Gadis Kretek – Ratih Kumala

Posted on Updated on

Saya jadi teringat masa kecil saya saat berlibur di kampung halaman nenek,dimana saya sering melihat dan memperhatikan pakdhe (panggilan dalam bahasa jawa terhadap kakak dari salah satu pihak orangtua kita) saya sedang melinting sendiri atau biasa disebut tingwe (linting dhewe dalam bahasa jawanya) rokok klobotnya. Bahkan terkadang sampai sekarangpun beliau masih melakukan hal tersebut. Maka di novel ini kenangan tersebut kembali teringat.

Gadis Kretek

Cerita berawal dari Romo,ayahanda Tegar,Karim dan Lebas yang sedang terbaring sakit lalu menyebut nama seorang wanita,Jeng Yah. Itu saja sudah membuat penasaran ke tiga anak lelakinya ditambah ternyata nama tersebut juga membuat sang ibu teringat masa lalu kemudian merasa cemburu dan jengkel.

Singkat cerita ketiga pemuda tersebut mencari tahu Jeng Yah  setelah mengorek sedikit informasi dari ibu dan romo sendiri tentunya. Perjalanan mereka dimulai dari kota Kudus tempat pabrik rokok Djagad Raja yang mereka miliki hasil jerih payah Romo selama ini. Dari sanalah sosok Jeng Yah mulai terbuka.

Lalu cerita mundur kebelakang pada masa Belanda sudah hampir selesai menduduki Indonesia yang kemudian berganti negara Jepang menjajah negeri kita.
Idroes Muria seorang pemuda tak mampu baca tulis tapi seorang yang ulet dan cerdas. Ia memiliki cita-cita meminang seorang gadis anak seorang juru tulis,Roemaisa namanya. Tidak mudah karena Idroes memiliki saingan yakni Soedjagad. Dan syarat yang diajukan orangtua Roemaisa adalah seorang pemuda yang akan dijadikan suami putrinya harus dapat baca tulis.

Maka Idroes pun belajar baca tulis kepada atasannya dulu tempat ia pernah bekerja. Bahkan Idroes berlatih juga membuat rokok klobot yang juga menjadi cita-citanya kelak. Di lain pihak Sodjagad,bukan hanya bersaing dalam percintaan namun dalm bisnis rokok ini kelak akan selalu mengekor ide-ide Idroes.

Setelah Idroes mapan,maka ia berani melamar Roemaisa. Namun perjalanan bisnis Idroes harus terhenti saat ia tertangkap tentara Jepang. Idroes meninggalkan Roemaisa yang sedang mengandung anaknya. Roemaisa pun sedih,hingga sang janin tak terselamatkan.

Sepulang dari penangkapan,Idroes seperti memiliki gairah baru dalam membangun sebuah jenis rokok. Maka ia membuat rokok kretek Merdeka dengan kertas papier berwarna merah. Soedjagadpun mengekor dengan membuat merk rokok kretek Proklamasi.

Setelah beberapa lama lahirlah Dasiyah,putri Idroes yang kelak biasa dipanggil Jeng Yah dan disusul putri kedua yakni Rukayah. Sedangkan Soedjagad yang telah menikah dengan seorang wanita kaya raya asal Madura  juga memiliki seorang putri bernama Purwanti.

Dasiyah yang pandai melinting rokok untuk Idroes saat minum teh membuat Idroes ingin membuat jenis rokok yang berbeda,yakni Kretek Gadis. Nama tersebut diilhami dari putrinya,Dasiyah. Lagi-lagi Soedjagad ikut membuat kretek Garwo Kulo,tapi kelihatannya penjualan tidak pesat.

Singkat cerita Dasiyah mempunyai kenalan dengan seorang pemuda yakni Soeraja namanya. Seoraja juga memiliki tekad besar ingin membina hubungan dengan Dasiyah selain itu juga ingin membuka usaha rokok juga.
Namun hal tersebut terhalang saat peristiwa G30SPKI. Dasiyah dan Idroes tertangkap dan dinterogasi. Sedangkan Soeraja melarikan diri sembunyi-sembunyi.

Sampailah Soeraja berkenalan dengan Purwanti,putri dari Soedjagad. Walau hati Soeraja masih tertinggal pada Dasiyah,namun demi upayanya membuka bisnis rokok. Soeraja menerima bantuan dari Soedjagad.

Sementara perjalanan ketiga anak Romo Soeraja sudah hampir bertemu dengan Jeng Yah. Dari pertemuannya dengan adik Jeng Yah,Rukayah maka semua misteri masa lalu Romo Soeraja ayah mereka dan sang ibu Purwanti serta kakek mereka Soedjagad terkuak.

Dari cerita diatas saya kagum dengan sosok Idroes Moeria dan Soeraja dalam hal membangun bisnis pada masanya. Mereka teguh berperan aktif dalam pembuatan rokoknya. Walau ternyata hal tersebut penuh liku dan masalah tapi mereka dapat menghadapinya.

Ceritanya seperti cerita tradisional bukan yang modern pada masa kini. Kita ikut terbawa dalam suasana pembuatan rokok dengan segala aroma tembakau dan cengkeh, serta intrik keluarga turun temurun dijamannya. Menarik. Tema yang membuat kita terkenang.

“Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s