The Hunger Games : Catching Fire

Posted on Updated on

“Remember who the real enemy is.”

Sekuel ke dua dari The Hunger Games ini lebih berkembang jalan ceritanya. Mungkin karena posisi sutradara yang diganti oleh Francis Lawrence ceritanya lebih berisi,paling tidak mendekati dengan cerita novelnya.

Catching Fire

Cerita bergulir setelah masa-masa kejadian The Hunger Games ke 74 dilangsungkan. Masa kemenangan dan trauma yang berlanjut atas kematian-kematian di kompetisi tersebut pada Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson). Mereka kini sedang melakukan tur kemenangan ke berbagai distrik di Panem. Nampaknya kemenangan dengan bumbu romansa di antara mereka berdua secara tidak langsung memicu berbagai perlawanan dari berbagai distrik.

Tapi ini tidak akan berlaku bagi President Coriolanus Snow (Donald Sutherland). Ia tetap berusaha menunjukkan kekuasaannya mencoba mencegah api yang sudah tersulut dengan berupaya membujuk dan sedikit mengancam terhadap Katniss untuk menunjukkan kepada semua distrik bahwa ia benar-benar mencintai Peeta dan bukan hanya sandiwara kompetisi semata.

Primrose Everdeen: Since the last games, something is different. I can see it.

Katniss Everdeen: What can you see?

Primrose Everdeen: Hope.

Tidak hanya itu,President Snow juga membuat kompetisi Quarter Quell sebagai perayaan 25 tahun The Hunger Games. Suatu cara mengumpulkan para pemenang dari masing-masing distrik untuk kembali bertarung di dalam arena. Dalam misinya President Snow dibantu oleh games keeper yang baru yakni Plutarch Heavensbee (Philip Seymour Hoffman).

“I don’t want anyone else in there. Just you.”

Pada akhirnya Katniss dan Peeta harus kembali turun ke arena. Masih didukung oleh Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) yang tetap tenggelam dengan botol-botol minumnya dan tentunya kita masih dapat melihat gaya eksentrik Effie Trinket (Elizabeth Banks),lihatlah bagaimana di film ini Effie terlihat cukup emosional saat melepas Katniss dan Peeta untuk bertarung. Tidak ketinggalan perancang busana yang selalu mendukung Katniss lewat karyanya,Cinna (Lenny Kravitz) dimana Katniss benar-benar harus kehilangan…

“Stay alive.”

Disinilah musuh sebenarnya yang harus dihadapi, yang merupakan misi utamanya. Katniss dan Peeta bertemu banyak tribut lainnya,seperti Finnick Odair (Sam Claflin) dan Mags (Lynn Cohen) yang sudah tua . Bahkan banyak pula yang ingin bersekutu dengan mereka berdua. Saya sebenarnya lebih menyukai gaya akting cuek Johanna Mason (Jena Malone).

“Katniss, you have been our mission from the beginning. The plan is always to get you out. Half the tributes were in on it. This is the revolution, and you are the mockingjay.”

Film yang menceritakan konflik lebih dalam sosok Katniss dan Peeta. Juga gambaran dunia Katniss dengan adiknya,Primrose Everdeen (Willow Shields) dan Gale Hawthorne (Liam Hemsworth). Menurut saya film ini cukup menjanjikan ditambah akting Jennifer Lawrence yang memang bagus.

The Hunger Games Catching Fire

Iklan

2 thoughts on “The Hunger Games : Catching Fire

    Ernawati said:
    25 Januari 2014 pukul 17:39

    Kalau filmnya aku cuma mau lihat akting Jennifer sama Kravitz aja πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s