Yogyakarta Oct 22, ’10 4:44 PM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Damien Dematra
Jumat | 22 Oktober ’10 | 16.15 WIB

Bisa dibilang ini entah salah berapa,novel yang aku baca “too good”. Isinya hal-hal dan kebetulan-kebetulan yang amat baik. Serba pas. Dalam arti novel yang gak ada intrik berat. Latar belakang masalah dari masing-masing tokoh cenderung ringan,kecuali menurutku yang dilanda oleh Gerson.

Adalah Ananda Karmila seorang ibu kos yang biasa dipanggil Bude oleh anak-anak kostnya. Didirinya masih mengalir ‘darah biru’. Kostnya pun berada dalam lingkungan keraton. Sangat pemilih dalam hal siapa yang menempati kostnya.

Suaminya Puntadewa Mangkubumi telah wafat. Bahkan selama menjadi istrinya ia tak pernah benar-benar mencintai Puntadewa. Yang dicintainya hanyalah Fritz Adiguna,temannya. Karena ia harus menuruti titah keluarga untuk dijodohkan.

Ananda memiliki seorang putra Yudhistira yang tinggal bersama dengan anak-anak kost lainnya. Yudhistira digambarkan seorang yang pasif terhadap wanita. Dikarenakan ia memiliki kesedihan terhadap hubungan cintanya dengan seorang pemain Flute,Antonia yang telah tiada sewaktu ia berada di New York.

Hmm…traumanya Yudhistira ini kok rasanya berlebihan. Bahkan ia mengalami itupun baru berumur 15 tahun. Rasanya kisah cinta pertama memang tak dapat dilupakan ya.

Lalu,anak kost baru wanita bernama Olivia,dari Jakarta. Niatnya hanya ingin menunda,melarikan diri dari keluarga besarnya,karena dijodohkan dengan pria pilihan,Bernard Wibowo.

Sejak mengenal Yudhistira yang terlihat acuh,Olivia malah merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta. Ia merasa cocok dengan Yudhistira. Begitu juga sebaliknya. Namun,trauma Yudhistira yang belum dapat dihilangkan dan masalah perjodohan Olivia sempat menghambat hubungan mereka.

Lalu ada Gerson,dari Ambon. Kota konflik. Jadi,semasa kecil ia memiliki trauma akan ayahnya yang telah dianiaya dan mati oleh sekelompok orang dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Ia ditinggal bersama ibunya yang juga menderita,mengalami kelainan jiwa. Gerson hingga kini masih tak dapat menjawab kenapa sekelompok orang itu membunuh ayahnya.

Nah,kalau traumanya Gerson baru tuh,terasa berat. Karena ia menyaksikan sendiri dan pada usia yang terbilang kecil.

Yahya,dari Pontianak. Kuliah Kedokteran. Masa lalunya dengan Monalisa,ia merasa dibohongi tapi tak dapat memungkiri kalau ia juga mencintai wanita tersebut.

Yang ini juga trauma biasalah…Cuma butuh keberanian aja. Apalagi Monalisanya juga cinta :).

Karta,dari Medan. Sejak kecil dituntut menjadi seorang penyanyi. Sempat menjadi orang yang tinggi hati. Namun dididik oleh Bude menjadi lebih baik.
Diceritanya sih bener-bener kebetulan. Karta disuruh ngamen di malioboro,ketemu temen- ngamen juga,trus ada produser rekaman,diajak deh hehehe…..kurang sip.

Tarjo,dari Madura. Ayahnya seorang poligami. Menginginkan agar sekolah di Pesantren. Kebingungannya hanya ia akan memilih menjadi seorang Kiai ataukah seorang akuntan.
Ah,gak ada tantangannya.

Nama mereka semua kalau dijadikan satu menjadi Yogyakarta. Duh,tapi gimana yaa…cerita kurang meledak-ledak. Tapi bolehlah porsi jalan-jalannya.

Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s