And The Mountains Echoed – Khaled Hosseini

Posted on Updated on

Kulihat peri kecil muram
Di keteduhan pohon kertas
Kumengenal peri kecil muram
Yang tertiup angin suatu malam

Kisahnya dibuka oleh sebuah dongeng yang dibacakan Saboor kepada kedua anaknya yang masih kecil Abdullah dan Pari. Dongeng tentang Baba Ayub yang harus merelakan anaknya,Qais diambil oleh Div,sejenis jin. Dari dongeng tersebut dapat disimpulkan rasa kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya dan kelak dongeng tersebut hampir mirip bergulir menghampiri keluarga mereka.

“Untuk menjadi berani,harus ada yang dipertaruhkan.” (Hal. 23)

Buku ke tiga Khaled ini sesuai dengan judulnya,Dan Gunung-Gunung pun Bergema. Segala sesuatu yang kita pilih,kita ambil dalam setiap keputusan hidup tanpa kita sadari akan berefek kepada yang lain. Ceritanya ditulis dengan alur maju mundur dari setiap subjek yang berbeda dari sudut pandang lain yang saling berhubungan.

Sepeninggal ibunya Abdullah dan Pari adalah kakak beradik yang saling melengkapi. Mereka hidup bersama ayahnya,Saboor di sebuah desa Shadbagh di Afghanistan. Saboor telah menikah lagi dengan Parwana dan memiliki dua orang anak,anak pertama tak dapat bertahan hidup akibat suhu dingin yang melanda desa mereka. Maka lahirlah anak kedua,Iqbal yang menjadi saudara tiri Abdullah dan Pari.

Abdullah sangat menyayangi Pari,ia akan berbuat apapun demi adiknya. Abdullah adalah kakak sekaligus ibu bagi Pari. Hari- hari kecil Pari diasuh oleh Abdullah,bukan dengan ayahnya.

Lalu kisah memilukan dialami Abdullah. Ia harus berpisah secara tak rela dan terpaksa oleh Pari.
Pari kini diasuh oleh sepasang suami istri Sulaeman Wahdati dan Nila. Maka hari-hari Abdullah akan menjadi bertambah berat.

Cerita selanjutnya adalah bagaimana pertemuan Parwana,istri Saboor dan latar belakang hidupnya hingga akhirnya dapat menikah. Parwana merupakan gadis yang biasa-biasa saja,semua orang akan memandang lebih terhadap Masooma,kakak perempuannya yang cantik. Itu sebelum Masooma mengalami sebuah kecelakaan yang pada akhirnya ia harus merelakan hidupnya untuk Parwana.

Parwana juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Nabi. Nabi bekerja di kota Kabul kepada pasangan Sulaeman dan Nila. Sejak Nabi melihat Nila,majikannya yang cantik ia merasa bahagia dan menyayangi wanita tersebut. Maka dari kejadian Nabi tersebutlah nasib hidup seseorang berubah yang bergaung kepada keturunan selanjutnya. Nabi juga seorang yang setia merawat tuannya,Sulaeman di kala sakit-sakitan.

“Jika kau sudah hidup selama aku,Kau akan mengerti bahwa kekejaman dan kemuliaan hanyalah nuansa berbeda dari warna yang sama.” (Hal. 27)

Dalam novel ini juga akan diceritakan sosok Nila,wanita yang digambarkan sangat cantik dan misterius. Diceritakan pula bagaimana saat Nila akhirnya hanya hidup berdua dengan Pari,di kota Paris.
Pari pun hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Sampai ia mendapat telepon dari seseorang bernama Markos,yang membacakan surat-surat Nabi yang menceritakan kisah hidupnya selama ini yang berhubungan dengan jalan hidup Pari.

“Tengoklah telapak tangan seorang muslim,dimanapun kamu berada dan kamu akan melihat sesuatu yang menakjubkan. Semuanya memiliki garis-garis yang sama. Artinya?artinya,garis-garis di tangan kiri seorang Muslim membentuk angka delapan puluh satu dan yang di kanan membentuk angka delapan belas. Kurangi delapan puluh satu dengan delapan belas dan berapa yang akan anda dapat?Enam puluh tiga. Itulah usia Nabi Muhammad saat wafat,semoga Allah memberkatinya.” (Hal. 116)

Cerita bergulir lagi di masa tua Abdullah yang telah memiliki seorang anak,Pari juga namanya. Abdullah yang sakit-sakitan dan juga telah ditinggal mati lebih dulu oleh istrinya itu membuat Pari anaknya merasa kasihan. Ia berusaha mempertemukan dengan saudara kandungnya yang selama ini dirindukannya. Maka dua Pari akhirnya akan bertemu. Akankah Abdullah mengingat Pari,saudara kecilnya tersebut…

“Kabul seperti….seribu tragedi per kilometer persegi.” (Hal 212)

Lalu akan ada cerita Iqbal adik tiri Abdullah yang hidupnya sulit bersama anaknya,Gholam. Walaupun selama ini Abdullah pun tak lupa juga turut membantu kehidupan Iqbal. Mereka bertemu Baba Jan dan anaknya,Adel yang tak bersahabat.

Novel yang kompleks menurut saya,Khaled berhasil menyuguhkan sebuah cerita dari sudut pandang berbeda. Penulis kembali menceritakan kisah haru dari Afghanistan disaat dua orang kakak beradik dipisahkan layaknya dua orang yang saling mencintai berpisah secara paksa. Cerita sebab akibat yang menarik.

“Apakah kau menyadari betapa kuat Tuhan menciptakanmu?Betapa kuat dan betapa baik Dia telah menciptakanmu?”(Hal. 478)

Sebenarnya itulah inti cerita novel tersebut. Menurut saya kisah yang tidak perlu berpanjang-panjang adalah kisah Idris dan Timur serta Markos,mamanya,Madaline dan Thalia. Mungkin itu adalah gema yang samar-samar tidak secara langsung terdengar,menurut penulis.

Jauh di balik benar dan salah,ada sebuah padang terbuka. Kutemui kau disana. (Jalaluddin Rumi,abad 13)

Iklan

2 thoughts on “And The Mountains Echoed – Khaled Hosseini

    Ernawati said:
    13 Januari 2014 pukul 20:08

    Bagus yaa bukunya, btw theme wp ini elegan 🙂

      matureorchid responded:
      13 Januari 2014 pukul 20:40

      Iya tapi kurang mengharukan :). Sesuai sama yang punya blog dong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s