Antologi Rasa – Ika Natassa

Posted on Updated on

Dalamnya hati manusia siapa yang tahu. Siapa yang menyangka persahabatan sekian lama dapat memendam perasaan berbeda pada satu sama lain saling berkejaran :). Judul buku ini amat sesuai dengan jalan cerita yang diangkat. Antologi Rasa. Pembaca seperti turut diaduk-aduk oleh perasaan ketiga tokoh dalam cerita ini. Ketiga tokoh yang diceritakan dari sudut pandang mereka masing-masing,sisi hati mereka yang bicara.

 

Antologi Rasa-Ika Natassa

Kisah cinta diam-diam saling silang diantara mereka yang sulit bertemu menjadi sebuah cerita yang unik dengan ciri khas seorang Ika Natassa. Adalah Keara,Harris dan Ruly tiga sahabat yang bekerja sebagai banker. Keara adalah seorang wanita mandiri,unpredictable,senang fotografi,tergila-gila dengan John Mayer tapi juga wanita yang rapuh bila menyangkut perasaan. Terutama perasaannya dengan Rully,sahabatnya yang selama ini diam-diam ia sayangi.

“How can we be so different and feel so much alike?”(Hal. 41)

Rully adalah seorang pekerja keras,laki-laki pada umumnya yang sebenarnya menginginkan pendamping hidup tidak neko-neko,ia hanya ingin wanita seperti Denise yang terlihat baik hati dan keibuan. Tapi itu hanya harapan Rully,Denise sendiri telah bersama Kemal,suaminya yang menyayangi sekaligus pernah mengecewakannya.

 

“We’re both just people who worry about the breaths we take,not how we breathe.” (Hal. 48)

 

Sedangkan Harris,seorang pria dengan kenakalannya dengan banyak wanita,tapi seperti yang ia katakan dalam cerita ini bahwa ia pun berhak dan pantas mendapatkan seorang wanita sebagai pendampingnya yang benar-benar ia amat cintai,yakni Keara. Dan yang membuat novel ini tambah asyik ya karena ada tokoh Harris ini 😀

 

“Instead of being fascinated by the things around us,we now try so hard to fascinate others by the things on us.” (Hal. 118)

Itulah sekelumit kisah cinta metropolitan ala Ika Natassa. Dengan gaya hidupnya yang sudah mandiri,segala sesuatu diceritakan dengan mudah didapat. Maka yang terpikir dan tercurah kini adalah masalah perasaan cinta. Bagaimana menyatakan perasaan sayang terhadap sahabat sendiri tanpa harus merusak hubungan diantara mereka?Mampukah dan bisakah mereka bertahan dengan perasaan mereka masing-masing?

Menarik. Pembaca dibuat ikut termehek-mehek 😀 dengan isi hati mereka. Sejak membaca karya Ika, Divortiare saya menyukai ceritanya yang khas,yang sudah pasti adalah penggunaan bahasa latin dalam setiap judul bagian cerita dan di Antologi Rasa ini saya semakin menyukai imajinasi penulis yang mengombang ambingkan perasaan.

“Nobody takes picture of something they want to forget.”(Hal. 164)

Antologi Rasa

Kita ikut terharu saat Keara menceritakan ayah ibunya atau bagaimana perasaannya yang tak berbalas terhadap Rully. Ikut bahagia saat Harris bisa bersama dengan Keara walau hanya mampu memujanya dan menjadi ‘shoulder to cry on’ Keara. Atau saat Rully sedang menghabiskan waktu bersama Keara,tanpa ia memikirkan Denise sejenak. Dimana kita ikut tercekat saat ketiganya tanpa mereka sadari memiliki pesona masing-masing dan tak ada yang tahu mereka saling dicintai.

Keseluruhan,cerita ini asyik dibaca,asyik diikuti ceritanya,menarik karena aneka rasa,rasanya tertuang dalam kisah mereka bertiga. Pembaca dibuat tak jenuh dengan isi hati tokoh utama dan ingin terus menuntaskan membaca. Cocok kalau diangkat ke film 🙂

Iklan

2 thoughts on “Antologi Rasa – Ika Natassa

    Ernawati said:
    20 Mei 2014 pukul 20:37

    Penasaran pengen baca jadinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s