Pasung Jiwa – Okky Madasari

Posted on Updated on

Apa itu sebuah kebebasan? Bagaimana bentuk kebebasan? Seperti apa sih kebebasan itu? Dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari ini mengusung sebuah kebebasan. Bebas dalam arti kata lepas dari kungkungan, lepas dari segala bentuk penindasan dan kekangan .

Pasung Jiwa
Sasana adalah seorang pemuda dengan masa kecil yang cukup aneh di matanya. Ia diceritakan pada masa sekolah kerap di bully dan Sasana tak sanggup untuk melawan. Ayahnya pun tak kuasa membela anak lelakinya sendiri. Sasana sayang sekali pada Melati, adik perempuan satu-satunya. Bahkan ia sepertinya kagum dengan segala yang bersentuhan dengan perempuan, tingkah laku melati dan apa yang dikenakannya membuat Sasana senang.
Sasana merasa jiwanya adalah seorang wanita. Ia terkurung dalam sebuah fisik pria. Tapi keresahan tersebut tak dapat diungkapkan pada siapapun.

Sampai di masa kuliah di kota Malang, ia mulai berani memutuskan, mulai berani mengambil langkah apa yang menurutnya sesuai dengan jiwanya. Sasana berhenti kuliah begitu saja kemudian ia bersama seorang teman bernama Cak Jek mulai mengamen keliling Malang. Sasana berganti nama menjadi Sasa. Ia kini mulai berani bergoyang aduhai untuk menghibur penonton.

Tapi apes nya Sasa dan Cak Jek tertangkap oleh polisi dalam sebuah kegiatan unjuk rasa di depan sebuah pabrik, mereka diduga menghasut buruh-buruh pabrik. Hal tersebut dikarenakan Sasa diminta tolong oleh seseorang untuk menemukan seorang buruh wanita yang kini tak diketahui keberadaannya.

Dari kejadian tersebut membuat Sasa trauma, berada dalam sel sempit dan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan membuatnya tertekan. Sasa kembali ke rumah dan diterima dengan baik oleh keluarganya. Sasa kembali menjadi Sasana yang kosong jiwanya. Sasa sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Tapi karena dasarnya Sasa ingin bebas, ia malah menemukan teman dan jiwanya disini. Ia kembali berani menunjukkan apa yang selama ini terpendam.
Cerita tidak berhenti disini, karena penulis juga menceritakan kisah Cak Jek yang baru kemudian kelak bertemu dengan Sasa. Penulis juga bercerita bagaimana Sasa mulai bangkit dengan kasih sayang ibunya.

“Melawan sesuatu yang ada dalam pikiran jauh lebih susah daripada melawan musuh dalam kenyataan.”

Jalan cerita yang unik. Kisah hidup pertentangan batin yang dialami Sasana dari sisi hidupnya. Yang sebenarnya dimata kita tak pernah tahu apa yang ada di benak orang-orang seperti mereka. Terlahir sebagaimana mestinya namun merasa tak bebas dengan apa yang disandangnya .
Penulis menceritakan apa adanya tanpa kerumitan, mudah dicerna dan sederhana. Membaca novel ini mendapat sebuah pengalaman baru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s