Schindler’s List

Posted on Updated on

Satu lagi film yang banyak didengungkan orang tidak hanya karena banyak memenangkan penghargaan,termasuk Academy Awards tapi karena jalan cerita film ini yang membuat penonton kagum dan menyentuh.  Di Indonesia sendiri dengungnya yang saya tahu hanya sebatas ‘dengar_dengar’ saja karena film ini dilarang beredar disebabkan adanya unsur Yahudi. Namanya orang,sesuatu yang dilarang malah membuat penasaran tentunya,bukan?hehehe….

Schindler's List

Film dengan durasi 3 jam ini diproduksi secara hitam putih,saya baru mengetahui juga keseluruhan jalan cerita film ini,ada kesamaan unsur cerita seperti di film Anne Frank. Pembunuhan yang dilakukan tanpa alasan dan dilakukan dengan keji merupakan hal yang kejam dan menentang nurani bagi siapapun yang menyaksikannya.

Film yang diangkat dari sebuah novel berjudul Schindler’s Ark karya Thomas Keneally ini dibuat tahun 1993 dan disutradarai oleh Steven Spielberg. Kisahnya tentang orang-orang Yahudi yang diselamatkan oleh Oskar Schindler (Liam Neeson) berbekal daftar nama pada beberapa lembar kertas.

Setelah Polandia diinvasi Jerman maka orang_orang Yahudi dipindahkan ke pusat – pusat kota,salah satunya kota Krakaw. Sementara muncul seorang bernama Oskar Schindler. Schindler berhasil membuat kesan yang baik terhadap petinggi – petinggi NAZI dan perwira SS. Ia lalu membuat sebuah pabrik panci dan poci dengan tenaga kerja orang – orang Yahudi tersebut. Schindler selalu dibantu oleh seorang akunting Yahudi yakni Itzhak Stern yang dimainkan oleh Ben Kingsley,saya jadi teringat aktingnya sebagai ayah Anne di film Anne Frank yang juga terselamatkan dari kejamnya NAZI.

Pada awalnya hubungan Schindler dan Stern berjalan hanya urusan pekerjaan,namun seiring waktu keduanya seperti saling membutuhkan dan saling membantu. Tapi Schindler dalam film ini digambarkan penuh kasih terhadap siapapun terutama kepada orang – orang yang ingin dan telah ia selamatkan,tak ada rasa sungkan maupun perbedaan ras terhadap mereka. Simak saat Stern lupa membawa kartu kerjanya lalu ia siap hendak dibawa pergi dengan kereta ,tapi Schindler berusaha mencari dan berhasil menemukan walaupun dengan dalih bisnis yang ia tangani.

Hingga suatu ketika datanglah perwira SS,Amon Goth (Ralph Fiennes) yang mengubah tatanan yang selama ini membuat orang Yahudi tersebut dapat hidup cukup layak. Amon dngan segala kekuasaannya senang sekali mengacungkan senjatanya lalu tanpa alasan apapun ia tak kan segan – segan untuk membunuh para korbannya. Hal ini mengusik Schindler,lalu ia berusaha untuk menyelamatkan nyawa sebanyak dan semampu ia bisa. Bersama Stern ia membuat daftar nama panjang siapa – siapa saja yang akan diselamatkan untuk kemudian dipekerjakan di pabrik kampung halamannya.

Pada saat itu sungguh merupakan ide dan niat yang sangat baik. Menurut catatan Schindler berhasil menyelamatkan sekitar 1100 nyawa orang Yahudi. Bahkan di film itu sebenarnya Schindler masih merasa menyesal karena ia tidak bisa menyelamatkan lebih banyak lagi.

Filmnya memang bagus,sinematografi yang menarik karena dibuat secara hitam putih,kecuali seorang gadis kecil bermantel merah yang berusaha sembunyi namun apa daya ia pun tak terselamatkan. Akting yang menarik menurut saya Ralph Fiennes sebagai Amon,dalam bayangan saya Fiennes tidak pantas memerankan tokoh ini namun ternyata ia berhasi keluar dari zona kalem dari wajahnya,maka karena kalem wajahnya tersebutlah ia menjadi tokoh yang sangat dibenci dan ditakuti. Lain halnya dengan Liam yang di film ini masih terlihat muda ,seperti biasa Liam selalu berperan ‘kebapakan’ dan kali ini mampu menunjukkan sikap yang menarik. Salut tentunya terhadap Spielberg yang berhasil membuat film ini menjadi ‘hidup’.

“Whoever saves one life, saves the world entire”

Iklan

2 thoughts on “Schindler’s List

    erna maryoto said:
    25 Oktober 2013 pukul 12:43

    Nice blog’s theme, I like it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s