Woman in Gold

Posted on Updated on

Woman in gold I have to do what I can to keep these memories alive, because people forget-especially the young.

Sekian banyak film yang bercerita dengan latar belakang kekejaman Nazi, dari kata Nazi saja kita sudah merasakan kengerian di masa tersebut.  Di film inipun berlatar belakang Nazi,  Film yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita yang pernah mengalami masa Nazi dan menyaksikan ketidakadilan terhadap dia dan keluarganya.

Maria Altman (Helen Miren) saat ini tinggal di Los Angeles, Amerika. Setelah menghadiri upacara kematian adik perempuannya. Kemudian ia merasa ada yang harus diselesaikan saat ini setelah bertahun-tahun terlewatkan dan nyaris terlupakan. Maria berusaha mendapatkan kembali hak miliknya selama ini yang telah diambil paksa oleh tentara Nazi pada masa lalu.

Adele

Maria dewasa tinggal bersama keluarganya yang terlihat bahagia dan mereka berasal dari keluarga yang sangat mencukupi, di Austria. Maria memiliki seorang paman dan bibi yang tak memiliki anak. Dengan mereka Maria dan saudarinya merasa dimana. Sang bibi bernama Adele (Antje Traue) ini pernah di lukis oleh pelukis kenamaan yakni Gustav Klimt . Lukisan yang indah tentunya.

Namun karena keterlibatan Nazi dimasa tersebut, keluarga Maria harus berpisah. Sedangkan harta kekayaan mereka terpaksa disita oleh tentara Nazi termasuk lukisan bibi Altman. Dan keberadaan lukisan tersebut kini berada di negara Austria. Austria pun selama ini mengklaim, apa yang disebut oleh mereka sebagai lukisan “woman in gold” ini sebagai milik mereka, bukan barang sitaan dan masih merupakan milik pribadi keluarga besar Maria .

Maria kemudian menggandeng seorang pengacara muda bernama  Randy Schoenberg (Ryan Reynolds) demi mengupayakan agar lukisan bibinya bisa ia dapatkan kembali ke pangkuannya. Randy digambarkan seorang pengacara yang baru saja diterima bekerja di sebuah firma hukum. Ia memiliki anak dan istri yang dimainkan oleh Katie Holmes, dengan gaya hidup yang sederhana. 
Awalnya Randy merasa malas menerima tawaran dari Maria. Tapi setelah membaca lebih dalam kasusnya, ia memutuskan untuk membantu sekadar mendapatkan uang saja karena lukisan tersebut yang bernilai amat tinggi. Maria pun yang tahu akan bagaimana sebuah proses hukum yang sulit, merasa sudah rela apabila lukisan tersebut tidak berhasil didapat.

We did everything we could and that’s what matters. The past is the past and now we must let it go.

Namun belakangan malah Randy yang dengan sangat antusias untuk meneruskan perjuangan ini hingga bila perlu ke jenjang hukum yang lebih tinggi, dan kali ini bukan karena uang semata tapi karena moralnya terpanggil. Maka dalam film ini akan menceritakan bagaimana perjuangan mereka mendapatkan haknya yang bukan hanya hitungan bulan tapi tahun, perjalanan panjang ini tentunya menampilkan kilas balik kehidupan Maria dimasa lalu.

Film yang bagus sebenarnya karena diangkat dari kisah nyata. Tapi rasanya seperti kurang greget . Ada sesuatu yang bisa digali dalam film ini. Padahal Helen sebagai pemain utama sudah cukup memuaskan memainkan perannya. Sosok Randy yang pas pasan dan keluarganya memang kurang disorot, drama sebenarnya kurang keluar jadi menurut saya menjadi biasa saja.

Tapi, lagi-lagi bila ingin mengetahui sebuah sisi nyata dari sebuah masa lalu dimana Nazi pada saat itu berkuasa, Film ini dapat menjadi salah satu acuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s