Minggu Pagi Di Victoria Park Jun 7, ’10 2:22 PM

Posted on

for everyone
Category: Movies
Genre: Drama
Senin | 7 Juni 2010 | 13.27 WIB

Untuk yang kedua kalinya menonton film yang dimainkan oleh Lola Amaria,dan unutk film ini disutradari oleh Lola sendiri. Salah satu Produsernya Sabrang Mowo Panuluh yang lebih dikenal Noe Letto.

Sedikit bertanya-tanya juga bagaimana latar belakan pertemuan 2 tokoh musik dan film ini bertemu lalu bisa bekerja sama dan menghasilkan sebuah film…??
Lalu pada saat adegan Sekar (Titi Sjuman) ingin mengiris nadi ditangannya,ada perbedaan keberlanjutan. Adegan pertama Sekar ditemukan berdarah-darah ditangannya,lalu adegan berikutnya kamera menangkap tangan sekar tidak memperlihatkan pendarahan seperti adegan pertama..hmmm…??

Uniknya,Sekar lebih banyak mengenakan pakaian berwarna ungu.

Film ini menurutku irit. Irit make up karena sepanjang cerita para pemain menggunakan make up yang minimalis nyaris tanpa make up yaa..mengingat juga ini cerita para TKW yang memang dari sananya tidak glamour. Lalu irit pemain karena beberap pemain melakukan pekerjaannya sekaligus di belakang layar baik dari sutradara,penata musik,produsernya (walalu sesaat) hehe…

Ceritanya,Mayang (Lola Amaria) putri pertama dari pasangan Sukardi dan Lastri. Mayang memiliki pribadi yang lebih tertutup dibandingkan adiknya yakni Sekar (Titi Sjuman). Sekar lebih populer dibanding Mayang,Sekar lebih disayang oleh ayahnya. Karena selama ini telah mampu menghidupi keluarga banting tulang sebagai TKW di Hongkong.

Namun suatu keadaan,Sukardi memaksa Mayang untuk mencari dan menemukan adik kandungnya tersebut. Alih-alih,Mayang sendiri merasa ragu apakah ia sendiri sebenarnya menginginkan Sekar pulang ataukah tidak.

Di Hongkong Mayang tidaklah sendirian.Ya..salut dengan negeri ini,kalau dilihat dari film ini pemberi kerja (majikannya) terbilang baik dan tidak macam-macam tidak seperti di negeri tetangga yang gemar sekali menyiksa TKI.
Mayang banyak bertemu dengan teman seperjuangannya,sesama bangsanya. Dari sini bisa terlihat pergaulan TKW kita,dari yang masih tetap lugu sampai penyimpangan pergaulan (Yati dan Agus) tapi gaya mereka tetap sama seperti layaknya di kampungnya.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa Timur (dari bahasa yang digunakan). Mayang berteman dengan Sari yang memiliki pasangan mirip?? Sharukh Khan hehe..tapi ternyata hanya digunakan untuk ‘menumpang hidup’. Ada lagi Tuti,yang gaya bicaranya terlihat asyik tapi berusaha setia kawan. Dan Menuk yang (lagi-lagi) mirip?? dengan salah satu personel “The Virgin” gaya tomboi tapi “helpfull”.

Dan ada mas Gandhi (Dony Damara) hmm…artis jadul niih…seorang pekerja konsulat namun sering bergaul dengan para TKW2 ini. Juga ada Vincent (Donny Alamsyah) seorang pedagang yang juga berteman dengan mereka semua,sering berkumpul di warung Bu’de. Dan di hari Minggu Pagi TKW Indonesia ini kumpul-kumpul di Victoria Park.

Enaknya mereka,seperti berada di negeri sendiri,fasilitas seperti barang-barang kebutuhan bisa ditemukan di Hongkong ini dari Kopi Kapal Api,Larutan Penyegar sampai obat minyak kayu putih. Dan gak ketinggalan kebanyakan dari mereka sudah fasih dengan bahasa Indonesia terutama toko-toko kelontong. Fasilitas pengiriman uang yang mudah juga diperlihatkan disini walau sponsor tetep harus nongol.

Kisahnya Sekar yang terlilit hutang berusaha mengais-ngais rezeki dengan berbagai profesi (ciee…). Salut juga untuk akting Titi Sjuman yang lepas dari atribut aslinya. Tapi gak kalah juga akting Lola yang semakin pas kalau berperan untuk wanita dewasa ayu yang lugu hehehe…

Kisahnya berakhir bahagia,Mayang sadar dan berhasil menemukan dan menyelamatkan sang adik juga berani untuk menjalin hubungan dengan Vincent :). Simple.

Opening musicnya terdengar apik dan enak.

Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s