Room

Posted on Updated on

Tanpa ekpektasi apapun dan belum pernah sama sekali tahu sinopsis film ini. Room. Awalnya,dari judulnya saya pikir ini adalah film yang tak masuk akal dan membosankan. Ternyata,emosi saya malah ikut diaduk aduk dan rasanya terbawa ingin membantu Jack.

Room3

“Once upon a time, before I came, you cried and cried and watched TV all day, until you were a zombie. But then I zoomed down from heaven, through skylight, into Room.

Whoosh-pshew! And I was kicking you from the inside. Boom, boom! And then I shot out onto Rug with my eyes wide open, and you cutt-ed the cord and said, “Hello, Jack!”

Kisahnya sederhana,diadaptasi dari sebuah buku yang berjudul sama Room karya Emma Donoghue seorang Ma/Joy yang dimainkan dengan total oleh Brie Larson tinggal dalam sebuah kamar berukuran sempit bersama dengan anak lelakinya,Jack yang juga dimainkan dengan apik oleh Jacob Tremblay.

Rm_D22-_GK_0113.NEF

Kehidupan mereka sehari hari hanya berada dalam ruangan tersebut. Jack yang sejak kecil belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di dunia luar. Untuk sekedar menghirup udara dan alam bebas pun belum pernah ia alamai. Kamar tersebut hanya menyisakan jendela kecil berkaca diatapnya. Yang tak mudah dijangkau oleh mereka. Hanya dari jendela itu sajalah pandangan mata mereka melihat keluar. Itupun hanya bentangan langit dan sedikit daun daun melambai. Sungguh mengenaskan nasib mereka.

“One, two, three… There’s room, then outer space, with all the TV planets, then heaven. Plant is real, but not trees. Spiders are real, and one time the mosquito that was sucking my blood. But squirrels and dogs are just TV, except lucky. He’s my dog who might come some day. Monsters are too big to be real, and the sea. TV persons are flat and made of colors.

But me and you are real”

Kenapa mereka bisa berada disana dan betah?Jo sebelumnya ternyata terperangkap oleh tipu daya seorang lelaki yang kemudian mereka panggil Old Nick (Sean Bridgers). Old Nick kemudian menyekap Jo dalam sebuah gudang. Dan gudang tersebut kini berubah menjadi kamar bagi ibu dan anak tersebut.

Selama 7 tahun disekap tanpa pernah keluar dari kamar. Bisa dibayangkan bagaimana pengap dan bosannya kehidupan sehari hari. Tapi bagi Jack,itu bukan masalah baginya,ia tetap merasa nyaman dan merasa senang tetap berada di kamar sempit,kesana kemari asalkan ia tetap bersama Ma.

Sedangkan Ma,merasa ini adaah saat yang tepat,di usia Jack yang ke 5 tahun inilah mestinya mereka dapat keluar menyelamatkan diri. Ma kemudian merancang skenario penyelamatan dengan bantuan Jack. Ya,dirasa Jack sudah cukup mengerti dan cukup tahu untuk diajak berdiskusi dan bertindak. Awalnya Jack tak mau melakukan ide yang disodorkan ma dan bersikeras melakukan hal tersebut kelak bila ia sudah berusia 7 tahun. Namun setelah dibujuk dan hal ini sudah mendesak serta bahaya semakin mengancam bagi Jack. Akhirnya Jackppun bersedia melakukan upaya penyelamatan. Anak yang berani.

“Say bye to Room, Ma”

Begitulah sekelumit kisah ibu dan anak lelakinya dalam film Room. Masih ada cerita setelah penyelamatan tersebut  dilakukan. Keberhasilan mereka banyak menjadi sorotan. Terutama kisah keberanian Jack.

Room2

Saya pun tidak jadi kecewa lantaran ceritanya begitu menyentuh bagi saya. Terutama episode ‘menyenangkan’ duet anak dan ibu dalam ruangan sempit. Emosi antara ibu dan anaknya berhasil dibangun oleh kedua pemain. Brie menjadi sosok ma yang kuat sekaligus penyayang. Sedangkan Jacob perannya sebagai Jack berhasil mengingatkan saya pada anak tercinta,keluguan dan kecerdasannya menyatu dalam perangai seorang anak.

“There are so many things out here. And sometimes it’s scary.

But that’s ok. Because it’s still just you and me…”

Disayangkan mestinya Jacob turut dinominasikan dalam ajang Oscar ya,tapi saya cukup senang Brie yang aktingnya bagus akhirnya menjuarai sebagai aktris terbaik di Oscar kemarin. Menurut saya filmnyapun tak buruk. Ini  sebuah drama,drama penyelamatan bahwa seorang anak di usianya yang masih dini mampu berbuat sesuatu yang besar bagi orangtuanya. Jack yang sejak lahir tak pernah mengenal dunia itu,kini terlahir kembali setelah upayanya yang tak sia – sia.

Room4

Ma : You’re gonna love it.

Jack : What? Ma : The world.

Iklan

2 thoughts on “Room

    Erna said:
    14 Maret 2016 pukul 05:59

    Drama banget yaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s