The Martian

Posted on Updated on

The Martian

Apa yang anda lakukan? bila seorang diri berada di planet Mars kemudian pula berusaha sendiri mempertahankan hidup karena perbekalan yang ada tidak mencukupi.

I’m the first person to be alone on an entire planet.

Sungguh saya melihat film ini begitu terkesima. Film sejenis yang pernah saya tonton seperti Gravity dan Interstellar pun membuat saya takjub. Tapi kali ini Ridley Scott sebagai sutradara menurut saya berhasil membawa nuansa Mars seperti adanya. Tak ada kesan asing atau makhluk asing hadir dalam film ini. Manusiawi. Semanusiawi cerita yang digambarkan dalam film ini.

Film yang diadaptasi dari novel  karya Andy Weir ini sebenarnya sederhana. Kisah orang yang bertahan hidup,karena ditinggal timnya, hanya saja ia berada 35 juta Km jauhnya dari bumi.

Seorang antariksawan Mark Watney (Matt Damon) ditinggal oleh timnya yang dipimpin oleh Melissa Lewis (Jessica Castain) karena telah dianggap tiada setelah terkena badai dahsyat di planet Mars. Sialnya,Mark ternyata tidak mati ia masih hidup. Dan tim serta orang-orang yang berada di bumi belum mengetahuinya. Mark pun tak dapat menghubungi pihak NASA karena alat komunikasipun ikut rusak akibat badai. Lengkaplah kehidupan Mark,berjuta tahun tak pernah ada yang menempati planet merah tersebut,kini Mark sendirian mendiami planet tersebut.

It’s a strange feeling. Everywhere I go, I’m the first. Step outside the rover? First guy ever to be there! Climb a hill? First guy to climb that hill! Kick a rock? That rock hadn’t moved in a million years! I’m the first guy to drive long-distance on Mars. The first guy to spend more than thirty-one sols on Mars. The first guy to grow crops on Mars. First, first, first!

Bukanlah suatu keuntungan karena tinggal sendiri dan tak ada yang menemani. Tugas Mark sekarang dan sampai waktu yang tak ditentukan sampai saat penjemputan adalah bertahan hidup. Terutama sekali menyiapkan ransum yang sudah mulai menipis. Namun Mark yang juga seorang botanis tak kehilangan akal. Ia mulai menanam kentang sebagai permulaan. Selain itu iapun berupaya sekuat yang dia miliki bagaimana mendapatkan air bersih.

The Martian1

I’m not gonna die here.

Pada awalnya memang seperti tidak mungkin,apa yang dilakukan Mark. Tapi kenapa tidak,dalam aktifitasnya Mark yang selalu mendokumentasikan kegiatannya tersebut bisa  jadi sebuah pengalaman sekaligus pengetahuan yang bernilai. Terlepas nantinya Mark mampu bertahan atau tidak.

Sedangkan di bumi dengan segala perbedaannya,saling berusaha dan berupaya bagaimana cara menyelamatkan Mark. Ternyata upaya penyelamatanpun tidaklah semudah kita menjemput seseorang di bandara atau di stasiun begitu :mrgreen:. Ada kebijakan dan peraturan yang harus dipatuhi,belum lagi persiapan dana. Dan yang terpenting adalah kesiapan awak,material dan perbekalannya.

The Martian2Saya kira Scott akan menggambarkan Mark dalam bertahan hidup secara solo alias bermain sendiri ternyata tidak. Ia melibatkan beberapa pemain dengan karakternya yang berbeda. Matt Damon dalam aktingnyapun tidaklah buruk. Perubahan fisik yang terlihat membuatnya sesuai dengan drama yang ia tampilkan.

Scott juga membuat saya betah menyaksikan film dengan durasi dua jam lebih ini. Saya rasa kekurangan dalam film ini tertutup oleh drama Mark di Mars dengan pemandangan padang pasir merah tanpa penghuni ditambah cuaca terik dan oksigen yang terbatas. Keseluruhan,The Martian adalah film yang menakjubkan 👍

Iklan

2 thoughts on “The Martian

    Erna said:
    26 Januari 2016 pukul 22:06

    Soundtracknya juga keren terutama pas lagu Starman by David Bowie itu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s