Gelombang – Dewi ‘Dee’ Lestari

Posted on Updated on

Alam mimpi yang sering kita alami dan bisa menjadi suatu firasat ternyata dapat dijadikan sebuah cerita yang menarik,mimpi dalam novel ini bisa melampaui ruang dan waktu, kemudian digali lebih jauh dalam sosok bernama Alfa.

Gelombang-Dee

Semua berawal dari Gondang. Gondang adalah musik ansambel Batak yang dipadukan dengan tari Tor-Tor biasa dimainkan pada upacara dan perayaan khusus. Suatu malam sebuah perayaan di desa Sianjur Mula Mula akan memperdengarkan Gondang Raja Uti dan Ichon seorang remaja apabila mendengar Gondang Raja Uti akan blingsatan. Ichon harus diungsikan.

Pada suatu malam setelah Gondang Raja Uti diperdengarkan,hanya Ichon yang dapat melihat. Ichon melihatnya saat datang menghampiri rumahnya. Ichon menyebutnya ‘itu’. ‘Itu’ sosok hitam yang di sebut orang orang sebagai Si Jaga Portibi.

Setelah kejadian tersebut Ichon selalu bermimpi tentang sesuatu yang membuatnya takut. Setelah kejadian itu pula seorang tetua yakni Ompu Togu Urat berniat menjadikannya murid,tidak hanya Ompu Togu Urat tapi ada seorang lagi yakni Ronggur Panghutur dari Tao Silalahi juga ingin menjadikan Ichon murid.
Ichon tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya,ia tak tahu harus bagaimana,ilmu apa yang akan diajarkan kepadanya,berbagai tanda tanya besar menanti jawabannya. Sementara ia masih takut akan mimpinya yang sama. Maka diberikanlah sebuah kalung batu hitam oleh mamaknya dari Ompu Togu Urat agar terhindar dari mimpi buruknya.

 

Suatu saat nanti,kamu akan melihat ke belakang dan menyadari kalau peristiwa-peristiwa dalam hidupmu adalah remah roti yang sudah kamu susun sendiri sampai ke titik ini. (Hal 399)

Haposan Hotbatahan Sagala adalah seorang ayah yang mementingkan pendidikan bagi ke tiga anak laki-lakinya. Ia tak ingin keluarganya terjebak di desa ini,desa Sianjur Mula Mula,tanpa masa depan. Ia tak ingin Ichon hanya menjadi seorang ompu.

Ketiga anak Haposan diberi nama sesuai pengharapannya,kelak dapat menjadi orang berhasil. Namun karena pelafalan dari opungnya yang sulit jadilah panggilan mereka cukup Eten,Uton dan Ichon. Eten adalah anak pertama, Albert Einstein. Uton anak kedua bernama Sir Isaac Newton dan si bungsu Ichon adalah Thomas Alfa Edison,Alfa dengan huruf f bukan dengan v 😉
Sedangkan mamaknya yang tak pernah lulus sekolah dasar ini juga menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya terutama bagi Ichon. Mamak tak malu untuk belajar,terkadang ia ikut mempelajari hal baru dari buku-buku sekolah anaknya.

Bapak memutuskan untuk pindah dari Sianjur Mula Mula hijrah ke tempat yang dirasa lebih baik yakni kota Jakarta. Sementara itu Ichon kehilangan kalungnya yang selama ini telah berhasil menjauhkan dari mimpi buruknya. Kalung tersebut keberadaannya kini ada pada Ronggur Panghutur,Ichon lalu mengadukan hal tersebut pada Ompu Togu Urat. Mereka berdua memutuskan menuju tempat Ronggur Panghutur untuk meminta kembali kalung tersebut.

Sampai disana,kejadian tak diduga dialami Ichon,Ompu Togu Urat berniat mencelakakan Ichon. Belakangan pembaca akan tahu siapa sebenarnya Ompu Togu Urat dan maksud dibalik pemberian kalung tersebut pada Ichon, akan terungkap.
Beruntung saat itu Ichon ditolong oleh Ronggur Panghutur. Kalung batu hitam kembali berada di tangan Ichon. Dengan membawa pesan terselubung. Mengikutinya terus hingga kelak ia merantau jauh,mimpi buruknyapun terus kembali. Ichon menjadi orang yang tak ingin tidur berlama-lama,ia lebih memilih tidur secukupnya disela-sela kegiatannya.

Jakarta. Nama kecil Ichon kini menjadi Alfa. Dari sinilah masa depan pendidikannya bermula dan kelak segala tanda tanya mimpinya akan terbuka. Dari seorang teman bapak,Amang Gultom, Alfa berangkat menuju Amerika dengan status warga ilegal. Alfa tinggal dengan Amanguda dan Inanguda serta ke tiga anaknya di sebuah apatment di Hoboken.

 

Bapaktua:Kau tahu pekerjaan paling menyiksa dalam hidup ini? Menunggu. Kalau kau terlalu pintar,kau jadi harus tunggu orang-orang bodoh. Kau sudah dimana,mereka masih kepayahan lari dibelakang. Ikut capek kita.
Alfa:Kalau begitu,jalan keluarnya memang bukan menunggu,bapaktua. Kita hrs lari sendiri. Tak usah tunggu yang lain. (Hal 112-113)

Disela-sela mengejar studi beasiswanya Alfa mengajar privat pra kalkulus pada Troy temannya dan Carlos. Mereka bertiga memiliki mimpi yang sama,mendapat beasiswa penuh dan dapat kuliah di universitas Cornell.

Impian mereka tercapai. Alfa berhasil mendapat beasiswa penuh di universitas Cornell. Alfa kemudian berniat magang di Wall Street,beruntung ia bertemu dan berdiskusi dengan Tom Irvine. Tom pun menawarkan untuk bekerja selama tiga bulan percobaan. Dengan kondisinya yang jarang sekali tidur berlama-lama maka Alfa sangat sesuai dengan pekerjaannya. Tak butuh waktu lama bagi Alfa mendapatkan kesuksesan dan kepercayaan dari Tom.

Namun mimpinya tak pernah hilang. Sampai suatu malam di hari ulangtahunnya ia tertidur selama 5 jam setelah bersama dengan sosok bernama Ishtar. Alfa kembali mendapatkan mimpi terburuknya. Alfa berlari ke sebuah Rumah Sakit meminta pertolongan agar di kembalikan menjadi ‘imsomnia’ lagi.

Di Rumah Sakit alfa bertemu dengan dr. Evans atau Nicky panggilannya. Dari Nicky lah Alfa mulai berani menceritakan mimpi buruknya selama ini dan siap untuk pemulihan disebuah tempat bernama Somniverse dengan bantuan dr.Collin. Di tempat tersebut Alfa banyak melakukan experimen terhadap mimpinya. Alfa juga mempelajari teknik bermimpi demi mendapatkan jawaban.

 

Menyia-nyiakan sinar matahari pagi adalah kesalahan besar,terutama jika beberapa jam sebelumnya engkau baru meregang nyawa. (Hal 309)

Singkat cerita Alfa tengah berada di Lhasa,Tibet untuk bertemu dr. Kalden. Dari pertemuannya dengan dr. Kalden,segala pertanyaan yang selama ini meresahkannya mulai terbuka. Mimpi yang ia alami selama ini bukanlah sekadar bunga tidur biasa. Bahwa selama ini jauh sebelum ini semua terjadi,segala sesuatunya telah ia skenariokan tanpa Alfa sadari. Alfa di masa lampau. Alfa mulai terbuka matanya,ia mulai mengerti apa dan kemana tujuan selanjutnya.

 

Aku ini Infiltran,kamu Peretas dan kita dikelilingi oleh Sarvara. (Hal 393)

Sementara cerita lain yakni Gio yang mencari Diva Anastasia yang hilang ditelan hutan. Gio kedatangan seorang tamu,Amaru memberikannya sebuah batu hitam bertoreh dua lengkung yang bertemu. Amaru menyuruh Gio untuk bertemu dengan Madre Ayahuasca.

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Sabar saja. Kabut tengah malam. Mata anda akan terbuka tepat pada waktunya. (Hal. 16)

Itulah sekelumit jalan cerita novel Dee seri ke lima ini. Penulis selalu memberikan kejutan dari sebuah cerita. Tema yang diangkat dari yang sederhana,diluar nalar hingga yang sehari-hari dihadapi. Nampaknya ‘ilmu mimpi’ ini pun didapatnya dari pengetahuannya selama ini bermeditasi serta keterlibatan nama Reza Gunawan,suaminya.

Tak heran penulis fasih menuturkan segala hal tentang mimpi dan mampu menggambarkan mimpi yang bukan sekadar mimpi biasa,seperti melanglang ke ruang dan waktu yang berbeda lalu mampu menaklukkan si pemimpinya.

Keunikan lain adalah,penulis bercerita dengan latar belakang tempat kelahirannya. Dimana disebutkan dalam bukunya ia meriset tempat-tempat di mana tradisi batak bermula.

Dibandingkan dengan novel sebelumnya,Partikel. Tokoh kali ini adalah seorang pemuda. Cerita sudut pandang sisi laki-lakinya memang terbatas walau begitu hal ini tertutup dengan unsur cerita yang misteri dan bersahabat. Kelihaian penulis dalam mengolah cerita mimpi turut menjadi sebuah tanda tanya bagi pembacanya.

Tak sabar untuk melanjutkan novel selanjutnya. Kejutan apalagi yang akan ditulis Dee.

 

Buat makhluk yang cuma kenal dimensi panjang dan lebar,konsep volume tidak bisa dibayangkan. Buat makhluk yang beroperasi di tiga dimensi,dimensi keempat tidak bisa dibayangkan,paling-paling cuma jadi hitungan matematis. Tidak pernah akan jadi pengalaman empiris. (Hal 432)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s