Kumpulan Cerpen Dari Datuk Ke Sakura Emas Jun 13, ’11 2:22 PM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: 14 Penulis Kontemporer Indonesia
Saya suka dengan kumpulan cerpen “Dari Datuk Ke Sakura Emas” ini.
Kumpulan cerita yang ditulis oleh 14 penulis kontemporer dan senangnya lagi,membeli kumpulan cerpen ini saya turut membantu kelanjutan hidup dari Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin :).
Saya suka karena beberapa cerita memiliki kejutan yang menanti.

Diantara kejutan itu ada “Datuk” (A. Fuadi),saya membayangkan tokoh
datuk ini seperti ato’ (panggilan paman) nya Upin Ipin hahaha…
Begitulah dikala manusia berencana hingga matang namun Tuhan
berkehendak lain. Kehendak yang kadang membuat kita kesal bahkan
menjadi lucu setelahnya 🙂

Kejutan kedua dari “Sebuah Keputusan” (Alberthiene Endah). cerita
menarik dan memang mengejutkan,walaupun sebenarnya saya sendiri
sudah menebak akhir ceritanya.

Kejutan ketiga,”Misalkan Ini Adalah Dongeng” (Clara Ng). Saya selalu
tertarik dengan kisah Clara Ng dan untuk kisah ini rasanya saya
sependapat untuk tidak melabelkan seseorang yang sedang asyik sendiri dengan gadgetnya, dengan sebutan ‘autis’.

Kejutan selanjutnya, saya sangat setuju dengan kisah Icha Rahmanti
(Sambal Dadak). Walaupun perbedaan pendapat sering timbul dengan
sang bunda,kita tetap menyayanginya. Bagaimanapun nasehat ataupun
omelan yang dilontarkan,kita tetap merindukan kasih sayang bunda.
Apapun kisah hubungan antara bunda dan anak,kita tetap
membutuhkannya.

Saya baru membaca karya Indra Herlambang ya…di buku ini. Ternyata
kisah “Pagar Soka” enak untuk dibaca tutur kalimatnya dan terbilang kocak
:))

“Di Tempatmu Berbaring Sekarang” (M. Aan Mansyur),saya seperti
didongengkan. Ceritanya mengalun ibarat musik pengantar tidur.

Cerpen Dewi Lestari “Mencari Herman” cukup lumayan. Tapi menurut saya ceritanya ‘bukan Dee banget’ 🙂
Simak kisah eyang kakung hehehe..”Pagi di Taman” (Avianti Armand) rasanya sepi juga yaa…bila ditinggal teman-teman…

Dan masih ada “Sakura Emas” (Sitta Karina) yang menurut saya malah ini nih…cirinya Dee. Selain itu karya Andrei Aksana “Ke Seberang Dermaga” kesannya jadi biasa saja ceritanya sama halnya dengan “Ingatan” (Dewi Ria Utari) yang kurang antusias.

Pilihan cerita lainnya…”Perempuan yang Berumah di Rumpun Bambu” (Putu Fajar Arcana) atau yang sudah pernah difilmkan karya Asma Nadia (Emak Ingin Naik Haji).

Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s