A Thousand Splendid Suns Apr 15, ’09 11:13 AM

Posted on

for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Khaled Hosseini
Wednesday | 15 April ’09 | 09.53 WIB

“Siapapun tak kan bisa menghitung bulan-bulan yang berpendar di atas atapnya, Ataupun seribu mentari surga yang bersembunyi dibalik dindingnya”

Sebuah kisah dua pejuang perempuan Afghanistan,dilatar belakangi oleh realitas konflik negara tersebut di masa itu. Memilukan dan mengharukan. Kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup di kala itu yang berlangsung sangat panjang.

Kisah pertama di buka dengan perkenalan Mariam,seorang perempuan Harami. Nana (ibunya) selalu menjelek-jelekkan Jalil (ayah Mariam),namun Mariam tetap merasa memiliki kasih sayang ayahnya walaupun tidak tinggal dengan mereka,yang kini sudah memilki istri lagi dan putra putri.

Hingga,di suatu waktu,Mariam bersikeras ingin bertemu dengan Jalil. Sesampai di kediaman ayahnyapun Mariam tak ada hasil. Lalu,kenekatannya harus dibayar sangat mahal,karena sepulang menemui Jalil,Nana telah tewas gantung diri.

Kini,Mariam harus diasuh oleh Jalil. Dan mimpi buruk itupun telah dimulai. Mariam dinikahkan oleh seorang pria yang jauh lebih tua darinya-Rasheed seorang tukang sepatu.

Beralih ke kisah kedua,Laila gadis ceria dan berkeinginan kuat untuk maju. Laila selalu bermain bersama Tariq,pemuda yang hanya memilki satu kaki. Hingga pertemanan mereka berubah menjadi rasa cinta. Namun keadaan yang membuat Tariq dan keluarganya harus pergi,meninggalkan Laila. Di tengah konflik Laila akhirnya harus berpasrah ditinggal mati oleh kedua orangtuanya. Kini Laila tak memilki siapa-siapa lagi.

Kota Kabul menjadi kota yang mencekam. Bom-bom dan serangan bertubi-tubi dijatuhi di kota tersebut.

Lalu,cerita bergulir dibuat berganti antara sisi Laila dan Mariam. Keduanya dipertemukan oleh Laila. Karena nasib yang sama. Hingga Laila harus kembali berputus harapan karena kabar Tariq yang juga telah tiada. Di akhir cerita kejadian ini menambah kebusukan Rasheed. Laila akhirnya di persunting Rasheed,dijadikan istri ke dua.

Dan,cerita kekejaman Rasheed terhadap istri-istri dan anak-anak mereka terhampar di buku ini. Namun kekejaman penguasa Taliban akan menjadi lebih kejam bila Laila dan Mariam harus hidup tanpa seorang suami.
Turut sedih saat keduanya disiksa,dikurung,dipukul oleh Rasheed karena berusaha melarikan diri..hiks..duh..kasihaann..

Keduanya,berjuang akan nasib mereka. Di masanya,perempuan diceritakan sangat sulit untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Khaled berhasil mengaduk-aduk perasaan pembacanya. Rasa kehilangan dan hati yang terluka akan nasib mereka digambarkan di cerita ini.
Membayangkan betapa konflik sebuah negara mampu membuat segalanya berubah,berubah menjadi tidak menyenangkan dan hal itu tidaklah berlangsung cepat. Butuh proses dan waktu. Beruntunglah perempuan-perempuan di masa itu,mampu menjadi saksi akan kepahitan dan ketidak adilan hidupnya.

Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s