Pintu Harmonika – Clara Ng & Icha Rahmanti

Posted on Updated on

Pintu Harmonika

Pintu Harmonika adalah gambaran dari pintu ruko (rumah toko) yang apabila ditutup maka akan terlihat mirip harmonika.

Novel ini bercerita tentang tiga anak berbeda usia yang senang menghabiskan waktu luang di lahan kosong ditumbuhi ilalang,mereka menyebutnya surga. Surga di bumi. Karena hanya disanalah mereka dapat melakukan aktivitas yang disukai tanpa gangguan. Hingga suatu waktu surga tersebut akan dijual oleh pemiliknya.

Ceritanya di bagi tiga bagian dari tiga masing-masing tokoh dan sudut pandang mereka.

Bagian pertama berjudul,Jurnal (Bukan Diary) Rizal Zaigham Harahap. Rizal Harahap adalah remaja SMA yang tinggal dengan ayahnya Firdaus Harahap. Sepeninggal ibunya mereka pindah dan memiliki toko kelontong di ruko yang saat ini ditempati.

Rizal merupakan anak pandai dalam pencitraan,ia berhasil menjadi sangat populer baik di dunia nyata dan di dunia maya. Dalam blog dan twitternya ia dapat bercerita tentang hal-hal yang sebenarnya di luar kebiasaannya.

Lalu kisah Rizal yang mau tidak mau berkenalan dan berurusan dengan seorang gadis cantik teman sekolahnya, Cynthia,demi mendongkrak nilai sekolahnya yang menurun. Rizal juga ikut menentang dengan caranya bersama Juni,teman surganya,saat mengetahui surga tersebut hendak dijual.

Menurut saya kisah Rizal kurang menarik,menyimak petualangan Rizal dengan Cynthia terkesan biasa khas anak ABG. Walaupun sebenarnya ceritanya disisipi hal-hal yang membuat kita tersenyum.

Ceirta bagian ke dua adalah, Catatan Harian Seorang Tahanan Rumah Juni Shahnaz. Juni adalah seorang anak pengusaha sablon,Niko di komplek ruko tersebut. Juni sebenarnya merupakan remaja SMP yang pandai. Tapi berkat aksi bully nya di sekolah ia diskors di dalam rumah tak boleh kemana-mana dan membuat pengaruh yang buruk terhadap bisnis sablon ayahnya.

Juni juga ikut membantu bersama Rizal yang telah dianggapnya sebagai kakak dan guru atau suhu,ia menyebutnya,untuk mencegah surga dijual.

Menarik,kita dapat mengetahui apa isi kepala dan apa sebenarnya yang diinginkan oleh seorang remaja tanggung seperi Juni. Sebagai orangtua harus lebih cerdik agar Juni dapat lebih mengerti dan mendengarkan mana yang lebih baik dilakukan.

Bagian ketiga berjudul Catatan David Christian Hadijaja a.k.a David Edogawa. Menurut saya kisah David inilah yang menarik. David seorang anak SD berkacamata memiliki jalan pikiran layaknya orang dewasa. Ia tinggal bersama mamanya yang memiliki usaha kue malaikat di rukonya.

“Music is life,that’s why our hearts have beats.” (Hal. 251)

David berkisah kerisauannya, mamanya yang terlihat sedih dan tak ada lagi gairah hidup seperti dlu. Ia pun penasaran dengan selembar bulu hitam yang ditemukannya di lantai atas jemuran. Belum lagi segala teka-teki suara gaduh yang ada di ruko mereka. David juga merasa kesal karena tidak diajak serta Rizal dan Juni dalam misinya menggagalkan surga yang ingin dijual.

“Life is like piano. The white keys represent happiness and the black keys show sadness. But as we go through life,remember that the black keys make beautiful music too.” (Hal. 283)

Hanya diakhir ceritalah teka-teki David terjawab. Unik dan sedikit seru. Gaya penceritaan dan akhir yang berbeda membuat pembaca ingin ikut mengetahui teka-teki David.

Secara keseluruhan novel ini seperti membaca cerita pendek yang ringan. Petualangan drama yang membuat orang dewasa dapat belajar lebih mengerti dari perilaku tiga anak tersebut. Walaupun saya menemukan ada sedikit penggunaan bahasa yang salah cetak tapi novel ini cukup bisa dinikmati karena ada nilai positif yang dapat diambil dari cerita masing-masing.

Iklan

2 thoughts on “Pintu Harmonika – Clara Ng & Icha Rahmanti

    Ernawati said:
    25 Januari 2014 pukul 17:34

    Pengen baca juga nih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s