunia,kita jadi tahu bagaimana sih berhemat traveling ala Trinity atau bercerita bagaimana mereka beribadah selama ini di negara jauh dan sulit beradaptasi.

 

“Alam yang bagus banget biasanya susah dicapai” (hal. 156)

Bahkan soal belanja kebutuhan sehari-hari produk Indonesia sulit ditemukan di supermarket,terkadang malah berbeda penampakannya. Biarpun terlihat kuat,ternyata penulis juga pernah mengalami sakit juga,akibat perubahan musim dan lainnya. Grogi sebelum berangkat travelpun masih dialami πŸ™‚

O ya,penulis tak lupa menceritakan sahabat setianya,Yasmin. Dari hal-hal yang berbeda secara sifat dan selera tapi mereka saling menguntungkan satu sama lain.

“If you want to go fast,go alone. If you want to go further,go together. – African Proverb (hal. 238)

 

Begitulah,sebagian cerita world trip Trinity. Rasanya pembaca bisa turut merasakan atmosfer jalan-jalan,kesusahan yang dihadapi dan tentunya menurut saya asyiknya mereka ber traveling. Santai tanpa harus terburu-buru dengan jadwal dan waktu. Pokoknya enjoy saja :))

Twivortiare 2 – Ika Natassa

Posted on Updated on

Setelah novelnya yang berjudul Antologi Rasa kini Ika Natassa menelurkan karya terbarunya yakni Twivortiare 2. Isinya menyambung kisah Alexandra dan Beno setelah perceraian mereka dan telah membina rumah tangga lagi.

Twivortiare 2

 

Life is never boring when everyday I have weird,silly conversations with my husband that only us understand. (hal. 7)

Novel ini menceritakan sedih senang dalam kehidupan rumah tangga mereka,kecintaan satu sama lain dan yang tak luput diceritakan adalah ‘kelempengan’ Beno. Gaya penulisannya dituang dalam twitter melalui akun @alexandrarheaw.

 

Kadang kita dikasih pilihan yang sulit hanya untuk nunjukin ke kita mana sebenarnya yang buat kita lebih penting dan lebih berharga. (hal.38)

Alex yang setia meng’update’ status pada followernya ini memang asyik diikuti. Belum lagi ia memang tidak hanya menulis soal pribadi sebelum mereka menikah,keseharian Beno yang terkadang membuat Alex masih terheran-heran dan tetap setia bersanding padanya karena memang hanya pada Benolah selama ini cintanya serius berlabuh. Alex juga menuliskan keinginan mereka untuk memiliki anak.

Setelah berulang-ulang kali melakukan test kehamilan,akhirnya mereka dikaruniai anak. Mulailah tweet yang dilontarkan berganti menjadi kekhawatiran Beno pada Alex soal menjaga fisik saat kehamilan dan juga tweet perubahan perilaku mereka sekarang yang gemar sekali mengajak ngobrol janin dalam kandungan Alex.

The heart is a tricky thing. But that’s why God creates your head. (hal.191)

Adakalanya Alex memang tidak hanya mentweet hal-hal kehidupan rumah tangganya ia juga menulis atau meminta pendapat, tentang soulmate misalnya,memancing followernya untuk bertukar pikiran bagaimana mestinya menjadi seorang wanita atau istri,bahkan ia membuka konsultasi tentang orang yang tak bisa ‘move on’ :D.

Cinta itu bukan masalah statistik. Melainkan masalah kesempatan,keberanian dan pilihan. (hal.184)

Dan pada saat bayi Alex sudah waktunya melihat dunia,live tweetpun tetap dihadirkan dengan sosok Wina sahabatnya sebagai ‘reporter’.
Selama beberapa saat cerita,memang keasyikan Alex dalam mentweet memang membuat kita ikut asyik. Tapi saya lama kelamaan mulai bosan dengan segala tweetnya. Alex yang rajin mentweet ini menjadi hal biasa,lempar balasan sana sini lalu meretweet kiriman ini itu.

 

Kadang kita makin cinta sama seseorang karena caranya mencintai orang lain. (hal.276)

Novel ini menjadi kurang bernyawa,isi cerita menjadi abai. Apalagi saat mereka mengetahui telah memiliki anak,tidak ada unsur klimaks lain.
Jadi memang novel ini menitikberatkan twitter sebagai social media dengan latar belakang cerita ya..pernikahan Alex dan Beno.

 

The beginning is always the hardest. (hal.390)

Setidaknya dari cerita mereka dapat disimpulkan bahwa sebuah pernikahan dibutuhkan tanggung jawab keduanya,pernikahan di Indonesia mencakup menikah dengan keluarga besar. Ada keterikatan diantara mereka dikala susah senang walaupun kehidupan pribadi mereka sebenarnya bertolak belakang. Dibalik sosok pria yang terkesan cuek atau irit bicara seperti Beno,pada dasarnya di hatinya hanya ada satu wanita yang dicintanya,yang dinikahinya saat ini :).

Simple Miracles Doa dan Arwah – Ayu Utami

Posted on Updated on

Keajaiban adalah saat kita mencapai keselamatan (atau kebahagiaan) dengan cara yang tidak kita prediksi sebelumnya. Kadang keajsiban itu begitu sederhana sehingga kita tidak mau mengakuinya. (hal. 17)

Simple Miracles

Simple Miracles,buku yang ditulis untuk mengenang sang ibu yang telah tiada. Kali ini ia mengutak atik apa yang disebutnya sebagai spiritualisme kritis,bersikap spiritual tapi tidak mengkhianati nalar kritis.

Sikap menguji tanpa kesediaan menerima ketidaktahuan sama saja dengan penolakan semata-mata. Sikap terbuka tanpa kesediaan menerima ketidaktahuan sama saja dengan menutup diri. Tapi sikap mengagungkan ketidaktahuan adalah kebodohan yang sgt berbahaya. Spiritualisme kritis adah penghargaan terhadap yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis. (hal.57)

Penulis mulai bercerita tentang takut akan kehilangan sosok ibu,sejak kecil ia selalu mengikuti kemana ibu melangkah. Ia takut ditinggal mati ibunya. Di sekolah ia seperti memiliki dua kepribadian. Ia tak ingin sekolah mengetahui kemanjaannya pada ibu,tapi bila sekolah usai ia akan sibuk mencari-cari sosok ibu.

Penulis mulai dikenalkan dengan cerita-cerita arwah,entah dari kakaknya ataupun dari bibi gemuk dan bibi kurus. Sampai suatu hari lahirlah seorang bayi ditengah-tengah keluarga mereka,seorang keponakan penulis, Bonifacius namanya.

Setiap kelahiran tentu saja sebuah keajaiban. Aneh memang. Ada miliaran manusia di muka bumi,tetapi setiap kelahiran satu bayi adalah keajaiban. (hal. 25)

Boni sejak kecil sudah memperlihatkan gelagat bahwa ia mampu melihat makhluk yang tak kasat mata. Di sekolah ia bisa melihat arwah temannya yang kesepian tak ada teman. Boni berperilaku apa adanya dengan celotehannya yang tanpa halangan. Boni memang tak berbohong. Ia pernah melihat arwah ayah penulis yang baru saja tiada,lengkap dengan setelan yang disandangnya.

Lalu cerita bergulir tentang kepercayaan dan ketidakpercayaan akan makhluk halus,arwah bahkan ari-ari pada bayi. Intinya bagaimana sikap penulis pada hal-hal semacam itu,antara yang biasa saja,bertentangan atau ia lebih memilih dengan kemampuan berpikirnya.

 

Ia berkata,ada waktunya kepasrahan adalah jalan terbaik. (hal. 149)

Bagian cerita terakhir penulis menceritakan sosok ibunya yang mulai lemah karena sakit. Kenangannya bersama ibu,bagaimana ia memandang segala yang telah dilakukan ibu.
Disaat penulis menjadi agak religius saat mendekati kepergian ibu.

 

Jika kau selalu belajar rela. Dan bersyukur,kau bisa menjadi tua dengan indah.Β  (hal. 163)

Ya,buku ini merupakan kecintaan penulis pada ibunya. Segala kisah yang melatar belakangi penulis dan fenomena yang ia temui di rangkai dalam sebuah cerita bentuk spiritual,spiritual menurut Ayu Utami. Mana yang ia imani dan mana yang perlu ia kritisi.

The Tokyo Zodiac Murders-Soji Shimada

Posted on Updated on

Sekilas tampak depan, menurut saya novel ini terlihat biasa saja dengan unsur warna putih dan merah lalu ada barisan siluet wanita dimana masing-masing anggota tubuhnya tak lengkap, terpotong. Bahkan saya awalnya tak berniat membacanya,tapi kali ini saya mengikuti saran Laci buku untuk membacanya,karena saya juga sedang bosan dengan tema bacaan yang ada.

The Tokyo

Tak diduga,baru beberapa halaman saja saya membacanya,saya sudah ikut tersihir dengan ceritanya. Rasa penasaran bercampur dengan asyiknya analisa yang dituturkan penulis dalam tiap kalimatnya dituang ke dalam kisah detektif Kiyoshi Mitarai dan rekannya Kazumi Ishioka seperti kisah duet Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Cerita dibuka dengan sebuah catatan warisan yang ditulis oleh seorang seniman,Heikichi Umezawa. Dalam catatannya ia menuliskan obsesinya membuat Azoth. Azoth menurut Heikichi adalah sosok wanita yang sempurna secara fisik. Keanehan dari Heikichi adalah pembuatan Azoth harus diambil dari bagian tubuh 6 wanita,dimana wanita tersebut terdiri atas semua anak perempuan dan keponakannya. Di catatan tersebut diceritakan detail bagaimana ia akan memutilasi bagian-bagian tubuh ke 6 wanita tersebut.

Dan memang serangkaian pembunuhan ditahun 1936 apa yang dikenal sebagai Pembunuhan Zodiac Tokyo tersebut menjadi kasus yang tak dapat dipecahkan. Kasus ini terus menjadi misteri siapa sebenarnya orang dibalik serangkaian pembunuhan tersebut? Karena selain mutilasi 6 wanita,Heikichi seniman penggagas Azoth itupun juga tewas terbunuh. Dan beberapa keganjilan dimasa itu yang tidak dapat ditemukan solusinya.

Catatan Heikichi akhirnya jatuh ke tangan Kiyoshi dan Kazumi. Kiyoshi adalah seorang detektif yang eksentrik dan dapat berubah depresi,itu semua bergantung pada moodnya. Kiyoshi juga seorang astrolog yang sebenarnya sesuai sekali dengan kasus tersebut.
Sedangkan Kazumi,seorang penggemar kisah detektif ini sebenarnya sangat penasaran dan mengajak Kiyoshi untuk melacak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo dan pencipta Azoth yang sebenarnya.

Soji Shimada menulis cerita ini dengan sangat baik,terkesan bahwa pembaca digiring oleh Kiyoshi dan Kazumi untuk berteka teki. Bahkan di tengah cerita penulis menantang pembacanya untuk menerka siapakah pelaku yang dimaksud. Unik memang,tapi itulah tantangannya.

Bumi hanyalah satu roda penggerak dalam peangkat roda gigi jam tersebut dan manusia tidak jauh berbeda dibandingkan bakteri.
Mereka tidak berhenti untuk berpikir bahwa tanpa mekanisme alam semesta,kita semua tidak akan ada. (Hal. 187)

Analisanya membuat pembaca turut merasakan menggebu-gebu ingin misteri segera terpecahkan seperti yang diinginkan Kazumi. Tapi terkadang juga ikut sabar dan lebih banyak berpikir seperti yang digambarkan tokoh Kiyoshi yang santai.
Hasilnya memang tidak diduga dan melegakan :). Bacaan yang patut direkomendasikan.

Kasus ini memang ganjil dan tidak dapat dipahami,tetapi aku punya firasat bahwa kasus ini sebenarnya tidak terlalu sulit dipahami. Kalau kita bisa menemukan mata rantai yang hilang,kita akan memahami keseluruhan kisah ini. (Hal. 196)