Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 (KCB) (Dwilogi Pembangun Jiwa) Mar 12, ’08 10:06 AM

Posted on Updated on

for everyone
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Habiburrahmann El Shirazy
12 Maret ’08 : Wednesday : 08.45 wib
Namanya sebuah novel,apapun layak
diceritakan,dalam kondisi yang tidak mungkin
bisa saja menjadi mungkin. Segala hal yang
nyaris tak pernah atau belum pernah terjadi
dalam kehidupan nyata,bisa di tuangkan dalam
sebuah cerita menjadi seakan nyata dan ada.
Percaya akan hal seperti yang diceritakan dapat
terwujud dalam hal nyata,menghampiri
pembacanya,dengan sedikit berkhayal ataupun
berharap.
Itulah yang terjadi di novel KCB. Antara ada
dalam kenyataan atau memang sudah terjadi
namun,tidak menghampiri sebagian
pembacanya.
Kisah Khairul Azzam seorang mahasiswa S1
Cairo,Mesir dan teman-temannya satu flat,atau
teman-teman satu kampusnya tak ketinggalan
wanita-wanita di antara mereka.
Azzam ini pandai membuat bakso,jadi disaat
senggangnya dan juga untuk menambah
penghasilan ia pun berjualan bakso.
Dagangannya sudah dikenal oleh kalangan
mahasiswa ataupun dari kalangan KBRI. Azzam
masih memiliki 3 orang adik semuanya
perempuan,tinggal bersama ibunya di Dukuh
Sraten,Kartasura Solo.
Azzam ciri seorang kakak teladan,kakak yang
baik,soleh juga pemuda yang santun. Dalam
buku pertama,Azzam dan kawan-kawannya masih
berkutat di Cairo dengan kuliahnya,usaha
baksonya,masalah teman-temannya yang
berhubungan dengan makhluk yang namanya
wanita.
Ada kisah cukup membuat terharu saat seorang
kawan Azzam,Furqan mendapat musibah,antara
hidup dan mati. Disini digambarkan seorang yang
terkesan sombong Allah mampu membuat
segalanya mungkin dan membuat seorang insan
menjadi lebih baik. Walaupun saat membaca
buku tersebut,keadaan ‘sombongnya’ Furqan ini
kalau dianalogikan dengan kehidipan era kini,itu
belum apa-apa lho. Istilahnya baru sombong
kecil.
Tapi untuk Furqan ini akan muncul titik cerah
diakhir cerita. Yang membuat kita semakin
kagum akan cerita yang dibuat Kang Abik seolah-
olah memang inilah jalanNYA yang terbaik.
Di buku kedua,Azzam sudah lulus sarjana. Lalu
kembali ke Indonesia ke tempat lahirnya,
bertemu dengan saudara dan ibundanya.
Mengabdi kepada tanah airnya,terbilang sukses
usahanya karena mampu membuka lapangan
pekerjaan. Ini nih pemuda yang tidak mudah
putus asa,tidak mudah mengeluh dan pekerja
keras.
Di kampung halamannya inilah Azzam
dipertemukan jodoh yang sudah diatur NYA. Yang
dahulunya tidak akan mungkin terjadi akhirnya
menjadi kenyataan. Dan Cinta pun Bertasbih.
Novel KCB ini terkesan biasa intrik-intriknya. Lebih
apik cerita dalam Ayat-Ayat Cinta atau novelet
Dalam Mihrab Cinta. Tapi,tetap saja novel ini
mampu membangun jiwa.
Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s