Kedai 1001 Mimpi Oct 19, ’11 11:21 AM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Valiant Budi Yogi
Ini bukan cerita roman yang sedang ngetren
kongkow di kafe. Tapi ini cerita miris sekaligus
lucu dari seorang TKI yang bekerja di Saudi
Arabia dari pengarang nya sendiri Valiant Budi
Yogi (@vabyo) panggil saja Vibi.
Vibi awalnya melamar sebagai Barista di sebuah
kedai kopi ‘Sky Rabbit’ tapi kisah menjadi Barista
ternyata tidak semudah yang ia kira selama ini.
Sudah sejak kedatangannya pertama kali di Saudi
ini membuat kepalanya berdenyut-
denyut,memicingkan mata dan bertanya-tanya
“Apa lagi neehh?” 😀
Vibi ditempatkan di kota Al Khobar. Dimana
secara kebetulan atau memang hanya dikota ini
saja keburukan nista orang sana tersingkap
hehe…
Yup,saya sendiri merasa kasihan dengan
Vibi,kasihan karena bangsa kita (Indonesia) yang
bekerja disana direndahkan. Tapi siih….kalau
baca terus kisah ini…menurut saya memang
dasarnya orang sana tipikal “jahiliyah” ya
begitu…terhadap istri dan anaknya saja sikapnya
kasar dan penuh dengan emosi.
Mungkinkah mereka berbuat seperti itu dengan
dalih agama?alasan mengatasnamakan Islam
(yang benar) dimata mereka yang menurut saya
kok….ini bukan Islam yang indah…
Entahlah..diluar dari atas nama agama menurut
saya perilaku bangsa-bangsa Saudi tidak pantas
dan tidak sesuai dengan logika kita. Yang katanya
diluar dari kaum mereka disebut kafir namun
kenyataanya ini kok mereka sendiri malah
condong ke kafir…nah lho…???
Membaca kisah ini saya lebih terbuka pada negeri
Saudi. Perilaku mereka jauh dari yang kita
bayangkan selama ini.
Stigma negara arab,negara Islam jauh dari
kategori tersebut. Saya sampai tidak habis pikir
dan merasa tidak percaya. Tapi karena Vibi
sendiri yang mengalami dan menceritakannya
kembali membuat saya… tetap tidak habis
pikir 😀
Tapi saya bangga dengan Vibi sikapnya
menghadapi orang-orang “ndeso” begitu sabar
walau saya kadang gemes dengan sikapnya yang
masih terbilang sabar itu :D. Kalau saya rasanya
sudah emosi saja ingin menumpahkan segala
balasan yang setimpal :D.
Saya jadi mengerti juga dengan masalah TKI kita
disana yang nasibnya kadang tinggal nama saja.
Karena ya..itu faktor dalam kisah Vibi bisa
menjadi salahsatu sebabnya.
Kasihan juga kisah Vibi dan teman-temannya
yang tidak bisa merayakan lebaran dengan puas.
Saat kita disini (Indonesia) berlebaran dengan
suka cita dan riang gembira melimpah bahagia.
Tapi disana warga muslin non Saudi merasa
didiskriminasi. Tidak libur,tidak ada suara takbir
menggema,Lebaran pun hanyalah
sepi,merindukan Indonesia 😦
Keseluruhan,saya suka dengan kisah Vibi ini.
Menceritakan perilaku yang awalnya kita anggap
suci namun tidaklah sesuci itu. Saya jadi
berpikir,mungkinkah negara Barat seperti
Amerika selama ini membenci Islam karena
pandangan mereka terhadap perilaku “Arab”
disana??
Saya jadi merasa beruntung berada di
Indonesia,Benar kata Vibi seburuk-buruknya
negeri ini tapi saya masih bisa tersenyum dengan
orang-orang yang kita sayangi. Masih ada
keramahan,keindahan dan kebanggaan lain yang
dapat kita tunjukkan :))
“Maaf,tapi dinegara miskin saya itu,saya lebih
banyak ttersenyum. Tak terbeli dengan ribuan
riyal. Lagi pula,semua kebusukan negaa
saya,Indonesia ada dinegara lain,kok. Tapi
keindahan Indonesia belum tentu dimilki negara
lain.”
Bravo @vabyo 🙂
Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s