The Tokyo Zodiac Murders-Soji Shimada

Posted on Updated on

Sekilas tampak depan, menurut saya novel ini terlihat biasa saja dengan unsur warna putih dan merah lalu ada barisan siluet wanita dimana masing-masing anggota tubuhnya tak lengkap, terpotong. Bahkan saya awalnya tak berniat membacanya,tapi kali ini saya mengikuti saran Laci buku untuk membacanya,karena saya juga sedang bosan dengan tema bacaan yang ada.

The Tokyo

Tak diduga,baru beberapa halaman saja saya membacanya,saya sudah ikut tersihir dengan ceritanya. Rasa penasaran bercampur dengan asyiknya analisa yang dituturkan penulis dalam tiap kalimatnya dituang ke dalam kisah detektif Kiyoshi Mitarai dan rekannya Kazumi Ishioka seperti kisah duet Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Cerita dibuka dengan sebuah catatan warisan yang ditulis oleh seorang seniman,Heikichi Umezawa. Dalam catatannya ia menuliskan obsesinya membuat Azoth. Azoth menurut Heikichi adalah sosok wanita yang sempurna secara fisik. Keanehan dari Heikichi adalah pembuatan Azoth harus diambil dari bagian tubuh 6 wanita,dimana wanita tersebut terdiri atas semua anak perempuan dan keponakannya. Di catatan tersebut diceritakan detail bagaimana ia akan memutilasi bagian-bagian tubuh ke 6 wanita tersebut.

Dan memang serangkaian pembunuhan ditahun 1936 apa yang dikenal sebagai Pembunuhan Zodiac Tokyo tersebut menjadi kasus yang tak dapat dipecahkan. Kasus ini terus menjadi misteri siapa sebenarnya orang dibalik serangkaian pembunuhan tersebut? Karena selain mutilasi 6 wanita,Heikichi seniman penggagas Azoth itupun juga tewas terbunuh. Dan beberapa keganjilan dimasa itu yang tidak dapat ditemukan solusinya.

Catatan Heikichi akhirnya jatuh ke tangan Kiyoshi dan Kazumi. Kiyoshi adalah seorang detektif yang eksentrik dan dapat berubah depresi,itu semua bergantung pada moodnya. Kiyoshi juga seorang astrolog yang sebenarnya sesuai sekali dengan kasus tersebut.
Sedangkan Kazumi,seorang penggemar kisah detektif ini sebenarnya sangat penasaran dan mengajak Kiyoshi untuk melacak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo dan pencipta Azoth yang sebenarnya.

Soji Shimada menulis cerita ini dengan sangat baik,terkesan bahwa pembaca digiring oleh Kiyoshi dan Kazumi untuk berteka teki. Bahkan di tengah cerita penulis menantang pembacanya untuk menerka siapakah pelaku yang dimaksud. Unik memang,tapi itulah tantangannya.

Bumi hanyalah satu roda penggerak dalam peangkat roda gigi jam tersebut dan manusia tidak jauh berbeda dibandingkan bakteri.
Mereka tidak berhenti untuk berpikir bahwa tanpa mekanisme alam semesta,kita semua tidak akan ada. (Hal. 187)

Analisanya membuat pembaca turut merasakan menggebu-gebu ingin misteri segera terpecahkan seperti yang diinginkan Kazumi. Tapi terkadang juga ikut sabar dan lebih banyak berpikir seperti yang digambarkan tokoh Kiyoshi yang santai.
Hasilnya memang tidak diduga dan melegakan :). Bacaan yang patut direkomendasikan.

Kasus ini memang ganjil dan tidak dapat dipahami,tetapi aku punya firasat bahwa kasus ini sebenarnya tidak terlalu sulit dipahami. Kalau kita bisa menemukan mata rantai yang hilang,kita akan memahami keseluruhan kisah ini. (Hal. 196)

Iklan

2 thoughts on “The Tokyo Zodiac Murders-Soji Shimada

    Ernawati said:
    23 Januari 2015 pukul 09:51

    Seru ya, ini baru cerita kriminal yang gak biasa 🙂

      matureorchid responded:
      23 Januari 2015 pukul 11:08

      Jadi inget cerita Sherlock,analisa awal yg hampir gak ada cela.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s