Manjali dan Cakrabirawa Aug 16, ’10 3:50 PM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author: Ayu Utami
Rasanya menurut saya,Penulis itu memilki alter ego. Yang dituangkan ke dalam sebuah cerita dan didalamnya adalah tokoh-tokoh yang diinginkan penulis bahkan mungkin tokoh itu tercipta berasal dari diri si penulis alias pengalaman sendiri. Ternyata cerita yang dibuat memang menghasilkan dan juga mampu menghipnotis pembacanya seakan itu adalah nyaris kenyataan.

Rahasia.

Pernahkah merasakan seperti apa yang digelisahkan dan diinginkan oleh Marja?

Saat berjauhan dengan sang kekasih,merasa bersalah lalu ternyata begitu hangat dengan sahabat yang juga rasanya ingin dekaat terus.

Lalu ingin bermanja-manja tapi gengsi hahaha…
Atau,pernahkah merasakan hal yang sama yang dialami oleh Yuda?

Saat merasa terjebak oleh hal yang tidak kita inginkan namun sulit untuk menolak. Dan merasa terpenjara oleh nalar seseorang yang kita sendiri sudah tahu akan menjadi sulit dan menyulitkan.

Bahkan mungkinkah kita ingin menjadi seperti ParangJati yang bergaya tenang,memiliki prinsip dan seolah ia memilki kemampuan menjawab,menganalisa untuk setiap pertanyaan.

Misteri.

Merasa,apa yang ada dalam hati lalu berharap menjadi kenyataan. Lalu,semua yang dituduhkan terjebak dalam sebuah logika.
Lagi-lagi Parang Jati yang ‘kan menenangkan Marja.

Marja Manjali. Yang kebetulan memiliki kesamaan nama dengan Ratna Manjali putri Calwanarang.

“Jika kebetulan-kebetulan terjadi terlalu banyak dan cocok satu sama lain,apakah kita tetap percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?”

Ya,banyak kebetulan hadir dalam novel ringan ini. Apalagi yang sudah agak lupa dengan sejarah karena tersihir oleh kerlap kerlip kota.
Asyiknya Marja dengan Parang Jati mendiskusikan apa yang masih menjadi misteri,memecah kesunyian diantara mereka,membantu Ibu Murni walaupun dilatarbelakangi oleh sejarah yang berbeda.

Di bagian ini rasanya ikut-ikutan menelisik kedalam sebuah misteri hehe…Penulispun membumbuinya dengan hal yang mistis pula.

Teka-Teki.

Kala,misteri terpecahkan.
Ada kelegaan,ada kesedihan dan masih ada tanda tanya yang harus di jawab.

Seperti yang dikatakan Parang Jati
“Jika kita tidak menemkuan,maka kita belum menemukannya.”

“Harus dapat membedakan telur gaib dan telur biasa.”

Nah..sebenarnya kalau membaca novelnya Ayu Utami ini bisa sedikit berfilosofi ke dalam ungkapan-ungkapan yang diucapkan Parang Jati. Permainan kata dan membolak-balikkan logika nyaris memiringkan fakta.

Rasanya,saya masih tetap kagum dengan sosok Parang Jati seperti yang digambarkan di novel ini 🙂

Tag

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s