Negeri 5 Menara Aug 11, ’11 3:02 PM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: A. Fuadi
Baru kesampaian baca bukunya A. Fuadi – Negeri 5 Menara :))

Lagi-lagi bukti bahwa buku memang merupakan jendela informasi dan pengetahuan. Lagi-lagi pula saya menjadi salah seorang yang sedikit banyak tahu mengetahui bagaimana seluk beluk kehidupan “Pondok Pesantren” apalagi Pondok yang dikisahkan A. Fuadi merupakan pondok modern terkenal.

Saya begitu terpesona dengan siswa-siswa pondok,yang begitu giat sekali dalam mengejar ilmu,begitu rajin dalam kegiatan pondok dan kreatif dalam hal apapun.

Hampir tak pernah diselipkan kata malas dalam diri mereka. Seluruh waktu dibuat agar jangan sampai terbuang percuma. Segenap waktu dan tenaga digunakan untuk hal yang baik. Kenakalan masa remaja mampu diredam dalam sebuah pondok.

Inilah kisah Alif Fikri ,seorang pemuda dari Maninjau,Bukittinggi-kota asal sastrawan Buya Hamka. Awalnya Alif tidak setuju disekolahkan di Pondok Madani,Jawa Timur. Alif ingin melanjutkan ke sekolah umum dan meraih sarjananya di ITB. Namun,atas desakan Amak (ibu) nya yang merasa khawatir dengan kualitas pemimpin agama dan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Amak meminta Alif untuk masuk PonPes. Singkat cerita jadilah Alif menetap dan menimba ilmu selama 4 tahun di Pondok Madani.

Jauh dilubuk hatinya yang merasa belum ikhlas akan sekolah di PM namun karena kesibukan kegiatan di PM yang semakin lama semakin bermanfaat,Alif mulai merasa betah.

Apalagi Alif disana memiliki teman-teman yang dikenalnya sangat baik. Diantaranya, Atang berasal dari Bandung,Raja Lubis asal Medan,Lalu Said Jufri dari Surabaya, Baso Salahuddin dari Gowa tak ketinggalan Dulmajid asal Madura. Mereka dikenal dengan “Sahibul Menara”.

Alif dan teman-temannya banyak mencerna pengalaman yang didapat dari PM. Sejak awal menginjakkan kakinya yang harus patuh terhadap peraturan dan hukuman PM. Lalu mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan.

Ada kisah dimana siswa-siswa ini grogi bila bertemu dengan sosok wanita. Termasuk kisah Alif yang ingin berkenalan dengan seorang wanita,Sarah. Bagi merka makhluk bernama wanita adalah maklhuk ajaib,karena hampir selama di PM mereka tidak diperkenankan bergaul dengan wanita 😀

Kalimat sakti nya adalah “Man Jadda Wajada” – Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dari sanalah siswa-siswa PM berhasil dan nyaris tak ada kata tak mungkin dalam kamus mereka.

Walaupun begitu Alif tetaplah seorang yang terkadang masih saja meragukan keberadaannya di PM tersebut. Ia resah karena cita-citanya di ITB tidak tercapai dan keinginan untuk tetap melanjutkan sekolah umum masih besar.

Saya sebagai pembaca merasa ikut terpacu membaca kisah semangat Alif dan teman-temannya. Walaupun rasanya kisah ini sedikit mirip dengan kisahnya Laskar Pelangi :). Dalam buku ini ada motivasi untuk terus maju juga ada kepedulian antar sesama. Cerita sukses Alif dan teman-temannya yang mengejar impian patutlah dicontoh,berbekal “Man Jadda Wajada” itulah mereka dapat berhasil.

Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s