The Immitation Game

Posted on Updated on

Sometimes it is the people who no one imagines anything of who do the things that no one can imagine.

The Immitation Game

The Immitation Game adalah sebuah film yang diadaptasi dari biografi Alan Turing:The Enigma karya Andrew Hodges. Filmnya berlatar belakang masa perang dunia II. Saya sendiri baru mengetahui sosok Alan Turing dari film ini,sosok sebagai pahlawan atau sebaliknya sebagai kriminal dimasanya. Namun hasil temuannya pada akhirnya dapat menginspirasi orang di masa depan dengan apa yang kita sebut sekarang,komputer.

His machine was never perfected, though it generated a whole field of research into what became known as “Turing Machines”. Today we call them “computers”.

The Immitation Game1

Alan Turing diperankan dengan sukses oleh Benedict Cumberbatch. Benedict begitu menjiwai karakter Turing yang terkesan egois dan tidak cocok bekerja dengan siapapun.

Turing adalah seorang matematikawan dan kriptoanalis yang handal. Ia adalah satu dari sekian orang ahli yang ikut dalam sebuah tim pemecah kode Enigma Nazi dalam masa perang Dunia II. Tujuannya dengan memecah kode tersebut agar dapat meminimalkan jumlah korban perang dan tentunya memenangkan perang yang berkepanjangan.

Kendalanya adalah kode tersebut terus berubah dalam waktu 24 jam. Hal tersebut membuat geram anggota tim karena mereka harus terus berburu dengan waktu. Sedangkan Turing,ia lebih sebagai pemikir yang berbeda. Ia berusaha membuat sebuah mesin elektromekanis dimana nantinya mesin tersebut akan dapat membaca kode-kode rahasia musuh.

Think of it. A digital computer. Electrical brain.

Namun penemuannya banyak mengalami tentangan. Ini disebabkan karena Turing seorang homoseksual. Pada masanya hal tersebut merupakan kejahatan.

Do you know why people like violence? It is because it feels good. Humans find violence deeply satisfying. But remove the satisfaction, and the act becomes… hollow.

Film yang sudah mendapatkan beberapa penghargaan sebelumnya ini memang sebuah film serius. Kesegaran yang didapat menurut saya karena ada sosok Joan Clarke yang dimainkan dengan baik tentunya oleh Keira Knightley. Intinya film yang dinominasikan Best Picture dalam ajang Oscar 2015 ini memang bolehlah disaksikan. Ditambah Benedict juga dinominasikan sebagai Actor In Leading Role ini sangat menjiwai karakternya.

Was I God? No. Because God didn’t win the war. We did. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s