Everest

Posted on Updated on

Something beyond the power of words to describe

Adakalanya kita tak habis berpikir apa untungnya para pemanjat gunung sampai mati matian berupaya menaklukkan sebuah gunung tinggi nan arogan hingga ke puncak. Namun apa yang dirasakan oleh para pemanjat gunung dalam film Everest ini saya mengerti akan obsesi mereka. Bahwa menuntaskan apa yang telah dimulai itu wajib hukumnya dan bahwa segala sesuatu itu haruslah dipandang segala baik dan buruknya. Penting bagi kita bahwa memandang hidup sebaiknya dibawa kepada hal yang positif dan jangan mudah berputus asa.

Everest2

Film ini diangkat dari kejadian nyata pemanjat gunung Everest di tahun 1996 dimana pernah menewaskan 8 orang. Rombongan yang memiliki obsesi menaklukkan puncak tertinggi tersebut dipimpin oleh Rob Hall (Jason Clark) . Rob adalah pionir jenis pendakian di Everest dengan perusahaannya bernama Adventure Consultant bersama dengan Helen (Emily Watson) serta peninjau lapangan dan Guy (Sam Worthington) .

Everest1

Rob kali ini mendapatkan 8 klien dengan sifat dan latar belakang yang bermacam macam. Diceritakan bahwa sebelum mendaki harus melakukan persiapan secara fisik dan mental. Suhu yang sangat dingin dan udara yang begitu tipis menjadi kendala dalam pendakian Everest. Tapi Rob selalu meyakinkan kliennya untuk selalu optimis. Walaupun begitu keselamatan tetap harus didahului.

Dalam salah satu adegannya Rob berusaha untuk menahan kliennya ke atas lebih jauh karena penglihatannya yang mulai terganggu,walau si klien bersikeras dapat mencapai puncak. Banyak hal drama dari film ini. Digambarkan bagaimana persiapan sebelum pendakian lalu kesiapan tabung-tabung oksigen yang harus mereka pikul demi kelangsungan hidup mereka. Tak dapat dibayangkan bahwa mereka bertaruh nyawa demi mencapai puncak Everest, cuaca dingin yang sangat menggigit tak mengubah sikap mereka untuk terus maju bersama.

Selain rombongan Rob ternyata pada saat itu banyak juga lainnya yang melakukan hal serupa, jadilah di kamp-kamp Kathmandu penuh oleh pemanjat.
Namun sebaik-baiknya rencana manusia tak mampu menahan kuasaNya . Pendakian mencapai puncak dapat mereka taklukkan dengan bangga dan lega. Nyatanya kesiapan saat turun gunung adalah hal yang sangat penting. Cuaca yang semakin buruk membuat beberapa diantara pendaki tumbang. Tak kuasa akan rasa beku yang semakin menggigit dan udara yang menipis sementara oksigen tak cukup memadai.

Everest

Ada banyak tokoh dalam film ini tapi yang menjadi tokoh  utama nya adalah Rob. Ia pribadi yang berdedikasi dan loyal terhadap siapapun. Simak adegan saat ia harus mengucapkan ucapan perpisahan dengan istrinya yang sedang hamil,karena tak mampu memenuhi janjinya hanya melalui telepon. Cukup sederhana. 

Dengan visualisasi tebing tebing tinggi bersalju membawa kita kepada Everest yang sama sekali belum pernah dikunjungi. Ketegangan bertambah dengan adanya terpaan badai salju, lagi-lagi pendaki tak mampu menahan ego nya.
Film yang mengajarkan kepada kita bahwa alam tangguh tak mampu dilawan manusia. Diluar itu semua, kesiapan adalah hal yang utama.

Iklan

4 thoughts on “Everest

    Erna said:
    19 November 2015 pukul 16:12

    Iki sakjane film apik nanging kakehan aktor dadine mbingungke, ngono lho…:)

      matureorchid responded:
      20 November 2015 pukul 08:52

      Lha iyo wong seko kenyataan,yo apik

    alief001 said:
    27 November 2015 pukul 12:06

    Kayaknya ini Tipe film yg tokoh utamanya tewas di akhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s