Bumi Cinta Nov 28, ’11 5:00 PM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Habiburrahman El Shirazy
Dulu waktu pertama baca karya-karyanya
Habiburrahman El Shirazy sepertinya asyik,unik
dan bagus. Tapi kok setelah saya baca “Bumi
Cinta” rasanya malah melorot nilainya.
“Bumi Cinta” berkisah seorang pemuda bernama
Ayyas yang sedang melakukan studi bandingnya
di Rusia tepatnya di kota Moskwa. Kenapa di
Rusia?menurut penulis negara ini menjunjung
tinggi seks bebas dan pornografi. Kenapa gak di
Amerika? Menurut saya siih..karena penulis
memang telah tahu banyak soal negeri Rusia ini.
Jadi istilahnya cari gampang saja.
Singkat cerita Ayyas ini berteman dengan Devid
yang perilakunya berbanding terbalik dengan
Ayyas. Gaya hidupnya sudah seperti orang
setempat,tidak tahan bila tidak bersama wanita.
Lalu Ayyas ditempatkan satu apartmen dengan 2
wanita. Dalam hal ini sangat bertentangan
dengan nilai-nilai agama Islam yang dianut Ayyas.
Wanita tersebut adalah Yelena dan Linor. Yelena
merupakan wanita pekerja seks komersial
terkenal di Moskwa. Sedangkan Linorpun tak jauh
beda perilakunya. Ia adalah agen Mosad yang
senang membunuh orang-orang yang
berseberangan paham seperti orang Palestina.
Dan nantinya Ayyas pun akan masuk dalam
rencana jahatnya,karena dianggap memilki ajaran
agama primitif.
Di novel Habiburrahman pasti seorang pria
favoritnya dikelilingi wanita-wanita. Dan satu lagi
wanita disekekliling Ayyas adalah Doktor
Anastasia. Pembimbing Ayyas selama di MGU
guna keperluan studi Ayyas. Yang juga sama
menganggap agama yang dipeluk Ayyas
merupakan agama primitif.
Herannya wanita-wanita itu sekaligus takjub akan
sosok Ayyas. Yang ramah,pandai dan suka
menolong. Membuat wanita-wanita tersebut jatuh
hati.
Pada akhirnya memang novel ini menceritakan
gambaran iman seseorang bilamana berada jauh
dariNya,bilamana berada ditempat yang sangat
tidak mendukung dengan nilai-nilai agama yang
dianut yaitu ajaran Islam.
Saya merasa membaca novel ini tidak
nyaman,ada beberapa gambaran yang
semestinya tidak harus detil diceritakan dalam
novel ini. Dan lagi rasanya kepandaian Ayyas
diceritakan nyaris tanpa cela. Terlepas dari ini
memang novel berdakwah. Dramatisasi pada
sebuah cerita juga terbaca berlebihan jadi kurang
menarik.
Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s