Critical Eleven – Ika Natassa

Posted on Updated on

Sebuah pernikahan tak mungkin akan selamanya mulus, pasti akan ditemui percikan-percikan kecil yang menguji pasangan. Terutama menguji rasa egois pada pribadi masing-masing yang selama ini mulai terbentuk. Mengalahkan ego dan kembali mengingat rasa kecintaan pada apa yang sebenarnya diraih dalam sebuah pernikahan.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang mungkin tidak akan dimengerti orang-orang yang belum mengalaminya sendiri. (Hal. 93)

Critical Eleven

Critical eleven,11 menit masa yang kritis dalam dunia penerbangan. Tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum mendarat. Anya percaya bahwa 11 menit pertemuan baik di awal dan akhir akan mendapat kesan yang berbeda. Tentu saja karena Tanya Laetitia Baskoro selalu menggunakan pesawat dalam setiap perjalanan tugasnya. Ia banyak bertemu dengan orang yang berbeda,terutama yang duduk di samping kursinya.

Kali ini perjalanan Anya dari Jakarta-Sydney sedikit berbeda dan akan merubah jalan hidupnya. Disampingnya duduk seorang pria yang sedikit bicara. Ale namanya. Aldebaran Risjad seorang insinyur perminyakan atau biasa ia menyebutnya sebagai “tukang minyak”.

Without family,man,alone in the world,trembles with the cold. (Hal.90)

Sejak perkenalan pertama dan percakapan basa basi hingga percakapan sedikit serius Ale sudah mulai tertarik dengan Anya yang nampak cerdas. Anya pun merasakan 11 menit perkenalannya dengan Ale ternyata memberi kesan yang tak mudah dilupakan.

Singkat cerita mereka pun membina rumah tangga. Di usia yang ke lima tahun pernikahan,mereka dihadapkan pada suatu masalah yang mengharuskan mereka harus membuat pilihan demi kehidupan rumah tangga mereka.

 

Apakah sosok seseorang itu bagi kita tergolong pahlawan atau penjahat tergantung dari seberapa besar kita mau berkompromi dengan nilai-nilai yang dia anut. (Hal.112)

 

Cerita di tulis bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya. Namun keduanya diceritakan masuh memiliki rasa yang sama,gelora yang tak berubah. Dari pengalaman saya membaca karya Ika Natassa,karakter pria dan wanitanya paling tidak selalu sama,berciri khas kaum metropolitan dengan gaya hidup atas. Penulis seperti biasa menyebutkan beberapa merek,tempat atau gerai yang sudah dikenal.

Anehnya Ika dapat menghasilkan tulisan yang hampir mendekati kenyataan bagi kehidupan rumah tangga. Padahal penulis sendiri yang saya tahu belum berkeluarga.

Life is the sum of our choices. (Hal. 324)

Saya rasa peribahasa ‘rumput tetangga terlihat lebih hijau’ sesuai dengan tema novel ini. Kelihatannya Ale dan Anya adalah pasangan yang sesuai dan tanpa cela,tak ada yang mengira kehidupan rumah tangga mereka sedang bermasalah.

Love does not consist of gazing at each other,but in looking outward together in the same direction. (Hal. 330)

Iklan

2 thoughts on “Critical Eleven – Ika Natassa

    Erna said:
    25 Desember 2015 pukul 05:53

    Belum baca juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s